S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#120


__ADS_3

Butuh waktu 4 jam untuk mereka sampai di tempat neneknya Lucy, Lucy yang bangun pagi-pagi sekali merasa mengantuk di matanya sehingga memejamkan matanya dan tertidur. Melihat Lucy yang tertidur lelap Andre dengan lembut mengusap kepala gadis itu dan kini melanjutkan menyetir.


____________________


Di perusahaan, Luna yang sedang bersiap-siap untuk menggantikan rapat di datangi oleh Carlo.


"Selamat pagi nona Luna." sapa Carlo.


"Selamat pagi, ada keperluan apa kau ke sini?" tanya Luna ketus.


"Ah ini masih sangat pagi. Kenapa kau menjawab salam ku dengan ketus? Sepertinya kau masih berpikir buruk tentang ku." ucap Carlo.

__ADS_1


"Berhenti basa-basi, aku harus pergi rapat. Jika tidak ada yang ingin kau sampaikan aku pamit pergi dulu." ucap Luna membereskan dokumen-dokumen di tangannya.


"Tunggu sebentar nona Luna, lu ke sini hanya ingin menanyakan Lucy. Dua hari yang lalu aku melihatnya sedang berjalan-jalan, tidak seperti biasanya. Apa tuan Andre sudah tidak berhubungan lagi dengannya? Biasanya tuan Andre akan mengantarnya pulang, dan tidak akan membiarkan wanitanya itu berjalan sendirian." tanya Carlo penasaran.


"Apa kau tidak punya kegiatan lain selain mengurusi kehidupan orang? Sepertinya kamu punya banyak waktu luang sehingga kamu sangat perhatian dengan hubungan percintaan orang." ucap Luna ketus.


"Aku hanya memastikan jika sahabat ku itu baik-baik saja bersama kekasihnya dan tidak di campakaan begitu saja oleh bos besar." ucap Carlo.


"Bukankah berharap jika Andre dan Lucy cepat-cepat berpisah? Agar kau bisa menjadi pendamping Andre dan memamerkannya kepada 'sahabat'mu itu?" ucap Luna sambil mengisyaratkan kedua tangannya.


Luna tidak menanggapi ucapan Carlo dan pergi meninggalkannya yang masih berdiri di depan mejanya. Entah apa tujuannya pagi ini berbicara hal bodoh dengan Luna dan membuat mood Luna yang awalnya baik kini menjadi buruk.

__ADS_1


"Ah nona Luna aku hanya ingin bertanya kemana Lucy hari ini, aku tidak melihatnya tadi." ucap Carlo sedikit mengikuti langkah Luna.


Luna membalikan badannya dan menatap sinis Carlo yang mengikutinya dari belakang.


"Lucy cuti, tuan Andre bilang mereka ingin pergi berlibur ke tempat nenek Lucy di desa. Apa kau puas mendengar jawaban ku?" tanya Luna.


"B-benarkah? Kenapa mereka pergi menemui nenek Lucy? Apa kau tau berapa lama mereka pergi?" tanya Carlo penasaran.


"Mungkin membahas pernikahan mereka dengan neneknya Lucy, aku tidak tau berapa lama tapi tuan Andre memintakan cuti yang cukup lama untuk kekasihnya itu." ucap Luna.


"Menikah? Apa kau yakin mereka akan menikah? Kau jangan bercanda." ucap Carlo tak percaya.

__ADS_1


"Kau kan sahabatnya Lucy, kenapa kau tidak bertanya langsung dengannya? Ahh aku lupa jika Lucy sudah bukan sahabat mu lagi. Baiklah, selamat menikmati hari-hari mu. Kau seharusnya masih beruntung dapat bekerja di sini karena Lucy, jika dia mau mungkin dia bisa meminta Andre untuk mengusir mu dari perusahaan ini dan menjadikan mu tunawisma." ucap Luna sambil berjalan meninggalkan Carlo.


Carlo yang mendengar ucapan Luna langsung terdiam tak berbicara sepatah kata pun, ia benar-benar tak mengira jika Lucy akan membawa Andre ke tempat neneknya dan mengenalkan Andre sebagai kekasihnya.


__ADS_2