S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#47


__ADS_3

Luna merapikan beberapa berkas yang akan di tandatangani oleh Andre pagi ini. Ia juga mengemas beberapa file yang sudah di kerjakan oleh Andre. Luna juga menyiapkan kopi dan meletakkannya ke meja kerja Andre. Hal itu biasa ia lakukan semenjak bekerja di perusahaan dan menjadi asisten pribadi Andre. Saat asik membereskan ruang kerja dan menyusun file-file penting, pintu ruangan terbuka. Luna sontak melihat jam yang ada di komputer Andre, masih pukul 8.15 tak seperti biasanya Andre sudah tiba di kantor jam segini.


"Semua kebutuhan anda sudah saya siapkan pak." ucap Luna yang belum melihat sosok Andre.


Saat Luna berdiri dan menatap ke arah pintu, ternyata itu adalah Lucy, bukan Andre yang tiba di kantor.


"Hai selamat pagi Luna, maaf aku mengagetkan mu." ucap Lucy sambil tersenyum manis.


"Selamat pagi Lucy, ku kira tadi pak Andre yang tiba di kantor sepagi ini. Aku baru selesai membereskan file dan dokumen yang akan ia kerjakan hari ini. Sekalian kopi juga sudah ku sediakan di atas mejanya." jelas Luna.


"Owh ya, kau memang yang terbaik Luna. wajar saja Andre menjadikan mu asisten pribadinya dan tidak ingin mencari karyawan lain. Aku akan banyak belajar pada mu kalau begitu." ucap Lucy polos.


Luna hanya diam dan menanggapi ucapan Lucy dengan senyuman. Ya, Luna sudah bekerja dengan Andre lebih lama di bandingkan karyawan yang lain. Saat Andre baru merintis usahanya, Luna sudah mendampinginya dan memberi support ke Andre. Andre dan Luna berteman semenjak mereka sama-sama kuliah di Ecole Polytechnique Paris. Mereka berdua di kelas dan jurusan yang sama yaitu bisnis manajemen.


Sosok Andre yang ramah dan sopan di tambah lagi wajahnya yang tampan, tak memungkiri banyak wanita di kampus menyukai Andre dan menjadikannya sebagai idola kampus. Namun, karena saat itu Andre hanya fokus pada kuliahnya dan hatinya masih tersimpan untuk Tiara, Andre sama sekali tidak menanggapi wanita-wanita yang menggodanya. Luna sangat mengenal sikap dan sifat Andre dan membuatnya juga tertarik pada lelaki Asia itu. Namun Luna yang mengetahui Andre seutuhnya tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya dan hanya memendamnya sampai saat ini.


"Luna, Luna, halooo Luna. Kau sedang memikirkan apa?" tanya Lucy membuyarkan kenangan yang terlintas di pikiran Luna.


"Owh, maaf aku lupa mengecek jadwal pak Andre hati ini. Aku akan keluar dan mengeceknya, permisi." ucap Luna sedikit gugup.


Bagaimana bisa ia mengulang kenangannya bersama Andre saat di kampus dulu. Kini Andre telah membuka hati dan itupun bukan untuknya melainkan wanita yang baru ia temui, Lucy. Luna Dudu di kursinya dan mencoba mengecek jadwal lelaki yang ia kagumi dalam diam selama ini.


"Mengapa bukan aku yang ada di hati mu saat kau sudah mencoba membuka hati untuk wanita lain. Ahh aku benar-benar pecundang, aku hanya bisa mengaguminya di dalam hati selama ini." batin Luna.

__ADS_1


Pikiran Luna mengambang memikirkan yang tak seharusnya ia pikirkan. Selama ini, berada di samping Andre tanpa memberitahu kenyataannya ia akan merasa baik-baik saja. Luna berusaha membantu dan menyokong bisnis Andre, bahkan ia selalu ada saat Andre terpuruk. Luna selalu berusaha membantu Andre di setiap pekerjaannya sampai suatu saat ia mengetahui Andre sudah memiliki wanita lain di hatinya. Saat itu Luna berfikir Andre tidak akan serius dengan Lucy, namun makin ke sini Andre selalu memberikan apapun ke Lucy dan berusaha melindungi Lucy.


