S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#111


__ADS_3

Andre membawa Ratih ke beberapa tempat wisata yang di pilih oleh Ratih sendiri. Ia hanya mengikuti kemauan Ratih dan memainkan ponselnya. Entah mengapa Lucy tidak ada mengiriminya pesan dari kemarin, ia mengira jika sepertinya Lucy sengaja melakukan itu agar Andre dapat fokus pada keluarganya dan menikmati liburan.


Ratih asik melihat-lihat beberapa sovenir yang di jual di pinggir jalan, ia memilih-milih sovenir yang ingin di belinya. Setelah melihat beberapa barang dia membelinya dan meminta penjual untuk membungkusnya, setelah puas berbelanja mereka duduk di bangku taman. Menara kebanggaan kota Paris yaitu menara Eiffel menjadi pemandangan yang luar biasa di sore hari nan teduh.


"Apa kau belum ingin pulang? Ku rasa kau sudah sering ke sini sebelumnya, apa kau tidak bosan datang ke sini lagi?" tanya Andre yang berdiri.


"Aku sangat menyukai suasana di sini, mau berulang kali aku datang ke Paris aku selalu mendatangi tempat ini." ucap Ratih menatap lurus ke arah menara Eiffel.


"Tatap lah semau mu sampai kau puas, aku akan menunggu mu di mobil." ucap Andre berjalan meninggalkan Ratih.


Ratih hanya diam tidak menanggapi ucapan Andre, ia tau persis jika lelaki itu sangat tidak menyukainya dan sedang memikirkan kekasihnya.

__ADS_1


Andre mencoba menelepon nomor Lucy, tapi nomor Lucy tidak dapat di hubungi sama sekali. Andre pun merasa heran, ia langsung menekan nomor telepon kantor dan menghubungi Luna. Ia ingin bertanya kenapa nomor ponsel Lucy tidak dapat di hubungi.


"Luna, apa kau melihat Lucy di kantor hari ini?" tanya Andre saat Luna mengangkat telepon.


"Ah dia sedang ikut rapat finansial dengan anggota yang lain, apa ada pesan yang ingin ku sampaikan?" tanya Luna kepada Andre.


"Tolong katakan padanya kenapa dia tidak ada mengirimi ku pesan dari kemarin. Handphonenya pun tidak dapat di hubungi sama sekali." ucap Andre.


"Tidak, cukup itu saja. Dan suruh dia menghubungiku secepatnya." ucap Andre.


Ia mematikan ponselnya dengan wajah kecewa, ia sangat berharap dapat mendengar suara Lucy walaupun sebentar saja. Tak lama ia melihat Ratih datang menuju mobilnya dan masuk kedalam mobil. Ratih melihat wajah Andre yang kecewa menyadari jika ada suatu hal terjadi saat dia tak ada.

__ADS_1


"Kenapa wajahmu terlihat seperti itu? Apa aku melewatkan suatu kabar yang tidak menyenangkan?" tanya Ratih penasaran.


"Itu bukan urusanmu, jadi mau kemana kau lagi?" tanya Andre.


"Ayo kita menuju restoran yang sudah di reservasi oleh ibu mu semalam. Aku sudah mulai lapar." ucap Ratih.


"Aku kira kau sudah tidak ingat untuk makan lagi, kulihat kau sangat banyak berbelanja hari ini dan menikmati perjalanan hari ini." ucap Andre.


"Aku sudah bekerja keras selama ini, dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin agar aku dapat membeli barang-barang yang kusuka saat tiba di Paris. Menurutku itu bukanlah hal yang salah, ini sangat menyenangkan." ucap Ratih.


"Baiklah kalau begitu kita menuju restoran, kau yakin tidak ada tempat yang ingin kau kunjungi lagi selain ini?" tanya Andre meyakinkan.

__ADS_1


"Ya ayo kita menuju restoran, aku ingin makan sebanyak mungkin." ucap Ratih bersemangat.


__ADS_2