
Lucy duduk di sofa yang biasa tempat ia mengerjakan pekerjaannya di ruangan Andre. Pikirannya menerawang kemana-mana akan kejadian yang terjadi di lobby kantor tdi. Terlebih lagi saat ini semua orang kantor sudah tau statusnya yang seorang pacar CEO kantor ini. Ia yakin pasti banyak karyawan di luar sana yang kini menggunjingkan dirinya.
"Ada apa? Apa kau menyesal karena mengatakan itu pada ayah mu?" tanya Andre penasaran.
"Bukan, aku memikirkan yang lain saat ini." ucap Lucy sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa ada hal lain yang kini menganggu pikiran mu?" tanya Andre penasaran.
"Ya, aku yakin para karyawan di luar sana kini menggosipkan aku yang seorang pacar direktur perusahaan ini." ucap Lucy menyandarkan tubuhnya.
"Apa kau tidak menyukai itu, mereka hanya sekedar berbicara. Kita yang menjalaninya bukan? Terlebih lagi kau tidak pernah berbuat jahat pada orang-orang di kantor ini bukan?" tanya Andre.
"Tapi aku yakin mereka akan berpikir negatif terhadap ku. Apa lagi mereka melihat dan mendengar aku yang di jual ayah ke club' malam itu." ucap Lucy semakin sedih.
"Setidaknya kau tidak sempat melakukan hal buruk di sana. Dan lebih lagi ayah mu yang memaksa mu masuk ke dalam club' malam itu, bukan dari kemauan mu sendiri. Ayo aku akan membawa mu ke suatu tempat." ucap Andre menarik lengan Lucy.
"Kita mau kemana? Aku sangat malas saat ini." ucap Lucy yang masih cemberut.
"Kau ingin aku menggendong mu ke luar?" tanya Andre serius.
Mendengar itu, Lucy langsung bangkit dari sofa dan berjalan mendahului Andre. Akan jauh lebih parah jika Andre benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan nantinya.
Lucy dan Andre pergi ke sebuah pantai. Entah dari mana Andre telah menyiapkan persiapan piknik di dalam mobilnya. Lucy yakin ia menyuruh asistennya menyiapkan itu semua.
"Ayo kita duduk di sini, aku sudah membeli buah, roti isi dan ice cream di dalam keranjang ini." ucap Andre bersemangat.
"kapan kamu menyiapkan ini semua? Sepertinya aku bukan hanya memiliki kekasih seorang CEO, melainkan juga seorang penyihir." ucap Lucy dengan menyipitkan matanya.
Mendengar ucapan pacarnya itu Andre tertawa dan menarik lengan Lucy yang masih berdiri yang sontak membuat Lucy terduduk di samping Andre.
__ADS_1
"Setiap kali aku merasa bosan dan stres aku pasti akan melihat deburan ombak di pinggir pantai seperti ini." ucap Andre tanpa melihat kearah Lucy.
"Sepertinya kau sangat menyukai laut." ucap Lucy.
"Ya, aku menyukai laut akan kesejukan dan entah kenapa deburan ombak itu membuat ku tenang begitu aku mendengarnya." ucap Arya.
Lucy diam dan menatap wajah Andre yang sangat menikmati melihat ke arah laut. Wajah tampan Andre benar-benar membuat Lucy jatuh hati.
"Ayo kita main air." ucap Lucy berdiri dari tempat duduknya.
"Kau sudah besar, untuk apa kamu mau main air." ucap Andre merasa heran.
"Untuk apa pergi ke laut jika tidak bermain air." ucap Lucy sambil berlari.
Andre melihat Lucy yang berlari-lari seperti anak kecil dan memainkan air laut di pesisir pantai. Wajah Lucy yang murung kini berubah dengan kegembiraan dan keceriaan. Andre mendekati wanitanya yang kini malah asik sendiri memainkan air laut dan berlari-lari.
