S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#42


__ADS_3

Leon adalah sahabat dari Andre semasa kuliah di Paris. Mereka satu asrama bahkan berbagi tempat tidur yang sama selama kuliah. Kerendahan hati Andre membuat Leon yang seorang anak dari mafia terkenal mengagumi sikap sahabatnya itu. Ia Bahakan membatu segala urusan Andre saat di Paris.


Awalnya Andre merasa takut untuk berteman dengan Leon dengan mengingat pekerjaan ayahnya. Namun Leon meyakinkan Andre ia tidak pernah ada niat jahat kepada Andre dan benar-benar ingin menjadi sahabatnya. Dengan berbagai macam pembuktian, akhirnya Andre menerima Leon kembali sebagai sahabatnya. Kini Leon pun sudah bekerja di sebuah perusahaan milik ayahnya dan juga meneruskan pekerjaan ayahnya itu.


Leon melihat foto dan beberapa informasi yang sudah di kirim Andre di email-nya. Ia benar-benar penasaran wanita seperti apa yang membuat Andre turun tangan dan memintanya untuk membereskan 'penganggu' wanitanya itu.


"Baiklah, aku sudah mendapatkan informasi data dan fotonya. Kita bergerak malam ini. Aku ingin melihat wajah tua bangka ini memohon ampun karena telah berani menganggu wanita sahabat ku." ucap Leon kepada anak buahnya.


Mereka pun bergerak menuju sebuah club' malam di pinggir kota. Tak butuh waktu lama bagi Leon menemukan lokasi dan orang yang ia cari. Setibanya di club' itu ia masuk dan melihat-lihat sekeliling.


Banyak wanita-wanita PSK yang merayunya dan menggodanya untuk di ajak berkencan. Namun karena tuannya saat ini berbeda Leon tidak menanggapi godaan wanita-wanita tersebut.


Tak lama ia mencari, ternyata target sasarannya saat ini sedang menikmati perjudiannya dengan di dampingi wanita-wanita muda di sekelilingnya. Leon pun tanpa rasa ragu menghampiri lelaki tua itu.


"Waahhh, sepertinya kau sangat menikmati kehidupan mu di sini." ucap Leon mengacaukan permainan.


"Hei siapa kau? Berani sekali kau menganggu kesenangan kami." ucap Boris yang tak lain adalah ayah dari Lucy.


"Wahh, Boris Macheda kau benar-benar tergila-gila dengan perjudian ini ternyata. Sepertinya kau mempunyai uang yang sangat banyak untuk ini semua." ucap Leon memancing amarah Boris.

__ADS_1


"Berhenti berbicara omong kosong. Pergi dari sini dan jangan menganggu kesenangan orang." ucap lelaki tua itu.


"Apa kau yakin kau akan menang? Sepertinya kau sangat tidak beruntung malam ini tuan Boris. Bagaimana jika aku memberikan tawaran menarik untuk mu." ucap Leon sambil tersenyum licik.


"Berhenti memandang rendah ku, kau pikir aku tidak memiliki uang? Anak ku bekerja di sebuah perusahaan besar dan mempunyai pacar seorang CEO. Jika masalah sedikit uang ini aku bisa saja dengan mudah memintanya." ucap Boris sombong.


"Wahh, kau benar-benar ayah yang perhatian. Kau sampai tau kalau anak ku mempunyai pacar seorang CEO. Sepertinya kau sangat senang menjual anak mu itu kepada lelaki kaya." ucap Leon menyindir.


"Berhenti berbicara omong kosong. Pergi dari sini, aku tidak ada urusan apapun dengan kalian " ucap Boris kesal.


"Aku kemari hanya untuk mengingatkan mu untuk berhenti menemui Lucy dan meminta uang kepadanya lagi. Bahkan kau harus melupakan jika kau memiliki anak bernama Lucy." perintah Leon.


"Ya, tapi bukankah kau sudah menjualnya kepada David? jadi dia bukan lagi milik mu. Barang yang sudah kau jual, bagaimana mungkin tetap menjadi milik mu bukan?" tanya Leon dengan pandangan tajam.


