S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#79


__ADS_3

Andre dan Leon memulai pertandingan mereka, sedangkan para gadis saling menyemangati kecuali Luna yang seakan terbiasa dengan tingkah laku Leon dan Andre.


"Hei kau tidak memberi ku semangat? Kalau aku kalah bagaiman?" tanya Leon.


"Itu urusan mu, aku tidak mau ikut campur dengan taruhan konyol mu itu. Jika kau kalah jangan bertanya bagaimana nantinya kepada ku." ucap Luna meninggalkan mereka.


Luna pergi untuk membeli cemilan dan tidak menghiraukan Leon sama sekali.


"Hei apa kau mau membatalkan pertarungan ini? Aku masih berbaik hati untuk menawarkan ini kepada mu." ucap Andre.


"Sudah cepat kita selesaikan ini, aku tidak ingin membuat Luna berjalan-jalan sendirian. Aku khawatir dia akan di ganggu oleh pria lain nantinya." ucap Leon


Andre tidak menjawab ucapan dari Leon dan melempar-lempar bola ke atas dan menangkapnya lagi, untuk beberapa saat ia melihat ke arah kaleng yang tersusun rapi. Dan dengan sigap Andre melemparnya.


"Ppraannnnggg......"


Bola tepat mengenai kaleng dan berserakan, Lucy yang melihat itu langsung melompat kegirangan sambil memberi semangat lagi kepada Andre. Sampai pada akhirnya skor menang jatuh kepada Andre dan dengan sigap Andre mengambil kunci mobil Leon yang di taruhkan di hadapannya.


"Hei kau curang, bagaimana bisa kau langsung mengambil kunci mobil ku?" tanya Leon kesal.


"Aku tidak peduli, yang jelas mobil ini sekarang milik ku. Dan kau silahkan meratapi kekalahan mu." ejek Andre.


Lucy dan Rosy di kejutkan oleh kedatangan Luna yang sudah membawa beberapa cemilan. Mereka sampai lupa jika Luna tidak berada bersama mereka saat pertandingan antara Leon dan Andre barusan. Luna menatap ke arah Leon yang meringis sambil tersenyum kecut ke arah Luna. Melihat ekspresi itu, Luna sudah yakin apa yang di hadapi oleh Leon saat ini.


"Baiklah, ayo kita naik ke wahana itu." ucap Luna tanpa memperdulikan Leon.


Lucy dan Rosy pergi mengikuti langkah Luna, dan naik ke sebuah wahana yang tidak terlalu ekstrim.


"Aku yakin tuan Leon akan dalam masalah besar kali ini." bisik Rosy pada Lucy.


"Jaga bicara mu, Luna sedang memendam bara api saat ini. Kau juga tidak ingin dapat masalah karena hal ini bukan?" tanya Lucy serius.


Rosy menggelengkan kepalanya dan menutup rapat mulutnya. Mereka semua menikmati akhir pekan dan tanpa sadar waktu cepat berlalu, lampu-lampu di taman hiburan sudah mulai hidup satu persatu.


"Hei kalian yang berpasangan, kalian harus mengakhiri permainan hari ini dengan menaiki itu." ucap Rosy menunjuk sebuah bianglala besar.


Semua mata tertuju pada wahana yang di tunjuk oleh Rosy. Tiba-tiba Luna dan Lucy menunduk malu dengan wajah memerah, karena sebuah mitos mengatakan jika menaiki bianglala bersama pasangannya saat berada di puncak tertinggi dan mereka berciuman maka cinta mereka akan tetap abadi. Dan itu adalah hal te-romantis dalam sebuah hubungan sepasang kekasih.


"Ayo cepat, jika tidak taman hiburan ini akan segera tutup dan kalian akan kehilangan waktu romantis. Ini tepat saat matahari terbenam." ucap Rosy bersemangat.


"Sudahlah, ayo kita pulang sekarang. Tidak perlu menaiki itu, kita ke sini untuk bersenang-senang bukan?" tanya Luna.


