
Lucy dan Carlo menunggu kedatangan Andre di depan kantor, tak lama mereka menunggu ada sebuah mobil berhenti di depan mereka. Lucy merasa bingung karena mobil yang kini berhenti di depannya sama sekali tidak dia kenal.
"Mau sampai kapan kau berdiri di sana." teriak seorang lelaki dari dalam mobil dengan menurunkan kaca jendela.
Lucy tersentak kaget melihat yang ada di dalam mobil ternyata adalah Andre.
"Ahh aku tidak tau jika itu kau." ucap Lucy berjalan mendekati mobil.
Lucy membungkukkan badan dan melihat Leon di sebelah Andre, Lucy mengerutkan dahi seolah bingung.
"Dia akan membantu kita mencarikan kontrakan sahabat mu, Leon cukup mengenal daerah yang akan sahabat mu tempati. Jadi kita bisa mengandalkan dia kali ini." ucap Andre menjelaskan.
"Owh baguslah kalau begitu, tuan Leon mohon bantuannya." ucap Lucy tersenyum manis.
"Tak perlu sungkan, aku juga sekalian akan pulang dan lewat daerah sana." ucap Leon.
Lucy dan Carlo masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang. Sesekali Carlo melirik ke arah Andre sambil memainkan jari-jarinya.
"Jadi, kau ingin kontrakan dengan kisaran harga berapa?" tanya Leon langsung.
Lucy dan Carlo diam tidak langsung menanggapi ucapan dari Leon, Lucy pun memandang kearah Carlo.
"Ahh, aku mencari kontrakan dengan harga yang sedikit murah, aman dan dekat dengan tempat kerja." ucap Carlo gugup.
"Aku tau, tapi yang ku maksud budget yang kau punya ada berapa? Biar kita bisa langsung mendatangi lokasi tanpa harus berkeliling jauh." ucap Leon.
Carlo terdiam mendengar ucapan Leon, dia tidak bisa mengucapkan budget yang dia punya karena ia berharap Andre akan membantunya membayarkan.
"Kalau kau tidak punya budget bagaimana kau akan mencari kontrakan. Kan tidak mungkin harus kita tanya satu persatu." ucap Leon mendesak.
"Ehmm bagaimana kalau kita lihat tempat yang paling murah, ku rasa Carlo ingin melihat tempatnya dulu baru menyesuaikan budget yang dia punya." ucap Lucy menyarankan.
__ADS_1
"Kita mencari kontrakan, bukan mencari orang hilang. Dan kita juga butuh istirahat." ucap Leon ketus.
"Kita datangi satu tempat dan kau tunjukan jalannya, jika hari ini tidak ada yg cocok dengannya besok dia bisa mencari sendiri bukan? Setidaknya dia sudah tau jalan menuju tempat itu dan suasananya." ucap Andre.
Lucy dan Carlo hanya diam mendengar keputusan Andre. Di sisi lain Carlo sedikit kesal dengan Leon yang tiba-tiba ikut dengan mereka untuk mencarikannya kontrakan. Ia merasa Leon sengaja ikut dan menggagalkan semua rencananya.
Tak berapa lama, mereka tiba di sebuah komplek yang berjejer dengan gedung-gedung apartemen murah. Leon memarkirkan mobil dan mereka pun turun.
"Di gedung ini hampir rata-rata harga sewa berkisar dari 800-1000€ per bulan dan itu hanya sewa apartemen tanpa perabotan." ucap Leon menunjuk sebuah gedung.
"Wah itu cukup murah untuk di daerah seperti ini, bagaimana menurut mu Carlo. Apa kita akan melihatnya terlebih dahulu?" tanya Lucy.
"Baiklah kita bisa melihatnya terlebih dahulu, dan semoga ini cocok dengan selera ku." ucap Carlo.
Leon berjalan terlebih dahulu sedangkan Andre menggenggam tangan Lucy dan berjalan mengikuti Leon tanpa melihat ke arah Carlo. Carlo melihat ponselnya sambil mengecek saldo rekeningnya, ternyata uang di rekeningnya hanya ada 1200€.
"Jika aku membayar sewa apartemen ini, uang ku hanya akan sisa 200, dan itu belum termasuk biaya makan ku sehari-hari. Ahh apa aku harus membatalkan untuk tingga di daerah ini." gumam Carlo bingung.
