
"Apa kau tidak merasa jika Carlo itu juga mengincar kekasih mu?" tanya Rosy kepada Lucy yang sedang menatap layar komputernya.
"Bagaimana mungkin dia melakukan itu, itu mungkin hanya perasaan mu saja." ucap Lucy singkat.
"Ya wajar saja sih menurut ku jika banyak yang mengincar pak Andre, selain tampan dia juga sangat menggoda bukan?" tanya Rosy nakal.
Lucy hanya tertawa menanggapi ucapan Rosy, ia merasa tidak yakin jika Carlo juga mengincar Andre. Karena ia yakin Carlo adalah sahabat terbaiknya, Lucy malah lebih waspada kepada Luna yang terang-terangan mengatakan menyukai Andre di hadapannya dan ingin menjadi saingan untuk mendapatkan cinta dan perhatian Andre.
"Ehmm hei Rosy, ada hal yang ingin aku pertanyakan kepadamu. Ini soal Luna, kau sudah lama bekerja di sini bukan? Apa dari awal Luna memang sudah berada di posisi sekarang?" tanya Lucy penasaran.
"Dari gosip yang ku dengar sih ya, perusahaan ini awalnya di bangun oleh pak Andre, namun saat perusaan ini kekurangan investasi nona Luna mengajukan diri untuk berinvestasi dalam skala yang besar. Jadi bisa di bilang nona Luna itu adalah pemegang saham kedua di perusahaan ini." jelas Rosy.
"Wah, aku tidak menyangka jika ada cerita seperti itu. Dan apa ada rumor lain tentang mereka berdua? Misalkan mereka berpacaran atau semacamnya?" tanya Lucy tambah penasaran.
"Semua orang tau jika nona Luna menyukai pak Andre, namun dari yang ku dengar juga pak Andre sudah memiliki calon di negara asalnya dan itu adalah cinta pertama beliau. Jadi ya mau tak mau nona Luna harus mengubur dalam-dalam perasaannya dan bersikap profesional dalam pekerjaan, tapi aku benar-benar salut dengan nona Luna yang masih bisa bersikap seperti itu walau hatinya sudah terluka." ucap Rosy.
"Aku juga salut sih dengan sikapnya yang seperti itu, jika aku di posisinya mungkin aku tidak bisa berlama-lama untuk bersama dengan orang yang tidak memandang kita sedikitpun." ucap Lucy.
"yahh.... Tapi ku rasa sekarang nona Luna sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi terhadap pak Andre, dan aku harap sih dia bisa mendapatkan kekasih yang bisa membalas cintanya. Tapi, kenapa tiba-tiba kau bertanya soal ini?" tanya Rosy penasaran.
"Ahh, aku hanya merasa jika nona Luna adalah saingan terberat ku." gumam Lucy pelan.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu, nona Luna tidak akan sembarangan untuk merebut kekasih orang lain. Jika memang dia orang yang seperti itu mengapa dia harus menunggu sampai pak Andre berpacaran dengan mu? Kenapa dia tidak menghasut pak Andre saat dia punya kekasih di negara asalnya. Dan juga menurut ku sangat mudah bagi nona Luna untuk memaksa pak Andre menjadikannya kekasih, tapi sampai sekarang dia tidak melakukannya." ucap Rosy lagi.
"Kau benar, tapi kenapa dia tidak melakukannya ya? Padahal dia memegang kendali penuh terhadap hidup Andre di sini." tanya Lucy lagi.
__ADS_1
"Mungkin dia ingin mendapatkan cinta yang tulus dari pak Andre." ucap Rosy.
Lucy mengangguk mendengar ucapan temannya itu, apa yang di katakan oleh Rosy semuanya masuk akal. Dan menurutnya tak masalah jika Luna juga menyukai Andre, yang terpenting saat ini adalah Andre yang ada di sisinya menyukai dirinya dan mencintainya. Dan Lucy akan berusaha agar Andre tetap seperti itu terhadapnya, jadi dia akan membuktikan kepada semua orang jika dirinya layak untuk berada di sisi Andre sang bos besar. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Lucy saat ia melihatnya ternyata pesan itu datang dari sahabatnya Carlo.
