S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#84


__ADS_3

Tak berapa lama mereka menunggu pesawat yang dinaiki oleh ibu dan adik Andre mendarat di bandara dengan selamat. Andre berdiri dari sofa sambil memandang ke arah pintu kedatangan penumpang, dengan perasaan cemas namun bahagia ia menatap kearah itu tanpa memandang ke arah lain. Tak lama kemudian sosok yang sangat ia kenal sedari kecil itupun muncul dengan senyum khasnya dan segera di hampiri oleh Andre. Ia mencium kedua tangan ibunya lalu memeluk ibunya dengan perasaan rindu yang teramat dalam.


"Aku merindukan ibu, senang rasanya saat ini ibu berada di hadapan ku." ucap Andre sambil memeluk ibunya.


"Memangnya kamu punya harapan lain? Aku memang harus sampai di hadapan mu seperti ini agar aku dapat melihat wajah mu." ucap ibunya sambil mengelus kepala Andre lembut.


Andre melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Alex yang masih kagum dengan keadaan bandara di kota Paris. Ini kali pertama baginya untuk mengunjungi Paris setelah sekian lama ia mengurus perusahaan Andre di Indonesia.


"Hei, apa kau ingin tinggal di bandara ini? Cepat ambil koper." perintah Andre kepada adiknya.


"Tidak bisakah aku menikmati pemandangan ini sebentar, kau hanya mengganggu kesenangan ku." ucap Alex sambil cemberut.


"Ah, ibu kenalkan, ini Lucy." ucap Andre memperkenalkan Lucy.


Lucy mengulurkan tangannya ke arah ibu Andre, namun tidak langsung di sambut oleh ibunya itu. ibu itu menatap wajah Lucy dan beralih ke pakaian wanita muda itu. Dengan senyum ceria Lucy masih mengulurkan tangannya berharap ibu Andre juga menjabat tangannya.


"Bu..." sapa Andre.


"Ah, maaf. Saya ibu dari Andre." ucap ibu menjabat tangan Lucy.

__ADS_1


"Ya senang dapat berkenalan dengan anda nyonya." ucap Lucy sopan.


Ibu Andre hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Lucy, ia melihat kesana kemari seakan-akan mencari-cari sesuatu yang hilang dari pandangannya. Melihat itu Andre pun penasaran dan bertanya kepada ibunya.


"Ibu mencari siapa?" tanya Andre.


"Ah tidak, perasaan yang kamu sering cerita itu namanya Luna. Ibu kira dia ikut menjemput, karena kau sering menceritakannya." ucap ibu Andre.


"Oh, dia membantu ku mengurus perusahaan untuk beberapa minggu ini." ucap Andre ringan.


"Kau harus mengenalkan aku dengan Luna secara langsung, aku tau kau sudah banyak menyusahkan dia selama di Paris." ucap ibu Andre.


"Tunggu sebentar, ibu tidak hanya bersama dengan Alex ke mari." ucap ibu Andre.


"Ibu membawa siapa lagi ke sini?" tanya Andre penasaran.


"Kau akan mengetahuinya setelah melihat orangnya nanti." ucap ibu.


Alex kembali menghampiri mereka sambil membawa beberapa koper di sebuah troli tempat koper di letakan. Andre pun berjalan mendekati Alex dan berdiri di samping adiknya itu.

__ADS_1


"Hei, apa kalian membawa orang lain juga ke sini?" tanya Andre berbisik kepada adiknya itu.


"Ya, ibu membawa seorang wanita." ucap Alex polos.


Andre terkejut mendengar pengakuan dari adiknya itu. Bagaimana bisa ibunya mempunyai rencana seperti itu di saat ia kini sudah memiliki pasangan. Dan nampaknya ibunya juga tidak terlalu suka dengan Lucy yang sedari tadi tidak banyak bicara.


"Nah itu dia. Ratih..." panggil ibu Andre pada seorang wanita muda.


Wanita yang bernama Ratih itu pun mendekat dan tersenyum ke arah mereka.


"Andre, sini. Kenalin, ini Ratih. Dia adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia. Dan akan menjadi kepala rumah sakit di daerah kita." ucap ibu Andre mengenalkan Ratih kepada Andre.


Andre memandang Lucy yang menahan senyum kecutnya, ia yakin Lucy sangat terganggu dengan hal yang di lakukan oleh ibunya ini. Namun ia juga tidak bisa menolak keinginan ibunya, toh ini hanya sekedar berkenalan.


"Oh, senang bertemu dengan mu. Aku Andre." ucap Andre menjabat tangan Ratih.


"Senang juga dapat bertemu dengan anda." ucap Ratih sopan.


"Baiklah, ayo kita pulang. Aku yakin kalian juga belum makan siang, aku akan membawa kalian makan terlebih dahulu." ucap Andre.

__ADS_1


Merekapun pergi keluar dari bandara menuju tempat parkir mobil. Lucy mengikuti langkah Andre dan yang lain dengan langkah sedikit lebih lambat. Melihat akan hal itu, Andre menggandeng tangan Lucy dan menggenggam erat tangan kekasihnya yang kini merasa tidak percaya diri.


__ADS_2