Lucy terkejut dan melihat ke arah Andre yang kini berjongkok memegangi kakinya. Lucy berlari kencang menuju arah Andre yang meringis kesakitan.
"Ada apa? Apa kau menginjak benda yang tajam?" ucap Lucy panik.
"Sakit sekali, sepertinya aku tidak akan kuat menahannya." ucap Andre meringis.
"Tenanglah, aku akan membantu mu. Bagian mana yang terluka? Coba tunjukan kepada ku." ucap Lucy panik.
Bbyuuuurrrr......
Wajah Lucy tiba-tiba basah karena Andre menyiramnya. Karena hal itu Lucy terkejut dan terduduk membuat bajunya basah.
"Aaaannnddrreee..... Aku basahhhh, aku bahkan tidak membawa baju ganti. Apa yang kamu lakukan." teriak Lucy kesal.
__ADS_1
"Hahahahaha, kau sangat mencintai ku sampai-sampai takut aku kenapa-kenapa bukan? Kau sangat Lucy sayang." ucap Andre tertawa.
Melihat Andre yang sengaja mengerjainya, Lucy tak mau kalah dan berlari ke arah Andre. Tanpa pikir panjang ia melompat ke ayah Andre yang masih berjongkok dan membuat Andre pun terjatuh. Karena kurang seimbang hal itu membuat Andre tak sanggup menahan tubuh Lucy dan terjatuh. Kini tubuh Andre pun ikut basah.
"Sepertinya kau menikmati berada di atas tubuh ku." ucap Andre yang masih tertelentang di pasir.
"Aahhhh, maaf. Aku tidak sengaja, ini karena kamu duluan yang mengganggu ku." ucap Lucy dengan wajah memerah.
Lucy beranjak dari tubuh Andre dengan perlahan. Andre yang melihat itu pun tersenyum dan mengangkat tubuh Lucy yang mungil.
"Hei, kenapa mengangkat ku? Turunkan aku. Aku benar-benar minta maaf." teriak Lucy.
Namun Andre tidak perduli dengan teriakan Lucy, ia berjalan masuk ke dalam laut dan itu membuat Lucy semakin takut.
"Jagan bercanda, kita akan basah dan masuk angin. Turunkan aku, nanti kita tenggelam. Aku tidak bisa berenang." ucap Lucy ketakutan memeluk erat tubuh Andre.
"Aku akan membelikan pakaian untuk mu nanti, lagi pula kita juga sudah basah." ucap Andre tertawa puas melihat ketakutan Lucy.
"Tolonglah, aku benar-benar takut. Aku tidak bisa berenang. Turunkan aku, lepaskan aku" rengek Lucy.
Tanpa perasaan Andre melepaskankan tubuh Lucy ke air laut yang tidak dalam sama sekali sehingga membuat tubuhnya basah kuyup karena air laut. Lucy memandang wajah Andre dengan wajah kesal campur tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Andre kepadanya barusan. Bisa-bisanya Andre melepaskan tangannya begitu saja dan membuatnya terjatuh ke dalam air
"Kau... Kenapa kau menjatuhkan ku?" Tanya Lucy kesal.
"Kau yang minta kepada ku untuk melepaskan mu bukan? Ya jadi aku menuruti ucapan mu dan melepaskan mu. Di mana letak kesalahan ku?" tanya Andre.
"Ia tapi tidak seperti ini caranya. Kau benar-benar lelaki yang tidak berperasaan, maksud ku kau harus menurunkan ku secara baik-baik. Sekarang aku basah kuyup karena kelakuan mu." ucap Lucy sambil berteriak kesal.
Lucy merasa kesal melihat tingkah laku Andre. Ia benar-benar tak habis pikir Andre melakukan itu kepadanya. Namun melihat Andre yang tertawa puas akan dirinya, Lucy pun ikut tertawa. Rasanya Andre dapat mengurangi beban yang membeku di dalam dadanya dan menghangatkan kembali situasi seperti sedia kala.
__ADS_1