
Ibu Andre menyusul anaknya ke dalam kamar, ia membuka pintu secara perlahan dan menatap anaknya yang sedang duduk diatas kursi sambil memainkan ponsel.
"Nak, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu kepada seorang wanita? Bagaimana kau bisa mendapatkan jodoh jika kau berkata kasar seperti itu, dia hanya sedikit dimanja oleh keluarganya jadi tidak mengerti dengan pekerjaan rumah. Kau akan memahaminya jika kau sudah mengenalnya jauh lebih baik." ucap ibu Andre.
Andre menatap ibunya dengan tatapan kesal, dia benar-benar tidak habis pikir apa yang ada dalam pikiran ibunya. Bagaimana bisa dia tidak melihat kebaikan dari sisi Lucy, dan menutup mata tentang keburukan sikap Ratih.
"Aku tidak ingin berdebat dengan ibu, aku bahkan tidak mengerti jalan pikiran ibu. Jelas-jelas dia sedang memanfaatkan ibu, tapi dengan gamblangnya ibu mengatakan itu hal biasa karena dia seorang gadis kecil yang dilahirkan dari keluarga kaya. Apa ibu sangat menyukai perdebatan antara kita terjadi, aku benar-benar tidak mengerti lagi. Aku menjadikan keluarga ini keluarga yang terhormat, aku bahkan merelakan banyak kesempatan demi memperbaiki ekonomi keluarga dan menjadikannya keluarga yang terpandang. Tapi semua itu sia-sia hanya karena keinginan ibu agar aku dapat menikah dengan wanita yang tidak menghargai orang tuaku sama sekali. apakah ibu sudah tidak mempunyai harga diri lagi? Sampai-sampai rela diperlakukan seperti ini oleh wanita yang barusan kita kenal?" ucap Andre marah.
ibu Andre duduk di pinggiran kursi dan menggenggam tangan anaknya itu, ia mengusap lembut punggung tangan Andre sambil menatap tajam ke bawah.
"Bagaimana bisa ibu menutup mata ibu akan kebaikan Lusi, padahal kemarin ibu sudah merendahkannya habis-habisan. Tapi apa? Dia tetap dengan cekatan membantu ibu menyelesaikan masakan dan membereskan semuanya agar ibu tidak perlu membereskannya lagi. Dia mungkin tidak memiliki status sosial yang tinggi, tapi dia memiliki hati yang jauh lebih baik dibandingkan orang lain. Dan dia dapat menghargai perasaan orang lain walaupun orang lain telah menyakitinya." ucap Andre sendu.
"Aku mengerti, bahkan aku telah melihat perlakuan Lucy kepadaku. Tapi aku hanya ingin membantumu agar tidak dicemooh oleh orang lain dengan status sosial istrimu nantinya. bagaimana bisa seorang CEO sepertimu mendapatkan seorang istri yang hanya lulusan SMA dan tinggal di pinggiran kota." ucap ibu Andre.
"sejak kapan ibu terlalu menyukai perkataan orang lain? Sepertinya status sosial sekarang telah mengubah ibu ku yang dulu, ibuku yang selalu rendah diri dan ramah terhadap orang di sekitarnya walaupun ia tidak kenal sekalipun." ucap Andre sambil berdiri meninggalkan ibunya.
__ADS_1
"kamu mau ke mana?" tanya ibu Andre.
"Apakah ibu tahu? Seharusnya hari ini kita pergi berjalan-jalan dan menikmati waktu libur ku. Lucy memintaku untuk membawa kalian semua pergi berjalan-jalan menikmati kota hari ini. Tapi sepertinya ibu lebih menyukai wanita itu dibandingkan dengan ku, jadi lebih baik aku pergi ke kantor dan menyelesaikan pekerjaanku." ucap Andre pergi.
"Andre jangan seperti itu, ibu tidak pernah ada niat untuk jahat padamu." ucap ibu Andre.
Namun Andre tidak mendengarkan kata-kata ibunya dan tetap pergi meninggalkan apartemennya menuju kantor. Ia benar-benar merasa kesal karena ibunya selalu membela wanita yang sama sekali tidak pernah di lihatnya dan kini berada di dalam rumahnya. Ini pertama kalinya ia berdebat hebat dengan ibunya sampai meninggalkannya sendirian tanpa menoleh sedikitpun kearah ibunya.
"Andre apa kau ingin menjadi anak durhaka membantah ucapan ibumu ini? Sabarlah kau tidak akan bisa bersatu dengan wanita itu, jika kau terus mengikutinya kau akan menjadi seorang murtad. Aku dari kecil mendidikmu dengan ajaran agama yang kuat, bagaimana bisa kau lemah hanya karena seorang wanita yang beda keyakinan dengan kita." teriak ibu Andre.
"Apakah ibu kini membawa agama dalam memilih calon istriku? Bagaimana dengan hukum istri yang tidak ingin meninggalkan perintah dari suaminya? Apakah dia rela untuk meninggalkan pekerjaannya dan ikut dengan ku disini? Dan bagaimana hukumnya jika menantu yang durhaka terhadap mertuanya? Apakah ibu terima jika ibu dijadikan pembantu olehnya setelah aku menikah dengannya? Sebelum ibu membawa agama ke dalam hubungan, coba ibu perhatikan dulu adab dari calon menantu ibu." ucap Andre.
Ibu Andre benar-benar terdiam, ia tak bisa melawan satu katapun dari setiap ucapan yang keluar dari mulut anaknya itu. Hampir seluruh apa yang di katakan oleh Andre ada benarnya, namun ia tidak bisa menerima begitu saja jika Lucy masuk ke dalam keluarganya.
"Sadarlah Bu, semua mahluk di bumi ini sama rata di hadapan Tuhan. Jangan karena harta ibu menjadi angkuh dan tidak ingin melihat kenyataannya." ucap Andre.
__ADS_1
Andre pergi meninggalkan ibunya, sedangkan ibu Andre hanya dapat menatap kepergian anaknya itu yang semakin lama semakin menjauh dan tak nampak di matanya. Ibu Andre terduduk di sofa sambil memijit-mijit keningnya.
"Apa ibu punya hobi baru?" tanya Alex tiba-tiba.
"Apa maksud dari ucapan mu itu? Lebih baik kau pijit kepala ibu. Aku benar-benar pusing di buat oleh kakak mu itu." ucap ibu Andre.
"Ya, sepertinya ibu hobi bertengkar dan berdebat dengan mas Andre sekarang. Ibu sepertinya lupa dengan sifat asli mas Andre yang sama sekali tidak suka di kekang." ucap Alex mengambil alih untuk memijit kepala ibunya.
"Sudahlah, saat ini aku juga tidak ingin berdebat dengan mu." ucap ibu Andre kesal.
"Ibu sendiri yang membuat diri ibu dalam keadaan sulit, coba kalau ibu dapat dengan santai menerima kekasih mas Andre. Mungkin ibu tidak harus bertengkar dengan dia." ucap Alex.
"Kau masih kecil, kau tidak akan mengerti dengan apa yang aku lakukan saat ini. Ini semua juga demi kebaikan mas mu dan martabat mas mu." ucap ibu Andre.
Alex hanya bisa diam mendengar ucapan dari ibunya itu, ibu dan Andre memiliki sifat yang sama-sama keras kepala jadi sangat sulit untuk membuat keduanya berdamai.
__ADS_1