
Andre mengetahui betul tabiat dan sifat dari Leon, walaupun tingkah laku Leon yang pecicilan dan suka menggoda para gadis ia adalah sosok lelaki yang berhati dingin. Ia bahkan tak segan-segan menguliti tubuh musuhnya jika ada yang berani bermain-main dengannya.
"Kau harus berusaha lebih keras lagi kawan." ucap Andre menyemangati.
"Itu pasti, wanita yang sulit di gapai seperti Luna itu membuat aku semakin penasaran." ucap Leon dengan tawa liciknya
Andre tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu, ia sangat yakin suatu saat Luna akan membuka hati untuk Leon yang sudah berusaha keras selama ini.
"Jadi, apa rencana mu selanjutnya? Kenapa tidak kau biarkan saja Carlo tinggal bersama Lucy?" tanya Leon penasaran.
"Jika terlalu mudah baginya memasuki kehidupan Lucy ia mungkin akan cepat curiga, aku ingin Lucy sendiri melihat bagaimana 'sahabat' yang ia maksud itu." ucap Andre.
"Baiklah, aku akan membantu mu jika terjadi sesuatu di luar rencana mu." ucap Leon.
Andre hanya mengangguk menyetujui ucapan Leon, tak lama kemudian Leon pun berpamitan untuk pergi meninggalkan kantor tempat Andre bekerja. Ia melangkahkan kaki ke luar ruangan Andre dan tidak melihat Luna di mejanya.
"Ahh dia tidak di sini, mungkin dia sedang banyak pekerjaan." batin Leon sambil berlalu pergi.
Leon berjalan menyusuri koridor kantor menuju lift untuk pergi meninggalkan gedung itu, tiba-tiba ia berpapasan dengan Carlo yang memegang beberapa dokumen di tangannya.
"Hai, apa kau tidak kesiangan hari ini?" tanya Leon basa-basi.
"Ahh, tuan Leon. Saya tidak kesiangan berkat bantuan tuan semalam, terimakasih banyak karena telah membantu ku dan mengantar ku pulang." ucap Carlo sambil tersenyum.
"Tidak masalah, kau terlihat kelelahan apa kau tidak meminta izin kepada Andre untuk istirahat. Kau juga harus pindah rumah hari ini bukan?" tanya Leon sok perhatian.
"Ahh tidak, mungkin ini karena aku menyusun barang-barang ku semalam dan membuat ku sedikit tidur. Tapi aku tidak apa-apa aku sudah terbiasa akan ini semua." ucap Carlo.
Leon hanya tersenyum mendengar alasan yang keluar dari mulut Carlo, ia yakin 100% jika semalam Carlo menghabiskan banyak tenaga untuk meladeni Boris.
"Kau adalah seorang gadis, tidak baik jika kau selalu begadang dan menyepelekan istirahat mu. Apa lagi kau kini sudah bekerja di sebuah perusahaan besar, kau harus menjaga kesehatan mu." ucap Leon perhatian sambil membetulkan rambut Carlo.
__ADS_1
Melihat perlakuan Leon terhadapnya, Carlo menundukkan kepala dan tersenyum malu. Nampak jelas di pipinya yang berubah menjadi merah tersanjung akan pujian dan perhatian dari Leon.
"Saya permisi ingin mengantar dokumen ini tuan Leon, permisi." ucap Carlo.
"Baiklah, hati-hati." ucap Leon.
Carlo tersenyum simpul dan berlalu pergi meninggalkan Leon yang masih berdiri di sana. Di sisi lain Leon tersenyum sinis melihat ke arah Carlo yang sudah pergi.
"Sepertinya akan menarik percintaan antara Andre dan kekasihnya kali ini, ia harus berusaha keras kali ini." gumam Leon.
Leon pun beranjak pergi meninggalkan kantor Andre, sedangkan di sisi lain Carlo yang mendapatkan perhatian dari Leon merasa bahwa rencananya akan berjalan dengan baik.
