
"Apa kamu kelelahan?" teriak Lucy.
Andre menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah kekasihnya, Andre berjalan mendekati gadis itu dan tersenyum riang melihatnya.
"Kau sudah datang? Aku mau ice chocolate yang besar." ucap Andre tersenyum penuh harap.
"Apa kamu lupa kalau kita di tempat nenek, bukan di kantor. Ini, aku hanya bawakan air putih untuk mu." ucap Lucy menyodorkan sebotol air.
"Huh aku terlalu lelah untuk mendapatkan ini, aku ingin yang lebih dari ini." gerutu Andre.
"Aku akan membuatkan mu minuman segar saat makan siang nanti, ayo bersihkan tubuhmu dan kembali ke pondok untuk makan siang." ucap Lucy.
"Apa kau tidak merindukan ku? Peluk aku, tadi pagi aku tidak mendapatkan pelukan selamat pagi ku." ucap Andre.
"Hah, yang benar saja." teriak Lucy.
"Kenapa? Apa karena aku kotor dan berkeringat kau jadi tidak ingin memeluk ku?" tanya Andre heran.
"Bukan, bukan karena itu. Hanya saja nenek ada di sana, tidak enak jika dia melihat ku memelukmu nanti." ucap Lucy beralasan.
__ADS_1
"Berhenti beralasan, kemari dan peluk aku." ucap Andre.
Andre menarik tangan mungil Lucy dan membuat tubuhnya seketika jatuh kedalam pelukan Andre. Benar saja, niat Andre bukan hanya sekedar memeluk, ia juga ingin membuat tubuh Lucy kotor karena keringat dan tanah yang menempel di tubuhnya.
"Lepas, kamu membuatku kotor mas." teriak Lucy meronta.
"Ha ha ha siapa suruh kamu mendatangiku saat aku kotor, kita harus saling berbagi bukan? Berarti jika aku kotor kau juga harus kotor. Kemari dan dekap erat aku." ucap Andre tertawa terbahak-bahak.
"Sudah, hentikan bajuku bisa kotor semua. Kamu bener-bener tidak punya kerjaan lain apa?" tanya Lucy.
"Apa tidak melihat ini semua? Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, jadi tidak ada masalahnya jika aku bermain-main sekarang." ucap Andre yang masih tertawa.
"Ampuni aku, aku bukan bermaksud untuk menyuruhmu pergi sendirian ke kebun bersama nenek. Hanya saja kau pasti tahu aku juga membereskan rumah dan memasak untuk makan siang kalian." ucap Lucy beralasan.
Anda melepaskan genggamannya dan membiarkan Lucy berjalan mundur sedikit menjauhinya, gadis itu mengibas-ngibaskan kaosnya berusaha membersihkan tanah yang lengket di tubuhnya.
"Apakah kau masak makanan enak untuk hari ini? Tenagaku terkuras habis hari ini jadi aku ingin makan yang banyak." ucap Andre.
"Aku masak makanan kesukaanmu, aku tidak tahu apakah itu enak atau tidak. Tapi aku mencoba yang terbaik untukmu." ucap Lucy sambil tersenyum.
__ADS_1
"Benarkah? Aku benar-benar tidak sabar untuk makan siang bersama kalian. ayo kita bergegas kembali ke pondok aku akan mempercepat cepat membersihkan tubuhku dan makan." ucap Andre bersemangat.
"Baiklah, kalau begitu kamu pergi duluan ke pondok, aku akan menemui nenek dan memintanya untuk istirahat makan siang. Kita akan makan siang bersama saatnya tiba di pondok nanti. Ingat, jangan makan siang tanpa kami tiba di pondok." ucap Lucy memperingatkan.
"Baiklah-baiklah, kamu jangan lama-lama. Aku sudah sangat lapar dan tenagaku sudah terkuras habis." ucapan Andre.
Lucy pergi meninggalkan Andre yang sedang menyusun berapa peralatan ya iya gunakan saat membersihkan semak belukar. Anda berjalan menuju sebuah pancuran dan membersihkan alat-alat yang ia gunakan tadi beserta membersihkan dirinya dari keringat dan kotoran yang menempel di tubuhnya. Sudah cukup lama ia tidak bekerja seberat saat ini, kini ia merasakan sedikit sakit pada tubuhnya. Mungkin karena sudah lama tidak melakukan pekerjaan berat seperti saat ini.
Lucy berjalan mendekati neneknya, ya mengamati wanita tua itu yang sedang sibuk memilih-milih daun yang layu dan membersihkan rumput rumput liar dari tanamannya.
"Nenek, ini sudah jam makan siang. Ayo kita ke pondok dan beristirahat, aku sedang menyiapkan makan siangnya." ucap Lucy yang duduk di samping neneknya.
"Aku belum merasakan lapar kalau kalian mau kalian bisa makan terlebih dahulu, biarkan aku mengerjakan pekerjaan ku ini." ucap nenek Grace yang masih sibuk dengan tanamannya.
"Yang benar saja ini sudah waktunya makan siang dan nenek harus makan, jangan gara-gara sibuk bekerja nanti nenek akan jatuh sakit. Nenek jangan menyepelekan waktu jam makan siang, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada nenek. Berhentilah mengerjakan itu dan ikut makan siang bersama kami." perintah Lucy.
Nenek Grace mendongakkan wajahnya menatap Lucy dengan pandangan sedikit marah.
"Sepertinya sekarang kau sedikit lebih cerewet dibandingkan dahulu sebelum kau berangkat ke kota. Sekarang kau bahkan bisa memerintahku." ucap nenek Grace.
__ADS_1
Lucy hanya tersenyum mendengar ucapan neneknya, yang mengerti jika neneknya sangat sulit diberhentikan jika sedang asyik kerja. Namun tidak ingin kesehatan neneknya menjadi buruk jika tidak makan tepat waktu.