S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#6


__ADS_3

"Sepertinya anda sedang ada tamu tuan Andre, saya akan mengerjakan ini semua di luar." ucap Luna tiba-tiba.


"Ahh apa kau merasa terganggu karena kedatangan orang ini? Aku bisa saja menyuruhnya pergi saat ini juga." ucap Andre tak perduli dengan Leon.


"Yang benar saja, urusan kita belum selesai." ucap Leon kesal.


Ia berjalan mendekati Andre, dan kini ia berdiri tepat di samping Andre duduk.


"Kau, kau yang mengantar ku ke hotel itu bukan?" tanya Leon.


"Ya." ucap Andre singkat.


"Kenapa kau mengantar ku ke hotel? Kenapa tidak ke apartemen ku?" tanya Leon lagi.


"Apartemen mu jauh." jawab Andre.


"Dan lagi, kenapa kau membuat perawatan mobil mu atas nama ku juga? Kau tidak tau itu sangat mahal di bandingkan dengan sewa kamar hotel ku semalam?" tanya Leon kesal.


Andre berhenti menatap komputernya dan kini beralih menatap Leon dengan wajah yang lebih kesal.

__ADS_1


"Kau pikir aku mau mengantar mu ke hotel itu dan menservis interior mobil ku kalau karena bukan kau yang mabuk dan muntah di dalam mobil ku?" tanya Andre balik dengan wajah marah.


Leon terdiam mendengar ucapan Andre dan mencoba mengingat-ingat, apakah benar semalam ia muntah di dalam mobil Andre? Sekian lama ia terdiam, Leon pun mulai melunak ke Andre yang kini lebih marah kepadanya.


"Kalau memang begitu aku tidak akan meminta ganti rugi kepada mu." ucap Leon dengan suara merendah.


"Kau datang ke kantor ku hanya untuk menanyakan itu saja? Jika kau tidak ada pekerjaan lain lebih baik kau pulang." ucap Andre kembali fokus ke komputernya.


"Apa ada sesuatu yang menyulitkan pekerjaan mu? Tumben kau meminta Luna menemani mu di sini, jangan-jangan...." ucap Leon terputus.


"Berhenti berangan-angan, aku hanya membuatnya sebagai perisai jika kau berbuat brutal di kantor ku." ucap Andre.


Kini ia berjalan menuju kearah Luna dan duduk di sampingnya. Ia mengamati wajah Luna yang sangat serius menatap dokumen yang kini ada di genggamannya. Wajah Luna yang putih dengan pipi yang merah merona membuat ia semakin cantik.


"Mau berapa lama kau menatap ku seperti itu?" tanya Luna tiba-tiba.


"Aku hanya heran, kenapa kau mau bersusah payah mengecek dokumen ini satu persatu. Kenapa tidak kau berikan saja pada yang membuatnya." ucap Leon beralasan.


Luna berhenti menatap Leon dan kini beralih ke Leon yang menunggu jawabannya.

__ADS_1


"Karena, yang membuat dokumen-dokumen ini adalah aku." ucap Luna dan kini ia kembali menatap dokumen itu.


"Owh, aku tidak tau. Apa ada banyak kesalahan di dalam dokumen ini? Kau tidak biasanya membuat kesalahan bukan? Jika kau tidak ingin bekerja di sini lagi aku siap membantu mu." ucap Leon percaya diri.


"Kau ingin membantu ku apa? Mencarikan pekerjaan?" tanya Luna.


"Luna, jika kau bersama dengan ku, kau tidak perlu susah payah untuk bekerja lagi. Kau cukup di rumah dan menikmati waktu santai mu." ucap Leon dengan wajah serius.


"Apa kau mengira aku adalah seorang lansia yang hanya bisa duduk di rumah saja tanpa bisa melakukan apa-apa?" tanya Luna tiba-tiba.


"Bukan itu maksud ku." ucap Leon.


"Berhenti berbicara omong kosong, aku tidak termasuk dalam kategori wanita-wanita yang hanyut dalam rayuan bodoh mu itu." ucap Luna.


Luna berdiri sambil merapikan dokumen-dokumen dan menyerahkannya kepada Andre yang sudah menahan tawa mendengar ucapan Luna barusan.


"Tuan, dokumen-dokumen ini sudah saya periksa semua dan tidak ada kesalahan sama sekali. Sepertinya anda sedang keliru." ucap Luna.


"Baiklah Luna, terima kasih." ucap Andre.

__ADS_1


__ADS_2