S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#100


__ADS_3

Andre berjalan pulang menuju apartemennya, ia mencoba saran yang telah di berikan oleh kekasihnya itu dan mencoba untuk membujuk ibunya. Tak lama di perjalanan ia tiba di rumah dan melihat rumah tampak sepi bagai tak berpenghuni. Ia mencoba mencari-cari di setiap sudut rumah untuk memastikan ada seseorang di rumah itu, dan menemukan adiknya yang sedang asik main Vidio game di kamarnya.


"Hei, kenapa rumah ini terasa sunyi? Kemana semua orang?" tanya Andre pada adiknya.


"Terakhir ku lihat ibu masuk ke kamar Ratih, mungkin dia sedang membujuk wanita itu." ucap Alex melanjutkan main gamenya.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran ibu sekarang, kenapa dia sangat mengharapkan Ratih menjadi istri ku." ucap Andre.


"Entahlah, setelah mengetahui kak Tiara menikah dengan orang lain ibu sangat terobsesi mencari calon menantu yang jauh lebih berkelas di bandingkan kak Tiara. Sepertinya ibu benar-benar berharap saat itu mas bisa menjadi suami kak Tiara." ucap Alex.


"Tapikan kenyataannya sekarang Tiara sudah menikah hidup bahagia bersama suaminya. Tidak mungkin aku bisa bersanding dengannya lagi ataupun berharap lebih kepadanya, melihat dia bahagia saat ini dengan keluarga kecilnya itu sudah cukup bagiku." ucap Andre.


"Aku sudah seringkali menjelaskannya kepada ibu, tapi sepertinya ibu benar-benar menutup mata dan telinganya dengan ucapanku itu." timpal Alex.


"Ah sudahlah, coba kamu pergi ke kamar ibu siapa tahu ibu ada di dalam kamar." perintah Andre.


Alex menuruti perkataan Indra dan pergi menuju kamar ibunya, dia mencoba mengetuk pintu kamar untuk memastikan ibunya ada di dalam kamar.


Tok.... Tok.... Tok.....


"Ibu, apa ibu di dalam kamar?" tanya Alex.


tidak ada sahutan dari dalam kamar, dan Alex mencoba mengetuknya sekali lagi.

__ADS_1


Tok.... Tok.... Tok....


"Ibu...." ketuk Alex lagi.


"Ada apa kamu memanggil ku? Aku sedang beristirahat sebentar." ucap ibu sambil membuka pintu.


"Ah tidak, aku hanya memastikan ibu tidak pergi kemana-mana. Karena tadi aku lihat seperti ya ibu pergi ke kamar Ratih." ucap Alex.


"Aku hanya melihat keadaannya, aku merasa tidak enak karena Andre membentaknya tadi pagi. Mau bagaimanapun dia adalah seorang gadis, tidak seharusnya mas mu memperlakukan seorang wanita seperti itu." ucap ibu Andre.


Alex hanya diam dan tidak merespon sedikitpun ucapan dari ibunya itu, ia yakin semakin banyak ia merespon semakin ibunya beralasan. tak lama kemudian Andre keluar dari kamar Alex dan melihat perbincangan antara ibunya dan Alex.


"Ah kau sudah pulang Andre? Apakah ingin makan sesuatu? Ibu akan membuatkannya sekarang" tanya ibu Andre.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu ibu akan pergi ke kamar Ratih dan memintanya untuk bersiap-siap." ucap ibu Andre.


"Tidak bisakah kita pergi hanya dengan keluarga kita saja tanpa orang lain? Aku ingin menghabiskan waktuku dengan kalian, karena sudah lama tidak berjumpa." tanya Andre.


"Menurutku itu ide yang bagus kita memang sudah lama tidak berjumpa dan harusnya menghabiskan waktu bersama-sama." ucap Alex.


Ibu Andre menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak, apa yang dikatakan oleh anaknya ada benarnya juga karena sudah hampir beberapa tahun ini Andre tidak pulang ke Indonesia untuk menemuinya.


"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan aku akan bersiap-siap sebentar. Tapi sepertinya aku harus mengatakan sesuatu kepada Ratih, aku takut dia mencari kita saat kita pergi nanti." ucap ibu Andre.

__ADS_1


Andre dan Alex membiarkan ibunya pergi untuk menemui Ratih, setidaknya ibunya mau pergi dengan mereka tanpa membawa Ratih. Namun belum sempat ibunya menuju ke kamar Ratih ternyata Ratih sudah keluar dari kamarnya dan mendengar perkataan mereka.


"Kalian pergilah aku tidak apa-apa di rumah lagi pula pekerjaanku sangat menumpuk. Selamat bersenang-senang." ucap Ratih santai.


"baguslah jika pekerjaan yang sangat banyak, kami bisa menghabiskan waktu keluarga bersama tanpa gangguan dari orang luar." ucap Andre sinis.


Ratih tidak memperdulikan ucapan Andre, ia melewati Andre menuju dapur.


"Baiklah kalau begitu ibu akan berganti pakaian terlebih dahulu. Kalian tunggu ibu sebentar ok." ucap ibu Andre bersemangat.


"Tentu, ibu harus mengenakan pakaian yang trendi. Karena saat ini kita akan berjalan-jalan di kota Paris, aku tidak sabar untuk melihat-lihat." ucap Alex bersemangat.


"Memang apa yang ingin kau lihat?" tanya Andre heran.


"Mas tidak tau? Aku ingin melihat menara Eiffel, aku ingin berselfie di sana dan memasukan foto ku di sosial media. Agar teman-teman kantor iri kepada ku." ucap Alex menyombongkan diri.


"Ah yang benar saja, kau jauh-jauh kesini tujuan mu hanya untuk dapat berfoto di menara Eiffel?" tanya Andre.


"Itu tujuan utama, tapi aku juga da tujuan-tujuan lainnya." ucap Alex bersemangat.


"Sudahlah, aku yakin apapun tujuan mu itu pasti tidak ada satupun yang layak di katakan sebagai tujuan yang baik." ucap Andre meninggalkan adiknya yang masih berkhayal.


"Eh mas.... Tunggu aku." teriak Alex menyusul Andre.

__ADS_1


__ADS_2