"Ya, tapi ini kah kencan pertama mu nona Luna. Kau harus memanfaatkan momen langka ini." ucap Rosy memaksa.

__ADS_1


Luna tidak menjawab ucapan dari Rosy, dia terdiam terpaku. Melihat akan hal itu Leon berinisiatif menggenggam tangan Luna dan mengajaknya untuk menaiki wahana itu. Andre yang juga tak mau kalah menarik tangan Lucy dan mengajaknya untuk menaiki bianglala itu juga.


Kini mereka berempat telah naik ke bianglala dengan ruangan yang berbeda pastinya. Degup kencang jantung kedua pasangan itu tidak dapat di bohongi apalagi Lucy dan Luna yang lebih banyak diam sedari menaiki wahana ini.


"Jadi apa cerita di balik menaiki wahana ini saat matahari terbenam?" tanya Andre penasaran.


"Tidak ada, hanya saja situasinya sedikit romantis." ucap Lucy menyembunyikan mitos yang beredar.


"Benarkah? Lalu kenapa kau dari tadi menunduk kebawah dan enggan menatap ku? Apa aku kelihatan buruk di sore hari?" tanya Andre lagi.


"Bukan begitu, aku hanya sedikit takut ketinggian." ucap Lucy mengelak.


"Baiklah, jika kau takut seharusnya kau duduk di samping ku dan mendekat ke sini." ucap Andre menarik tangan Lucy.


Hal itu sontak membuat Lucy terkejut dan berdiri dengan tidak seimbang sehingga membuatnya terjatuh ke pangkuan Andre. Jantungnya semakin berdegup kencang saat sepasang mata bertaut menjadi satu sama lain. Suasana seperti itu tidak dapat terelakan Lucy segera menarik tangannya namun hasilnya nihil, Andre telah dengan sigap memegang erat tangannya dan merangkul pinggangnya. Wajah Andre mendekat ke arah Lucy dan seakan mengerti Lucy pun menutup matanya, sebuah kecupan mesra mendarat di bibir Lucy dan ia tidak menolak itu sedikit pun. bibir mereka saling bertaut dan membalas kecupan masing-masing, sore ini telah menjadi milik mereka berdua.


Luna diam membisu duduk di hadapan Leon dengan tangan terlipat di dada, ia memandangi pemandangan dari atas bianglala tanpa menoleh ke arah Leon sedikitpun. Rasa kesalnya masih memuncak akibat pertaruhan konyol antara Leon dan Andre tadi.


"Luna, kau masih marah pada ku?" tanya Leon takut.


"Berhenti bertanya padaku, kau tidak seharusnya berbicara padaku saat ini. Aku benar-benar tidak mau meladeni ucapan mu itu." ucap Luna yang masih kesal.


"Ayolah, aku akan membujuk Andre untuk tidak menyita mobilku dan kita bisa pulang dengan selamat. Jangan marah lagi kepadaku o.k, aku benar-benar frustasi jika kau marah kepadaku di kencan pertama kita." bujuk Leon.


"Salah mu sendiri mencari masalah di kencan pertama ini, dan lagi kau kan bukan pertama kalinya pergi ke taman hiburan dengan wanita. Seharusnya kau lebih paham." ucap Luna kesal.


"Kau pikir aku akan termakan dengan rayuan bodoh mu itu? Sekarang kau pikirkan bagaimana cara mu pulang nanti." ucap Luna tanpa melihat ke arah Leon yang bersedih.


"Aku akan meminta supir untuk menjemput ku, jadi kita bisa pulang dengan aman." ucap Len santai.


Luna hanya diam tidak menanggapi ucapan Leon yang sepele dengan masalah yang di hadapinya.


______________________


Semua sudah berkumpul kembali dan bersiap-siap untuk pulang, Lucy masih menggandeng tangan Andre dengan wajah yang masih tertunduk memerah. Ia masih dibayang-bayangi oleh kejadian saat di bianglala tadi.


"Sudah malam, ayo kita pulang. Ahh aku senang sekali hari ini pergi bersama kalian, walaupun kalian berpasangan sedangkan aku tidak." ucap Rosy sambil cemberut.


