S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#91


__ADS_3

"Ibu sudah bangun? Lucy dan aku hanya membantu ibu untuk membersihkan sayuran dan daging yang ibu beli tadi." ucap Andre mencoba menenangkan kekasihnya.


"Kenapa kau di sini, dan sejak kapan kau ada di dapur? Aku sama sekali tidak pernah mengizinkan mu untuk mengerjakan pekerjaan perempuan." ucap ibu Andre kesal.


"Bu, apa salahnya jika laki-laki membantu membersihkan sayuran? Itu bukanlah aib keluarga bukan?" tanya Andre heran.


"Kau ada pekerjaan yang lebih penting di bandingkan dengan mengerjakan ini semua. Biar aku dan Ratih yang mengerjakan ini, kau bisa pergi mengerjakan pekerjaan mu." ucap ibu Andre.


"Bu aku sudah meminta cuti selama dua minggu, dan aku tidak akan melakukan apapun dengan pekerjaan ku. Luna dan Leon akan mengurus pekerjaan ku." ucap Andre.


"Apa kau membantah ku sekarang?" tanya ibu Andre dengan nada tinggi.


Belum sempat menjawab, Lucy telah lebih dulu menghentikan Andre dan mencoba menenangkan kekasihnya itu.


"Sudahlah, kalau kamu tidak mau bekerja kamu bisa duduk di sana sambil melihat kami membersihkan sayuran dan daging ini ok." bujuk Lucy.


Andre menuruti ucapan Lucy dan duduk di bangku meja makan menghadap ke arah di mana Lucy berada.


"Oh Tuhan, dia lebih mendengarkan wanita ini di bandingkan dengan aku yang ibu kandungnya." ucap ibu Andre kesal.


Mendengar kegaduhan yang terjadi di ruang makan dan dapur, Ratih mendekati ruangan itu dan mendapati ketiga orang yang hanya saling diam dengan wajah penuh tekanan. Ratih pun berjalan mendekati ibu Andre dan berdiri di sampingnya.


"Wah ini sayuran yang kita beli tadi Bu? Akan ibu masak apa nanti?" tanya Ratih.


"Aku akan membuat rendang daging, tumis kangkung, dan juga sambal terasi." ucap ibu Andre sambil tersenyum kepada Ratih.


"Itu pasti sedap, aku benar-benar tidak sabar untuk mencicipi masakan ibu." ucap Ratih.

__ADS_1


"Baiklah, agar cepat selesai bagaiman jika kau membantu ku memetik kangkung ini?" tanya ibu Andre.


Ratih sedikit menyipitkan matanya sambil memegang kangkung yang di berikan oleh ibu Andre. Ia seakan merasa risih dengan sayuran yang kini berada di tangannya itu.


"Ahh Bu, bisakah saya mengerjakan yang lain? Aku tidak terlalu pandai memetik sayuran." ucap Ratih sedikit tersenyum.


"Apa susahnya jika hanya memetik sayuran, kau hanya perlu melakukannya seperti ini." ucap ibu Andre mencontohkan.


"Bukan begitu, aku sedikit risih dengan getahnya." ucap Ratih.


Ibu Andre hanya diam dan mengambil kembali sayuran yang ada di hadapan Ratih. Ia menatap ke arah Lucy yang masih terpaku menatapnya dengan tatapan setengah takut. Melihat tatapan ibu Andre tertuju kepadanya, dengan sigap Lucy mengambil sayuran itu dan meletakkan di hadapannya.


"Biar ini aku yang kerjakan, aku bisa memetik sayuran." ucap Lucy.


Lucy pergi ke arah Andre dan meletakan berbagai macam aksesoris yang ada pada dirinya seperti cincin dan gelang. Ia pun mengikat tinggi-tinggi rambutnya dan menyingsingkan lengan bajunya ke atas.


"Aku akan membantu ibu mu memasak, bagaimana mungkin aku bisa bergerak menggunakan pakaian seperti ini dan semua ini?" tanya Lucy.


"Baiklah, ikut aku sebentar." ucap Andre menarik tangan Lucy.


Melihat Lucy yang pergi di bawa oleh Andre ibunya pun merasa heran dengan mengerutkan dahinya tanpa berkata apapun. Andre membawa Lucy ke kamarnya dan mengambil beberapa t-shirt santai yang biasa ia kenakan.


"Pakai ini jika kau merasa risih dengan itu." ucap Andre memberikan t-shirtnya.


"Ini...?" tanya Lucy.


"Sudah, pakailah. Jika tidak kau akan di jadi bahan gunjingan di dapur." ucap Andre.

__ADS_1


Lucy memakai baju yang yang berikan oleh Andre, karena tubuh Andre lebih besar dan tinggi t-shirt miliknya pun mampu menjadi baju sekaligus rok untuk Lucy yang bertubuh mungil.


"Apa ini tidak terlalu pendek?" tanya Lucy.


"Kau pakai celana pendek bukan? Itu tidak akan masalah." ucap Andre.


Lucy dan Andre keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Pandangan ibu Andre kembali ke Lucy yang kini telah berganti pakaian.


"Dari mana saja kamu, kenapa lama sekali?" tanya ibu Andre.


Lucy bergegas menuju meja dapur dan mengambil sayuran yang akan di petiknya. tanpa menjawab pertanyaan dari ibu Andre Lucy segera mengerjakan apa yang di suruh oleh ibu Andre.


"Ratih, kau bisa membantu ku menggiling cabai ini jika kau tidak pandai memetik sayuran." ucap ibu Andre.


Ratih mengerutkan kening sambil menggenggam erat kedua tangannya ke dada.


"Kenapa kita tidak menggunakan blender saja? Jika menggiling menggunakan tangan akan terasa panas nanti selesai menggilingnya." ucap Ratih beralasan.


"Kita akan membuat sambal terasi, bagaimana mungkin membuat sambal terasi menggunakan blender." ucap ibu Andre.


Ratih hanya diam mendengar ucapan ibu Andre dan tidak merespon apapun. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


"Nyonya, ini semua sudah ku petik. Biar aku saja yang mengerjakan itu." ucap Lucy sambil menunjuk cabai.


"Apa kau pandai dalam mengerjakannya? Kau bahkan tidak tau menggunakan ulekan." ucap ibu Andre.


"Nyonya bisa mengajari saya sebelumnya?" tanya Lucy.

__ADS_1


Ibu Andre pun mengajari Lucy dalam meracik untuk membuat sambal terasi, ia juga mengajari Lucy cara mengulek menggunakan gilingan cabai manual seperti kebanyakan orang Indonesia. Ia juga mengajari Lucy berbagai macam bumbu rendang dan cara memasak rendang. Sedangkan Ratih kini duduk di sebelah Andre sambil ikut memandangi ibu dan Lucy yang sibuk memasak.


__ADS_2