
Luna terdiam mendengar ucapan Leon, dia terheran-heran mendengar ucapan Leon. Entah yang di katakan Leon itu dalam kondisinya yang sadar atau tidak, Luna sama sekali tida mengerti.
"Leon..." ucap Luna terputus.
"Aku tidak meminta mu menjawabnya saat ini juga, hanya saja aku memperjelas perasaan ku dan ingin memberitahumu yang sebenarnya." ucap Leon menyela ucapan Luna.
"Leon, aku akan mencobanya dengan mu." ucap Luna singkat namun pasti.
Leon terdiam sesaat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Luna, ini benar-benar bukan seperti Luna yang biasa ia kenal. Biasanya ia pasti akan memikirkannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
"A-apa kau serius dengan ucapan mu?" tanya Leon meyakinkan.
"Itu tergantung dengan mu, jika kau serius dengan ucapan dan perasaan mu aku pun akan serius." ucap Luna.
"Aku akan memegang ucapan ku dan serius dengan itu semua." ucap Leon sambil mengangkat tangan kanannya berjanji kepada Luna.
Luna tertawa melihat tingkah laku Leon yang seperti anak kecil di hadapannya. Ini pertama kali ia melihat sosok Leon seperti itu.
"Baiklah kalau begitu aku turun dan kamu juga pulanglah, istirahat. Besok kau harus kembali bekerja bukan?" tanya Luna.
"Yah baiklah tuan putri, aku akan menunggu mu di sini sampai kau masuk ke dalam. Aku ingin memastikan jika kau masuk ke dalam apartemen mu dengan aman." ucap Leon.
Luna turun dari mobil dengan senyuman yang merekah di bibirnya. Leon melihat luna yang berjalan menjauh dari mobilnya dengan pandangan bahagia.
"Luna...." teriak Leon tiba-tiba.
Ia masih di dalam mobil hanya kepalanya yang menyembul keluar dari jendela mobil. Luna yang mendengar teriakan Leon membalikan badan dan menoleh ke arah Leon.
"Apa ada hal lain yang belum kau sampaikan pada ku?" tanya Luna.
"Aku hanya ingin memastikan, jadi hari ini kita resmi jadian bukan?" tanya Leon berterus terang.
__ADS_1
Luna yang mendengar ucapan Leon langsung salah tingkah dan seketika pipinya memerah karena tersipu malu. Ia hanya menjawab ucapan Leon dengan anggukan dan berlari meninggalkan Leon. Leon tertawa melihat Luna yang malu-malu seperti itu, setelah memastikan Luna masuk ke dalam gedung apartemennya Leon langsung memutar mobilnya untuk meninggalkan apartemen itu menuju rumah.
"Ahh dia begitu imut saat malu-malu seperti tadi." gumam Leon mengingat reaksi Luna.
Luna telah berada di dalam apartemennya, ia segera mengambil gelas dan mengisinya dengan penuh air. Ia langsung meminum air itu tanpa menyisakan setetes pun di dalam gelas lalu duduk di kursi meja makan. Luna meraba dadanya yang tiba-tiba berdetak kencang dan teringat dengan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Leon.
"Aaarrrrgghhh apa yang terjadi pada ku? Ini benar-benar memalukan." teriak Luna sambil mengacak-acak rambutnya.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan ternyata itu adalah sebuah pesan dari Leon. Dengan cepat ia membuka ponselnya dan membaca pesan yang di kirim oleh Leon.
"Aku baru saja sampai di rumah, bagaimana dengan mu sekarang? Apa yang kau kerjakan saat ini?" tulis Leon.
Luna tersenyum melihat pesan yang di kirim oleh Leon, ini pertama kali Leon mengirim pesan kepadanya selain menanyakan keberadaan Andre.
"Aku akan bersiap-siap untuk membersihkan wajah dan pergi mandi. Syukurlah kau sampai dengan selamat." ucap Luna yang bingung ingin membalas apa kepada Leon.