Boris terdiam mendengar ucapan dari Leon, entah dari mana orang ini tau jika ia menjual anaknya kepada David. Namun ia tidak peduli, bagaimanapun ia harus tetap mempertahan kan Lucy sebagai lumbung emas yang dapat ia korek saat ia butuh.


"Tapi dia sudah bebas dari David dan itu artinya dia bukanlah budak dari David lagi. Jadi aku sebagai ayahnya berhak untuk menemuinya kapan pun aku mau." ucap Boris.


"Entah kau tidak tau atau kau berpura-pura tidak tau? Jika Lucy sudah di tebus oleh orang lain dan membuatnya hidup bebas. Bukan bebas dengan sendirinya. Dalam Martian, anak mu itu sudah di beli dengan majikan yang baru." ucap Leon menjelaskan.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, orang yang menebus Lucy tidak memberikan sepeserpun kepada ku. Berarti itu tidak sah." ucap Boris bertahan.


"Baiklah Boris, di dalam kartu ini terdapat uang yang lebih dari cukup untuk memulai hidup baru di sebuah kota kecil. Aku harap kau menerimanya dan pergi menjauh bahkan kalau bisa tidak menampakkan wajah mu itu ke Lucy lagi. Aku yakin kau akan hidup dengan layak dan menikmati sisa umur mu ini." ucap Leon memberi tawaran.


Boris terdiam mendengar ucapan Leon, matanya tertuju pada kartu yang saat ini di pegang oleh Leon. Ia yakin jika di dalam kartu itu berisi sangat banyak uang dan dapat ia nikmati seumur hidupnya. Namun Boris yang licik tidak ingin melepaskan Lucy begitu saja, ia ingin mendapatkan lebih banyak dari itu semua.


"Kau pikir aku akan tertarik dengan uang mu itu? Aku yakin Lucy mempunyai lebih banyak di banding yang ada di dalam kartu itu." ucap Boris sombong.


"Jangan menguji batas kesabaran ku. Aku terlalu murah hati untuk tawar menawar dengan manusia seperti mu." ucap Leon yang mulai kesal.


"Lebih baik kau pergi dan jangan mengurusi urusan ku dengan putri ku, lebih baik kau pulang dan katakan pada orang yang menyuruh mu untuk menyogok ku ini. Katakan padanya aku tidak akan melepaskan putri ku dengan mudah." ucap Boris tersenyum licik.


Leon yang habis kesabaran menodongkan sebuah pistol ke kepala Boris dan sontak membuat semua yang melihat termasuk Boris menjadi ketakutan. Leon meletakan kartu yang berisikan uang dan sebuah kartu namanya di atas meja judi.


"Kau tidak dapat memilih apapun lagi Boris, aku sudah memberikan nasehat yang baik untuk mu dan hidup mu. Tapi jika kau tidak mendengarkan ku, jangan salahkan aku untuk menjemput ajal mu lebih cepat." ancam Leon.


Leon yang saat ini di todong dengan senjata benar-benar merasa ketakutan dan gemetar di sekujur tubuhnya. Ia terpaksa mengambil kartu yang di atas meja dan mengantonginya dengan tangan gemetar.


Melihat akan hal itu, Leon pun menarik kembali pelatuknya dan menyimpan senjatanya ke asal. Ia tersenyum sinis ke arah Boris yang pucat pasi karena ketakutan dan meninggalkannya sendiri.

__ADS_1


Boris melihat kepergian Leon dan mencoba mengatur nafasnya. Ia berlari dari meja judi menuju toilet untuk membasuh muka dan mencoba menenangkan diri akan ketakutan yang luar biasa. Setelah mencuci mukanya, ia melihat kedua kartu yang di berikan pemuda yang tidak ia kenal tadi. Sebuah kartu ATM dan kartu nama. Alangkah terkejutnya Boris saat mengetahui kartu nama itu bertuliskan nama 'Leon DR' yang berartikan ia adalah ketua geng mafia di kota Paris. Tubuh Boris kembali bergetar hebat dan rasa takutnya mencuat keluar sehingga membuatnya sulit untuk berjalan keluar dari toilet.


__ADS_2