"Aku tidak pernah melihat mu melamun pagi-pagi, apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mu Luna?" tanya Andre yang dari tadi sudah berdiri di depan mejanya.


Luna tersentak dan melihat kini di hadapannya adalah lelaki yang ia pikirkan tadi.


"Selamat pagi Luna." ucap Andre lagi.


"Ah, selamat pagi pak. Maaf aku tidur larut semalam, dan sedikit mengantuk saat ini." ujar Luna memberi alasan.


"Hmm itu tidak seperti mu yang biasanya Luna, kau selalu hidup sehat selama ini. Apa kau mau cuti hari ini? Agar bisa tidur lagi di rumah?" tawar Andre.


"T-tidak usah pak, saya akan buat kopi nanti untuk meredakan kantuk. Owh ya, semua yang anda perlukan sudah saya siapkan di ruangan anda." ucap Luna.


"Baiklah, terima kasih banyak Luna. Aku benar-benar bergantung pada mu." ucap Andre tersenyum.


Andre mengangguk mengerti ucapan Luna dan berjalan meninggalkannya menuju ruangannya.


"Ok Luna, ayo fokus ke dunia nyata. Kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik nantinya." gumam Luna menyemangati dirinya.


Andre masuk ke dalam ruangan dan melihat Lucy yang sudah ada di dalam ruangan itu, ia melihat Lucy yang menyusun berkas-berkas pekerjaannya dan menatap serius di depan laptopnya.


"Sepertinya aku harus berhati-hati mulai sekarang." ucap Andre yang tiba-tiba duduk di sebelah Lucy.

__ADS_1


"Memangnya ada apa? Apa ada sesuatu yang menganggu mu?" tanya Lucy sedikit takut.


"Ya, melihat mu yang fokus dalam bekerja seperti ini bisa jadi usaha ku selama ini tersalip dan kau membuka perusahaan yang lebih besar di bandingkan aku." ucap Andre dengan tersenyum manis.


Lucy melempar bantal sofa ke arah Andre dan melanjutkan pekerjaannya.


"Luna sudah membuatkan kopi untuk mu, itu akan dingin jika tidak langsung di minum." ujar Lucy mengingatkan.


"Baiklah, aku akan kemeja ku dan melihat schedule ku hari ini. Ahh aku belum sempat sarapan dan kini aku lapar." ucap Andre sambil memegang perutnya.


"Kau mau aku pesankan makanan untuk mu? Aku juga tidak sempat mebuat sarapan hari ini." ucap Lucy yang sudah memegang Hp nya.


"Ya, kau bisa memesankan beberapa untuk ku dan untuk mu juga." ucap Andre yang kini fokus menatap layar komputernya.


"Baiklah, aku akan memesan sandwich dan kentang goreng. Bagaimana menurut mu?" tanya Lucy memastikan.


"Baiklah, itu juga boleh. Pesan sekalian untuk Luna, aku dengar dia tidur larut semalam dan mungkin belum sarapan juga." ucap Andre.


"Baiklah, aku akan memesannya. Kau yakin tidak menginginkan yang lain?" tanya Lucy.


Andre mengangguk tanpa bersuara, kini ia hanyut di depan layar komputernya dan fokus pada pekerjaannya. Sedangkan Lucy keluar dari ruangan untuk memesan beberapa makanan untuk sarapan di kantin bawah. Melihat Lucy yang keluar dari ruangan Andre, Luna pun berdiri dan menyapa Lucy. Mungkin ada yang di butuhkan Andre saat ini.


"Lucy, ada yang di butuhkan pak Andre?" tanya Luna penasaran.

__ADS_1


"Owh tidak, aku hanya ingin memesan beberapa makanan untuk sarapan dia." ucap Lucy tersenyum.


Luna hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Lucy, tak seperti biasanya Andre meminta Luna untuk membelikan makanan untuknya. Luna kini merasa sedikit sedih dengan perubahan Andre yang kini lebih bergantung pada Lucy.


__ADS_2