"Bagaimana menurut mu Carlo? Apa kau tertarik untuk menempatinya?" tanya Lucy.
"Ini lumayan bagus dan sirkulasi udaranya juga baik. Bagaimana menurut mu Lucy?" tanya Carlo balik.
"Aku setuju, walau hanya satu ruangan dan dapur ku rasa ini cukup untuk mu sendiri. Nanti jika keuangan mu lebih baik kau bisa mencari apartemen yang lebih besar." ucap Lucy.
Carlo mengangguk mendengar ucapan Lucy, merekapun pergi menemui pemilik apartemen untuk menyodokkan harga. Pemilik apartemen telah menunggu mereka di luar dengan Andre dan Leon, melihat Lucy dan Carlo keluar ia pun segera menghampiri.
"Jadi bagaimana nona? Apa anda tertarik untuk menyewa di sini?" tanya pemilik apartemen.
"Saya suka dengan apartemennya dan menurutku juga ini cocok dengan ku, tapi apa saya bisa tau berapa harga sewanya perbulan?" tanya Carlo.
"Untuk harga sewanya itu standar di pemukiman sini nona, itu harganya 750€ perbulan. Dan anda juga harus membayar deposit 300€." ucap pemilik sewa.
__ADS_1
"Ahh ini lumayan murah dari yang sudah kita lihat sebelum-sebelumnya." ucap Lucy.
Carlo memandang Lucy ragu, ia tidak tau harus bagaimana mengatakannya dengan Lucy jika uangnya tida cukup. Jika dia ingin mengajak mereka untuk mencari lagi pasti Leon akan berkomentar pedas karena ini adalah apartemen ke lima yang mereka kunjungi dan waktu sudah larut malam. Carlo menarik pemilik sewa sedikit menjauh dari Lucy dan yang lainnya untuk berbicara berdua saja.
"Tuan, apa saya bisa membayar biaya bulanannya dulu nanti setelah saya terima gaji saya akan membayar depositnya." ucap Carlo pelan.
"Maaf nona, itu sudah kewajibannya. Dan juga anda adalah orang ke sekian yang menanyakan apartemen ini, takutnya akan di ambil duluan oleh orang lain." ucap pemilik sewa.
Carlo terdiam mendengar ucapan dari pemilik sewa, ia bingung bagaimana harus mengatakannya kepada Lucy. Melihat gelagatnya yang bingung, Lucy mendekati Carlo.
"Carlo, ada apa? Apa ada masalah dengan apartemennya?" tanya Lucy penasaran.
"Ahh tidak apa, aku hanya sedang berdiskusi dengan tuan pemilik sewa ini." ucap Carlo.
"Bagaimana? Jika tidak jadi aku harus pergi untuk menemui orang lain yang ingin melihat apartemen." ucap pemilik sewa mastikan.
"Carlo, katakan padaku ada apa? ini sudah larut dan bukankah menurut mu apartemen ini cocok dengan selera mu?" tanya Lucy.
"Lucy, uang ku tidak cukup untuk untuk membayar deposito apartemen ini. Kau pasti tau keuangan ku sebelumnya bagaimana." ucap Carlo memberitahu.
"Tadi sudah ku katakan kau mencari kontrakan dengan budget berapa? Sepertinya kau sangat suka menyusahkan orang." ucap Leon kesal.
"Ahh Leon sudahlah. Begini saja, kau pakai saja uang ku ini untuk membayar deposito nanti jika kau sudah punya kau bisa mengembalikannya kepada ku." ucap Lucy.
"Biar aku yang membayar uang sewa dan depositonya." ucap Andre tiba-tiba.
Lucy dan Carlo terdiam mendengar ucapan Andre, namun Carlo merasa sangat senang karena akhirnya rencananya berhasil.
"Tidak perlu pak Andre, anda tidak perlu membayar semuanya. Saya sudah menyiapkan uang untuk sewa ini sebelumya, jadi saya pinjam punya Lucy sebagian saja." ucap Carlo menolak.
"Aku tidak memberikan ini semua dengan cuma-cuma, gaji mu akan ku potong nanti untuk membayarnya. Kau pakai saja uang mu yang sekarang untuk keperluan lain." ucap Andre.
__ADS_1
Carlo tercengang mendengar ucapan Andre, bagaimana bisa lelaki ini sangat tidak peka dan berniat untuk memotong gajinya. Bukankah uang segitu adalah hal mudah baginya?