"Aku harus cepat mendapatkan perhatian dari Leon ataupun Andre, ini demi kehidupan ku agar lebih cepat lepas dari Boris. Aku benar-benar sudah muak meladeni orang tua itu." gumam Carlo.
_____________________
Luna mendatangi meja kerja Lucy, ia berniat untuk mengajak Lucy untuk makan siang bersama seperti biasanya. Ia pun melajukan langkahnya agar cepat tiba di tempat Lucy.
Lucy mengarahkan pandangannya ke Luna yang kini telah berdiri di hadapannya.
"Ahh apa ini sudah jam makan siang?" tanya Lucy sambil melihat ke arah jam dinding kantor.
"Sepertinya kau menikmati pekerjaan mu sampai-sampai lupa akan jam makan siang." ucap Luna tersenyum.
Lucy tertawa mendengar ucapan Luna, ia pun mengalihkan pandang ke arah Rosy yang memandang mereka dengan penuh harap untuk di ajak ikut makan siang bersama.
"Aku tidak mungkin melupakan mu." ucap Lucy yang sangat mengerti arti pandangan itu.
"Kau memang yang terbaik Lucy ku sayang." ucap Rosy bersemangat.
"Baiklah, bagaimana kalau kita makan di luar hari ini?" usul Luna.
__ADS_1
"Aku tau cafe yang enak di sekitar sini." ucap Rosy bersemangat.
"Ayo kita ke sana....." ucap Lucy sambil menggandeng kedua teman kerjanya itu.
Mereka pergi meninggalkan ruangan kerja dan bergegas menuju parkiran mobil untuk pergi makan siang bersama, tiba-tiba Carlo muncul di hadapan mereka bertiga dengan pandangan heran.
"Ahh aku baru saja ingin menjemput kalian untuk mengajak makan siang bersama di kantin." ucap Carlo tersenyum kecut karena melihat Lucy menggandeng Luna dan Rosy.
"Hari ini kami akan makan siang di luar, apa kau mau ikut?" tanya Lucy.
Mendengar hal itu Carlo terdiam sambil memperhatikan raut wajah Luna yang jelas nampak tak suka jika ia ikut bergabung. Namun ia yakin, tanpa keikutsertaan dirinya Lucy pasti akan mengurungkan niatnya untuk makan siang bersama yang lain dan memutuskan untuk makan bersamanya yang jelas sudah ia anggap sahabat.
"Owh maaf, ku kira kalian akan makan di kantin. Kalau begitu aku tidak akan menganggu kalian, aku makan di kantor perusahaan saja." ucap Carlo.
"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu, takutnya nanti cafe yang akan kami datang penuh. Karena ini jam makan siang semua karyawan." ucap Luna sambil tersenyum sinis.
Lucy terdiam mendengar ucapan Luna dan juga sahabatnya, ia bingung antara ingin makan siang bersama sahabatnya atau Luna.
"Ayo Lucy kita harus bergegas." ucap Luna.
"Ahh baiklah, maaf Carlo aku tidak bisa menemani mu makan siang hari ini. Aku sudah janji duluan dengan Luna, tidak apa-apa kan?" tanya Lucy tidak enak hati.
Carlo benar-benar tidak habis pikir bagaimana mungkin Lucy yang selalu memihak kepada dirinya kini lebih memilih makan siang bersama orang lain.
"Baiklah, tidak apa-apa Lucy. Aku bisa makan siang sendiri, kau tidak perlu memikirkan ku." ucap Carlo.
Luna menarik tangan Lucy dan meninggalkan Carlo yang masih berdiri di sana. Dengan geram Carlo menatap kepergian Lucy dan yang lain dengar perasaan kesal.
"Baiklah, kalau kau kini sudah memiliki teman baru. Aku akan melihat kekasih mu di ruangannya, siapa tau dia belum makan dan sebagai sahabat mu yang baik biarkan aku yang menemani kekasih mu makan siang." gumam Carlo tersenyum licik.
Carlo berjalan menuju ruangan Andre, ia berniat untuk mengajak Andre makan siang bersama dan mengambil kesempatan saat Lucy tidak berada di sisi Andre.
__ADS_1