
Kini Lucy berada di depan mejanya sambil mengusap-usap komputer lamanya.
"Sepertinya kau sangat senang kembali ke meja lama mu Lucy." ucap Rosy yang duduk di sebelahnya.
"Iya, aku merasa sangat tertekan di sana. Terlebih lagi di ruangan itu aku tidak bisa bercerita seperti di sini." ucap Lucy bersemangat.
"Ahh, aku sangat iri melihat mu. Kau tau, setelah semua orang tau kalau kau adalah kekasih dari CEO mereka banyak bergosip tentang mu. Kau bahkan tidak memberitahu ku lebih dulu." ucap Rosy sambil menyipitkan matanya.
"Aku berniat untuk merahasiakan semua itu sebelumnya, tapi karena ayah ku membuat onar di kantor semua jadi terbongkar. Di tambah lagi Andre tidak bisa menahan diri." ucap Lucy.
"Ya jika aku menjadi kekasih mu, aku pasti akan melakukan hal yang sama. Jadi, apa kau baik-baik saja? Aku harap kau membiasakan menutup telinga mu, akan banyak berita yang beredar nantinya." ucap Rosy mewanti-wanti.
"Sudahlah, biarkan saja orang-orang itu bercerita semaunya. Aku terlalu sibuk untuk mengurus itu semua." ucap Lucy santai.
"Baguslah jikalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang bersama hari ini. Kau harus mentraktir ku makan siang setelah kau merahasiakan itu semua. Aku hampir terkena serangan jantung saat tau berita tentang mu." ucap Rosy.
Lucy tertawa mendengar ucapan Rosy, ia yakin Rosy pasti mengalami sedikit kesulitan saat semua karyawan tau akan status hubungannya. Lucy meraih ponselnya dan mencoba mengirim pesan kepada Andre.
"Kau sibuk?" tulis Andre.
Tak lama Lucy mengirim pesan, dengan cepat ada notifikasi pesan masuk di ponselnya yang tak lain datang dari Andre.
"Tidak, apa kau merindukan ku? Kau masih bisa kembali ke ruangan ini jika kau mau." balas Andre.
"Tidak, aku mau mengabari mu jika aku akan makan siang bersama teman-teman ku. Jangan larang aku, aku membutuhkan ruang untuk bernafas." ucap Lucy.
Lucy menunggu balasan pesan dari Andre namun tidak kunjung ada jawaban. Berkali-kali ia memeriksa ponselnya, jelas-jelas pesan sebelumnya telah di baca oleh Andre namun entah mengapa ia belum membalasnya sampai sekarang.
Disisi lain Andre memandangi pesan dari Lucy yang meminta izin untuk makan siang bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Astaga, dia bahkan mengatakan membutuhkan ruang untuk bernafas. Apa selama ini saat dia bersama ku menjadikannya kesulitan dalam bernafas? yang benar saja, dia kini sudah berani meninggalkan ku." ucap Andre sedikit kesal.
Andre kembali membaca berulang-ulang pesan yang di kirim oleh Lucy, sepertinya tidak masalah untuk merelakannya sekali ini. Anggap saja sebagai hadiah karena dia sudah berusaha keras selama ini.
"Baiklah, kau bisa bebas hari ini tapi tidak lain kali." tulis Andre singkat.
Lucy tersenyum mendapat balasan dari Andre, ia yakin Andre sebenarnya pasti sedang marah karena Lucy tidak dapat menemaninya makan siang bersama. Namun ia harus menarik ulur hati Andre agar tidak bosan dengan dirinya dan tetap bertahan di sisinya.
"Rosy, ayo makan siang bersama hari ini. Aku akan mentraktir mu makan enak ok." ucap Lucy sambil mengedipkan mata.
