S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#106


__ADS_3

Tak lama Leon kembali ke meja tempat Lucy dan Luna duduk bersantai, ia mengambil posisi duduk di sebelah Luna dan memandang wajah kekasihnya itu.


"Kenapa? Apa ada yang aneh d wajah ku?" tanya Luna serius.


"Tidak, aku hanya memastikan ini adalah Luna yang selama ini ku kenal atau bukan." ucap Leon sambil memalingkan wajahnya.


"Maksudmu?" tanya Luna heran.


"Ahh tidak... Jadi sampai mana kita bercerita tadi?" tanya Leon.


"Tidak usah di bahas, lagi pula suasana saat ini tidak menyenangkan jika kita membahas hal seperti itu." ucap Lucy.


"Masalah apa? Masalah Andre yang di jodohkan oleh ibunya itu?" tanya Luna blak-blakan.


"Sudahlah..." ucap Lucy.

__ADS_1


Tak lama makanan yang mereka pesan tiba, pembicaraan merekapun terhenti sejenak. Para pelayan menghidangkan makanan yang di pesan ke atas meja mereka.


"Ayo kita makan." ucap Lucy bersemangat.


"Kita bisa menikmatinya sambil membahas masalah percintaan mu itu." ucap Luna.


"Aku akan menunggu Andre mengatakan sendiri keseriusannya dalam hubungan ini, untuk sementara aku akan menjalani ini dan bertahan." ucap Lucy.


"Andre bukanlah orang yang mau memaksa seseorang untuk ikut dalam ajarannya. Coba kau pikirkan,sudah berapa lama kalian bersama, apa ada dia berencana atau menanyakan kepada mu tentang niat mu untuk ikut ke dalam ajaran agamanya?" tanya Leon.


"Tidak ada, dia bahkan sering menyuruhku untuk rajin-rajin beribadah sesuai ajaran ku." ucap Lucy.


Lucy menggelengkan kepalanya tidak mengerti sama sekali dengan ucapan Leon.


"Kau tau, yang di butuhkan Andre bukanlah kita yang hanya ikut-ikutan untuk memeluk agamanya. Tapi dia ingin kau memahami dengan sendiri ajaran mereka dan memilih sesuai dengan hati mu, bukan karena dia yang kau harapkan. Dia tidak ingin memaksa mu jika memang iman mu kepada ajaran mu saat ini lebih kuat." jelas Leon.

__ADS_1


Lucy hanya memandang ke arah Luna yang asik dengan makanannya.


"Intinya, dia ingin kau menyadari sendiri pilihan mu. Karena akan sulit jika kau menyalahkannya suatu saat nanti jika kenyataannya tidak sesuai dengan harapan mu." ucap Luna.


Lucy terdiam mendengarkan ucapan antara Leon dan Luna. Benar, mereka adalah sahabat Andre dari jaman kuliah dulu, pastilah mereka lebih tau di bandingkan dengan dirinya. Terlebih lagi sikap Andre yang tidak pernah berhenti menasehati dirinya untuk sering-sering berdoa dan beribadah.


"Sudahlah, kau tidak perlu berpikir terlalu jauh, jika kalian memang digariskan untuk bersama pasti akan bersama juga." ucap Luna santai.


Merekapun menghabiskan waktu bersama dengan cukup lama sampai malam semakin larut. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, dan Lucy di antar oleh Luna karena jalan pulang mereka searah. Tak butuh waktu lama, mereka tiba di apartemen Lucy.


"Lucy, jika percintaan ini membuat mu bingung dan menyusahkan hati mu. Lebih baik kau mundur perlahan dan membuka lembaran baru, mungkin itu lebih baik di bandingkan dengan kau harus melepasnya nanti-nanti karena pasti rasa cinta di hatimu sudah semakin membesar." ucap Luna.


"Apakah percintaan antara dua insan yang berbeda ini tidak bisa dipersatukan? Apa salahnya kami bersama namun dengan ajaran yang berbeda?" tanya Lucy sedih.


"Mungkin banyak yang memaksakan hal itu, tapi jika awalnya saja sudah berbeda bagaimana dengan akhirnya? Aku menyarankan ini agar kau tidak jauh lebih terluka nantinya." ucap Luna.

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih nona Luna sudah memberikan saran kepada ku. Aku akan memikirkannya nanti." ucap Lucy.


Lucy turun dari mobil Luna dan berjalan masuk ke dalam apartemen, Luna pun berlalu meninggalkan apartemen Lucy dan berjalan pulang. Ia berharap Lucy dapat menemukan jalan keluar dari masalahnya.


__ADS_2