S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#129


__ADS_3

"Aargghh ini enak, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Andre bersemangat.


Ia telah menghabiskan sarapannya dan tidak ada sedikitpun yang tersisa di piring maupun di cangkirnya.


"Apa kau sudah siap bekerja dengan ku hari ini?" tanya nenek Grace meyakinkan.


"Aku akan selalu siap kapanpun itu nek. Baiklah, darimana kita akan mulai?" tanya Andre.


"Sana..." tunjuk nenek Grace pada sebuah tanah yang di penuhi rumput belukar.


Andre memandang sebidang tanah yang di tumbuhi semak belukar itu dengan menyipitkan matanya.


"Baik, apa yang harus ku lakukan di sana?" tanya Andre lagi.


"Kau bersihkan sebidang tanah itu, aku akan menanam cabai di sana. Jangan ada satu rumput yang masih tumbuh di tanah yang akan ku tanami nanti." perintah nenek Grace.

__ADS_1


Andre menarik napas panjang dan mengeluarkannya dari mulut, ia melakukan peregangan tubuh dan berlari di tempat untuk beberapa saat. Nenek Grace yang melihat itu merasa heran dengan apa yang di lakukan lelaki ini.


"Hei, aku menyuruhmu untuk membersihkan belukar itu bukan senam pagi." ucap nenek Grace sedikit kesal.


"Tenanglah nek, aku hanya melakukan pemanasan agar tubuhku tidak kram saat membersihkan belukar-belukar itu nanti." ucap Andre.


Andre berjalan menuju keranjang yang tadi ia bawa, ia mengambil arit dan juga sebuah tongkat kayu di balik pintu gubuk. Ia mengikat arit itu dengan kayu menggunakan tali, sangat kuat sampai ia pun mencoba memukul-mukul beberapa kali untuk memastikan agar arit dan kayu tidak terlepas.


"Baiklah, aku akan segera bekerja. Nenek bisa mengerjakan pekerjaan nenek, jangan khawatirkan aku." ucap Andre.


Andre pergi dengan membawa arit yang kini pegangannya menjadi lebih panjang di bandingkan sebelumnya. Dengan langkah pasti Andre mendatangi sebidang tanah itu, kini ia sudah berdiri di hadapan belukar itu dan menatap belukar yang akan ia singkirkan dari tanah itu.


"Baiklah, mari kembali ke masa lalu saat kau belum mengenal saham." gumam Andre.


Dengan bersemangat Andre mengayunkan aritnya dan membersihkan belukar yang ada di hadapannya saat ini. Baginya belukar di tempat nenek Grace saat ini bukan tandingan belukar-belukar yang ada di Indonesia yang penuh di tumbuhi oleh rumput-rumput berduri.

__ADS_1


Keringat bercucuran membasahi tubuh Andre, sebentar saja baju yang ia kenakan kini telah habis basah kuyup oleh keringatnya. Ia membersihkan dengan detail tanah yang di tunjuk oleh nenek Grace. Nenek Grace yang memperhatikannya dari jauh hanya tersenyum, ia tak menyangka jika Andre dapat melakukan pekerjaan seperti itu.


Matahari semakin tinggi dari peraduannya, kini sinarnya tidak lagi hangat. Teriknya membakar tubuh Andre yang kini sudah bersimbah keringat beserta serpihan-serpihan tanah yang terpental saat ia membersihkan belukar. Lucy tiba di pondok tempat peristirahatan nenek saat berada di ladang, ia mencari-cari Andre karena takut jika nenek membuat Andre susah. Lucy mengelilingi kebun dan melihat neneknya sedang membersihkan pohon tomat dari daun-daun yang menguning.


"Nenek, di mana Andre? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Lucy khawatir.


"Apa kau kesini hanya mengkhawatirkan kekasih mu saja? Tidakkah kau berpikir tentang ku juga?" tanya nenek Grace marah.


"Bulan begitu, hanya saja aku takut dia tidak terbiasa di perkebunan sepeti ini." ucap Lucy beralasan.


"Dia di sana, sedang membersihkan lahan yang akan ku tanami cabai nantinya." ucap nenek Grace sambil menunjuk ketempat Andre berada.


"Astaga, kenapa nenek melakukan itu kepadanya? Aku akan menyusulnya kesana." ucap Lucy.


Lucy pergi meninggalkan nenek Grace sendirian yang belum sempat membalas pertanyaannya. Gadis itu langsung berlari menuju Andre dengan pandangan dan perasaan khawatir terhadap kekasihnya. Lucy tidak pernah tau bagaimana kehidupan Andre saat kecil dahulu, yang ia tau jika Andre dulunya hanya seorang anak dari kalangan menengah kebawah. Ia tidak pernah tau jika orang tua Andre sebenarnya juga adalah seorang petani, dan yang ia kerjakan saat ini adalah hal biasa yang ia lakukan dahulu saat menolong ayahnya di kebun.

__ADS_1


__ADS_2