"Lucy sepulang kerja bisa temani aku untuk mencari kontrakan murah?" tanya Carlo.
Lucy tidak langsung membalas pesan dari Carlo, ia berfikir sejenak karena dia harus bertanya kepada Andre terlebih dahulu. Lucy pun segera menekan nomor telepon Andre untuk memastikan.
"Ada apa? Apa kau sudah berfikir lebih baik satu ruangan dengan ku?" tanya Andre setelah mengangkat telepon.
"Bukan begitu, Carlo meminta ku untuk menemaninya sepulang kerja ini nanti. Dia ingin mencari kontrakan yang murah dan dekat dengan kantor, bagaimana menurut mu?" tanya Lucy.
"Baiklah, aku akan menemani kalian nanti. Aku akan bantu sahabat mu mencari kontrakan yang bagus." ucap Andre.
Lucy menutup teleponnya dan segera mengabari Carlo, ia takut jika Carlo berfikir Lucy tidak merespon pesan darinya.
"Baiklah, nanti aku dan Andre akan menemanimu mencari kontrakan. Aku sudah menghubungi Andre dan dia setuju untuk menemani kita." tulis Lucy.
Carlo yang mendapat pesan dari Lucy langsung terbelalak, ia tak menyangka ternyata Andre juga akan ikut bersama mereka dan membantunya mencari kontrakan.
"Jika Andre ikut ku rasa tidak ada salahnya untuk mencari sebuah kontrakan atau apartemen yang lumayan bagus, bisa jadi Andre berinisiatif membayarnya untuk ku. Baiklah aku akan bersandiwara sebaik mungkin nantinya." batin Carlo.
Carlo segera membalas pesan dari Lucy dan mengatakan akan menemuinya di bawah nabati sepulang kerja. Ia berharap waktu berjalan dengan cepat agar dapat bertemu dengan Andre dan menikmati perjalanan mencari kontrakan hari ini.
________________________________
__ADS_1
"Jadi kau akan menemani sahabat kekasih mu itu sepulang kerja nanti?" tanya Leon yang menguping
Andre menatap serius ke wajah Leon, ia menyipitkan matanya membuat Leon bingung.
"Apa? Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Leon bingung.
"Kau pasti hapal daerah sini bukan, bagaimana jika kau yang mengantar Carlo untuk mencari kontrakan nya?" tanya Andre.
"Tidak, aku sangat sibuk hati ini. Dan lagi dia bukan urusan ku, jangan menarik ku dalam masalah kalian." ucap Leon menolak dengan cepat.
"Aku akan membayar mu, kau hanya menemaninya dan menunjukan kontrakan yang murah dan aman bagi wanita di sekitar sini itu hal yang mudah bukan?" tanya Andre lagi.
"Tidak, aku akan pergi dari sini sekarang juga." ancam Leon.
"Aku meragukan persahabatan kita, kau bahkan tidak ingin membantu ku sekarang." ucap Andre.
"Terserah apa kata mu, untuk bisa berdua dengan kekasih mu kau bahkan tega mengorbankan ku menemani sahabat kekasih mu dan melimpahkan pekerjaan mu kepada ku. Seingat ku tadi kau berjanji dengan Lucy untuk menemaninya bukan, kau harus menepati itu semua karena kau laki-laki bro." ucap Leon beralasan.
"Aaiihhh dasar , entah kenapa aku bisa mendapatkan sahabat seperti mu. Kalau begitu kau juga harus menemani ku untuk mencari kontrakan itu." ucap Andre.
"Kenapa aku juga harus ikut kalian, aku sibuk." ucap Leon
"Karena kau yang lebih tau dan paham di mana letak yang strategis. Aku tidak peduli kau sibuk atau tidak, yang pasti tunggu aku di sini dan temani kami nanti." ucap Andre.
Leon hanya bisa terdiam dan terduduk lesu di sofa ruangan Andre, ia merasa sial saat mengunjungi Andre hari ini. Kini jalan untuknya pergi pun tidak bisa.
__ADS_1