S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#105


__ADS_3

Leon menatap lekat wajah gadis itu, ia yakin betul tidak sepenuhnya yang keluar dari mulutnya itu kejujuran. Ia hanya mencoba menghibur diri agar nampak tegar.


"Ah aku akan membawa mu ke sebuah tempat, aku yakin kau menyukainya. Da aku akan meminta Luna juga untuk ke sana, apa kau tidak keberatan?" tanya Leon.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Lucy heran.


"Ke tempat yang menyenangkan, kau tida ada janji selepas ini bukan?" tanya Leon lagi.


"Tidak, tidak ada. Baiklah aku akan ikut dengan kalian." ucap Lucy.


Leon membuka ponselnya dan menghubungi Luna, ia memberitahu tempat untuk di datanginya bersama dengan Lucy dan meminta Luna untuk ikut bergabung. Luna dengan bersemangat menerimanya dan bergegas memutar balik mobilnya menuju tempat yang sudah di janjikan. Tidak sampai sepuluh menit Lucy dan Leon tiba di sebuah mini restoran bernuansa klasik. Banyak lampu-lampu pijar yang sudah di modifikasi bergelantungan di tali dan membentang dari tiang satu ke tiang yang lain. Seakan-akan lampu-lampu itu melayang di udara dan menyala dengan kekuatan sihir. Restoran yang sebagian besar berada di luar ruangan ini membuat suasana seakan-akan sedang berkemah namun terang benderang di hiasi oleh lampu-lampu warna-warni.

__ADS_1


Leon memilih sebuah meja dengan kursi santai yang dapat membuat nyaman pengunjung pastinya.


"Ayo kita duduk di sana." tunjuk Leon.


Lucy hanya menuruti ucapan Leon dan berjalan mengikuti langkah kaki Leon. Dan lagi-lagi ini kali pertama baginya pergi keluar rumah bersama orang lain selain Andre ataupun Carlo. Tak lama mereka duduk, Luna tiba dan menghampiri mereka berdua.


"Hah, untung saja kau menghubungi ku saat aku belum terlalu jauh di perjalanan. Jika tidak, jangan harap aku mau mendatangi kalian." ucap Luna mengomel.


"Tenanglah, apa kau haus? Aku kan pesankan minum untuk kalian berdua." ucap Leon.


"Baiklah, aku juga akan memesan makanan. Kau ingin makan apa Lucy?" tanya Leon.

__ADS_1


"Beri kami jus jeruk dan juga ayam goreng." perintah Luna menjawab ucapan Leon.


Lucy hanya tersenyum melihat Luna yang marah-marah dengan Leon. Leon yang mendengar perintah dari kekasihnya itu bergegas meninggalkan Luna dan Lucy, ia segera memesan makanan dan minuman sebelum kekasihnya lagi-lagi memarahinya.


"Kau tidak perlu merasa canggung seperti itu." ucap Luna.


"Ah bukan begitu nona Luna, hanya saja saya sedikit terkejut dengan sikap mu barusan. Aku yang selalu melihat dirimu di kantor, aku selalu berpikir bagaimana bisa nona Luna sangat anggun dan elegan bak bangsawan. Tiba-tiba melihat hal barusan aku benar-benar terkejut." ucap Lucy.


"Oh, aku seperti itu hanya pada dirinya. Aku bisa menjadi seperti yang aku mau setelah bersama dengannya Lucy. Dan aku bersyukur akan hal itu, benar-benar bersyukur." ucap Luna.


Lucy menatap wajah Luna yang benar-benar menunjukkan rasa cintanya kepada Leon, walaupun ia baru saja membuka hatinya kepada Leon.

__ADS_1


"Aku berharap kalian akan selalu bersama sampai kapanpun, kalian benar-benar serasi satu sama lain." ucap Lucy.


"Aku juga mendoakan yang terbaik pada hubungan kalian, kau harus bisa bersabar dan memahami keadaan kalian sekarang. Jangan terpancing dengan omongan-omongan orang, bisa saja orang-orang itu memang ingin menghancurkan hubungan kalian." ucap Luna menyemangati.


__ADS_2