
Andre membawa Lucy ke sebuah rumah sakit dan menggendongnya masuk ke dalam. Dengan sedikit berlari ia masuk ke ruangan rumah sakit dan meminta pertolongan medis.
"Tolong, ada yang terluka." ucap Andre.
Melihat hal itu, para perawat yang berjaga segera mengambil alih tubuh Lucy dan membaringkannya di kasur ruangan emergency.
"Tuan, anda bisa menunggunya di luar. Kami akan memeriksanya dulu." ucap seorang perawat.
"Baiklah, tolong selamatkan dia." ucap Andre.
Andre duduk di kursi yang sudah di sediakan. hampir dua jam ia menunggu belum juga ada tanda-tanda perawat atau dokter keluar dari ruangan itu.
"Kenapa lama sekali? Kalau wanita itu tidak bisa di selamatkan, aku akan masuk ke dalam sebuah masalah yang besar. Terlebih lagi aku bahkan tidak mengenal siapa namanya." batin Andre sambil menengadahkan kepalanya ke langit-langit rumah sakit.
Tak lama ia berkeluh kesah, seorang dokter dan perawat keluar dari ruangan emergency dan menghampiri Andre. dengan cepat Andre bangkit dan mendekat ke arah mereka.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Andre.
"Dia mengalami banyak luka dan pendarahan di dalam tubuh yang hebat. Hampir seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan memar, untung saja segera anda bawa ke mari. Apa kau saudaranya?" tanya dokter itu setelah menjelaskannya.
"Bukan, saya menemuinya pingsan di pinggir jalan sepulang dari perjalanan rumah teman." ucap Andre berbohong.
"Baiklah, aku rasa dia di pukul oleh gerombolan preman atau pacarnya. Terima kasih sudah membawanya ke sini secepat mungkin." ucap dokter itu.
"Jadi, apa saya bisa meninggalkannya di sini sendiri? Saya akan membeli beberapa pakaian untuknya dan juga kebutuhannya selama di rawat." ucap Andre.
__ADS_1
"Ya tentu, setelah ini wanita itu akan di pindahkan ke ruang rawat pasien. Akan ada perawat yang menunggu di sana selama kau pergi." ucap dokter sambil tersenyum.
Andre mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan rumah sakit menuju sebuah toko pakaian.
"Aku butuh beberapa pakaian wanita, tolong bungkusan untuk ku." ucap Andre kepada penjaga toko.
Melihat ucapan Andre mereka bergegas memilih beberapa pakaian wanita dan membungkusnya. Setelah membayarnya, Andre membeli beberapa makanan dan minuman lalu kembali lagi ke rumah sakit.
"Maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama." ucap Andre kepada seorang perawat yang menjaga Lucy di ruangan itu.
"Tidak masalah, kondisinya saat ini sedikit membaik. Mungkin dua atau tiga jam lagi dia akan sadar, jangan lupa memberinya makan dan obat." ucap perawat itu.
"Baiklah, aku akan mengingatnya." ucap Andre sambil mengangguk.
"Kalau begitu saya akan meninggalkan kalian, jika ada apa-apa anda bisa menekan tombol ini. Perawat akan datang segera jika anda menekannya." jelas perawat itu.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Kenapa aku harus repot-repot mengurusnya?" gumam Andre sambil meletakan roti ke atas meja.
Andre mendekati tubuh Lucy yang masih belum sadarkan diri. Ia mencoba melihat dengan jelas wajah wanita yang sudah membuatnya banyak mengeluarkan uang secara cuma-cuma.
Lucy memiliki wajah yang imut, dengan bibir tipis dan hidung tidak terlalu mancung. Bulu matanya lentik dan di tambah pipinya yang merona pink alami. Rambutnya coklat bergelombang dengan panjang sebahu.
"Ya, ku akui kau cantik. Tapi dia lebih dari apa pun." gumam Andre lagi sambil mengingat cinta pertamanya.