"Aku akan mencarikan pasangan untukmu jika kau mau." ucap Leon.


"Apa kau sekarang berperan sebagai biro jodoh?" tanya Luna ketus.


Leon terdiam mendengar ucapan Luna dan menutup rapat mulutnya, ia lupa jika masih di dalam masalah yang serius saat ini.

__ADS_1


"Tidak usah, aku akan mendapatkannya jika saatnya tiba nanti. Baiklah kalau begitu kita berpisah di sini ya, tuan Andre terimakasih telah mengajak ku pergi ke taman hiburan hari ini." ucap Rosy.


"Ahh kau bisa pulang bersama kami, aku dan Andre akan mengantar mu pulang." ucap Lucy menawarkan tumpangan.


"T-tidak perlu, aku bisa pulang sendiri menggunakan angkutan umum." ucap Rosy sungkan.


"Sudahlah, ayo sekalian kita pergi makan malam." ajak Andre.


"Aku setuju, kebetulan aku juga lapar. Kau yang bayar makan malam hari ini o.k." ucap Leon bersemangat.


"Baiklah, ayo kita pergi." ucap Andre.


Mereka berjalan meninggalkan taman hiburan menuju tempat parkir mobil. Andre dan Lucy duduk di depan, sedangkan Rosy mengikuti mereka duduk di belakang. Tiba-tiba kaca mobil di ketuk oleh Luna dari luar, Lucy pun menurunkan kaca jendela mobil.


"Ada apa nona Luna?" tanya Lucy heran.


"Bisakah aku menumpang dengan kalian?" tanya Luna.


Lucy terdiam mendengar ucapan Luna, ia tidak mengerti kenapa Luna ingin menumpang dengan mereka. Padahal ia berangkat bersama dengan Leon tadinya.


"Apa kau lupa? Mobil Leon kan sudah jadi milik Andre karena taruhan bodoh itu. Jadi sekarang dia tidak tau bagaimana cara pulang, dan lagi supirnya juga belum datang." ucap Luna mencoba mengingatkan.


"Ahh aku lupa akan hal itu. Mas kenapa gak kamu kasih aja lagi mobil tuan Leon itu, lagian kamu juga tidak bisa membawa keduanya untuk pulang." ucap Lucy membujuk Andre.


"Sudah, biarkan saja dia sendiri. Ayo kau masuklah ke dalam mobil." ucap Andre membuka kunci mobil.


Luna membuka pintu belakang dan masuk kedalamnya, ia duduk di sebelah Rosy. Melihat Luna yabg sudah masuk ke dalam mobil Andre, Leon pun meradang dan mengetuk keras kaca jendela Andre.


"Hei apa kalian akan meninggalkan ku sendirian di sini?" ucap Leon panik.


"Bukannya supir akan menjemputmu? Kau bisa menunggunya sebentar dan menyusul kami di restoran tempat biasa kita makan." ucap Andre.


"K-Kau benar-benar tega meninggalkan ku sendiri di sini? Ayolah jangan terlalu kejam kepada ku." ucap Leon memohon.


Andre tidak mendengarkan permohonan Leon dan menutup kaca jendelanya, ia menginjak pedal gasnya dan pergi meninggalkan Leon yang sendirian.


"Kamu benar mau ninggalin dia sendirian di sini?" tanya Lucy.


"Biarkan saja, biar dia merasakan akibatnya bermain-main dengan ku." ucap Andre tersenyum puas.


Di sisi lain Leon yang melihat di tinggalkan oleh Andre dan yang lain meratapi nasibnya yang tak tau harus bagaimana.


"Hhhoooiiii berani sekali kalian meninggalkan aku sendiri di sini." teriak Leon kesal.

__ADS_1


Ia mencoba menelepon supirnya berkali-kali namun belum ada jawaban.


"Aaarrrrgghhh sial, kau benar-benar cari masalah dengan ku. Aaanddrreee sialaaannn." umpat Leon.


__ADS_2