"Kau serius, kau tidak akan meminta bos untuk memotong gaji ku bukan. Aku harus berwaspada sebisa mungkin saat orang menjadi baik." ucap Rosy bercanda
Lucy tertawan mendengar ucapan Rosy, ia senang bisa kembali ke meja kerjanya yang lama dan bertemu dengan teman kerjanya lagi. Leon datang menemui Andre di kantornya, seperti biasa Leon mengamati seluruh isi ruang kerja Andre. Hal ini tidak seperti biasanya karena sedikit sepi, namun Leon tidak menemukan apa yang kosong dalam ruangan itu.
"Entah perasaan ku atau bukan, sepertinya ruangan mu sedikit sunyi dari biasanya." ucap Leon.
"Ya, jelas saja ruangan ini sedikit sepi. Lucy sudah tidak di sini lagi." ucap Andre singkat.
"Tidak, dia kembali ke ruang kerja lamanya. Dia minta kembali ke ruangan itu, aku pun sedikit heran dengan tingkah lakunya itu. Sebagian wanita menginginkan kedudukan yang tinggi tapi dia malah merasa tertekan saat satu ruangan dengan ku." ucap Andre heran.
"Bukankah itu bagus, itu menandakan jika dirinya ingin berusaha dan membuktikan jika dia layak untuk bersanding dengan mu." ucap Leon.
Andre hanya diam mendengar ucapan sahabatnya itu, ia kembali fokus ke komputernya dan menghiraukan keberadaan Leon. Tiba-tiba ia teringat akan pesan yang di kirim oleh Lucy tadi.
"Apa kau sibuk hari ini? Ayo temani aku makan siang hari ini." ucap Andre.
"Wah, tumben kau mengajak ku makan siang. Sepertinya kau yang di campakkan oleh Lucy." ucap Leon mengejek.
"Aku hanya ingin mengajak mu, lagian dia pergi makan siang dengan teman-temannya." ucap Andre.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, karena aku kasihan dengan mu aku akan menemani mu. Tapi kau yang traktir ok." ucap Leon.
Andre hanya mengangguk menanggapi ucapan sahabatnya itu, ia berencana ingin mengikuti Lucy makan siang bersama teman-temannya.
______________________
Lucy dan Rosy jalan bersama menuju kantin dan tak sengaja bertemu dengan Luna di di kooridor.
"Hai luna, kau makan siang di kantin juga?" sapa Lucy.
"Owh hai nona Lucy, ya aku akan makan siang di kantin. Anda tidak makan siang bersama dengan pak Andre?" tanya Luna.
"Tidak, hari ini aku berencana ingin makan bersama Rosy dan Carlo. Bagaimana jika kau bergabung bersama kami?" ajak Lucy.
"Ya, aku rasa itu ide yang bagus. Anggap saja ini perayaan kembalinya Lucy ke departemen kami." ucap Rosy.
"Baiklah kalau begitu, kebetulan aku juga sendirian." ucap Luna sambil tersenyum senang.
Merekapun berjalan menuju kantin bersama-sama sambil bercengkrama dan berbagi cerita. Setiba di kantin mereka duduk di sebuah meja sambil memilih menu apa yang ingin mereka makan. Saat sedang asik memilih, Carlo datang menghampiri mereka. ia tak menyangka jika Lucy juga memiliki teman di kantor ini dan mengajaknya makan siang bersama.
"Hai apa aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya Carlo.
"Tentu saja, owh ya Carlo kenalkan ini Rosy, dia teman kerjaku dan kami satu ruangan." ucap Lucy memperkenalkan.
"Hai senang bertemu dengan mu." ucap Carlo sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita mulai memesan beberapa makanan yang akan kita makan hari ini. Karena hati ku sedang senang, aku kan mentraktir kalian semua." ucap Lucy.
"Wah, aku akan makan banyak hari ini. Mumpung di traktir oleh Lucy." ucap Rosy bersemangat.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama-sama mendengar ucapan Rosy, di sisi lain Carlo sedikit merasa kurang suka dengan adanya teman-teman Lucy. Ia merasa iri dengan Lucy yang kini sudah b isa memiliki teman selain dia.