Seperti yang di janjikan, Andre dan Lucy kini telah tiba di sebuah taman hiburan dan sedang menunggu kedatangan teman-teman yang lain. Inisiatif Andre untuk mengajak Lucy ke taman bermain hari ini membuat Lucy bersemangat dan melupakan sedikit masalah ibu Andre yang pemilih. Sudah hampir setengah jam Andre dan Lucy menunggu namun belum ada tanda-tanda kedatangan dari teman-teman yang lain, hal itu membuat Andre jenuh karena ia yang tidak biasa menunggu.
"Kau tau, ini pertama kali aku sebagai seorang bos menunggu. Jika ini dalam lingkup pekerjaan, kau pasti tau apa yang akan aku lakukan pada mereka." ucap Andre menahan amarah.
"Sudahlah, toh ini libur. Jadi kau harus lebih banyak memahami mereka, bisa jadi di jalan macet. Ayo aku belikan kamu ice cream." ucap Lucy sambil menarik tangan Andre.
Andre mengikuti ajakan Lucy dengan langkah malas namun ia menikmati sisi imut Lucy hari ini. Lucy selalu pandai dalam hal berpakaian dan bertingkah imut di hadapan Andre,hal itu yang membuat Andre tidak dapat berpaling darinya. Saat mengantri di kedai ice cream Andre di sapa oleh seorang wanita yang ternyata itu adalah Rosy.
"Maaf tuan Andre, saya terjebak macet jadi agak terlambat." ucap Rosy dengan napas tersengal-sengal.
"Untunglah kau datang sebelum aku memutuskan untuk pulang." ucap Andre dengan nada kesal.
Rosy benar-benar ciut mendengar ucapan ketus dari Andre, tapi hal itu sudah biasa di telinganya karena keseharian Andre yang temperamental di kantor. Tak lama kemudian Lucy datang dengan memegang dua ice cream di tangannya.
"Hai, kau sudah sampai? Mau ice cream?" tanya Lucy sambil menyodorkan salah satu ice cream di tangannya.
__ADS_1
Namun dengan cepat Andre mengambil es yang da di tangan Lucy dan sontak membuat Lucy terkejut.
"Bukankah ini milik ku, kau tidak bisa membagi ini dengan orang lain." ucap Andre.
Lucy terdiam melihat tingkah Andre dan tersenyum tidak enak dengan Rosy.
"Ahh kalau begitu ini saja untuk mu." ucap Lucy menyodorkan es yang lainnya.
Namun dengan cepat juga Andre menjilat ice cream itu dan membuat Rosy tak jadi mengambilnya.
"Kamu apa-apaan sih mas." ucap Lucy kesal.
"Aku hanya ingin mencicip punya mu, apa itu salah?" tanya Andre sok polos.
"Ahh sudahlah Lucy tidak apa-apa nanti aku bisa membelinya sendiri." ucap Rosy sungkan.
"Hmm baiklah kalau begitu, kenapa aku belum melihat Luna? Apa dia tidak datang bersama dengan mu?" tanya Lucy.
"Entahlah, dia tidak mengangkat telepon ku dari pagi tadi dan belum memberi kabar juga." ucap Rosy.
"Ya sudah kalau begitu kita tunggu sebentar lagi." ucap Lucy.
Tak lama mereka menunggu Luna tiba dan langsung menghampiri mereka, namun Luna tidak datang sendirian melainkan ada seorang laki-laki di sampingnya. Sosok lelaki yang tidak asing bagi Lucy dan Andre yaitu Leon.
"Kalian kenapa bisa datang bersama?" tanya Lucy heran.
"Kau kenapa ikut ke sini?" tanya Andre yang tak kalah heran.
"Aku ingin ikut bermain bersama kalian, apa tidak boleh? Dan kau, kau bahkan tidak mengajak ku sama sekali." ucap Leon sambil menunjuk ke arah Andre.
"Bukannya kau tidak suka pergi ke tempat seperti ini? Untuk apa aku mengajak mu?" tanya Andre.
__ADS_1