Andre adalah seorang laki-laki biasa sebelumnya, dari sebuah keluarga yang masih tergolong menengah kebawah. Ia bersekolah dan di besarkan oleh seorang yang kaya raya di kampungnya bernama pak Kardi. Bukan hanya dia yang di sekolahkan, adik-adiknya pun ikut di sekolahkan. Pak Kardi memiliki hampir seluruh perkebunan yang ada di kampungnya dan juga baik hati. Ia bersama istrinya juga mempunyai seorang anak wanita yang seumuran dengan Andre dan masuk di sekolah yang sama dengannya. Nama anak pak Kardi itu adalah Tiara.
__ADS_1
Awalnya Andre hanya menganggap Tiara sebagai adiknya, karena sifatnya yang cenderung manja dan keras kepala. Tak jarang Andre membantu Tiara mengerjakan tugas sekolah dan bermain bersama. Dan lama kelamaan, Andre merasakan perasaan aneh dalam dirinya jika tidak berjumpa dengan Tiara barang kali sehari. Banyak cara dan alasan yang di lakukan Andre agar dapat berjumpa dan bermain bersama Tiara setiap hari. Sampai saat kelulusan SMA ia mendapatkan tawaran kuliah ke luar negeri. Dengan bersemangat Andre mengambil kesempatan itu demi mengubah derajat keluarganya. Dengan harapan jika ia sukses ia akan melamar Tiara dan menikahinya.
Namun apa yang ia harapkan tidaklah sesuai dengan kenyataan. Tiara yang kuliah di kota dan dia yang di luar negeri membuat komunikasi mereka terputus dan tidak pernah berhubungan lagi. Terakhir, ia mendengar kalau Tiara sudah menikah dengan laki-laki lain. Dan berita itu membuat Andre berfikir mundur untuk mengejar Tiara yang selama ini ia perjuangkan.
Setelah sukses ia kembali ke indonesia, namun bukan sebagai Andre yang dulu. Kini dia adalah seorang CEO dari beberapa perusahaan yang ada di Indonesia dan mengembangkan usahanya di Paris.
Andre mencoba mencari tau keberadaan dan kondisi Tiara saat itu yang ternyata pernikahan Tiara dalam ambang kehancuran karena suaminya berselingkuh. Karena rasa cintanya kepada Tiara yang melebihi apapun Andre menemui Tiara dan mencoba menghiburnya. Sebisa mungkin ia menyenangkan hati wanita pujaannya itu demi mendapatkan simpatik dari dirinya. Namun saat Andre mengutarakan isi hatinya, Tiara menolak karena hanya menganggap Andre sebagai sahabat kecilnya dan tidak bisa menganggap Andre lebih dari itu.
Penolakan Tiara benar-benar membuat Andre terpukul dan sedikit sakit hati. Namun karena ia takut untuk bermusuhan dengan Tiara, ia menerima status sahabat yang di lontarkan Tiara kepadanya. Setidaknya ia masih bisa melihat dan mengunjungi Tiara sesekali nantinya.
Andre kembali tersadarkan dan bangkit dari duduknya. Tiba-tiba jemari Lucy yang lentik bergerak dan membuat Andre langsung melihat kearah wajahnya. Benar saja, ternyata Lucy sudah sadar namun masih sedikit lemah.
Andre bergegas memanggil perawat dan dokter, untuk memberitahukan keadaan Lucy.
"Apa kau merasa kurang nyaman? Tunggu sebentar, dokter akan kesini secepatnya." ucap Andre kepada Lucy yang masih lemah.
"Aku hanya haus tuan, bisakah aku meminta sedikit air?" tanya Lucy.
"Aku akan memberikannya nanti, kau harus di periksa terlebih dahulu." ucap Andre.
Tak lama dokter bersama beberapa perawat masuk ke dalam ruangan itu dan memeriksa keadaan Lucy. Andre menunggunya sedikit jauh di antar mereka.
"Kondisinya sudah mulai stabil. Dia sudah melewati masa kritis." ucap dokter kepada Andre.
"Baiklah, terima kasih dok." ucap Andre.
__ADS_1
"Berikan obat ini setelah ia makan dan juga jangan terlalu banyak bergerak." saran dokter.
Andre mengangguk mendengar ucapan dokter, dan mereka pun meninggalkan Andre dan Lucy di ruangan itu.