S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#133


__ADS_3

Nenek Grace di bantu oleh Lucy sedang menyiapkan makna malam. Sedangkan Andre yang baru saja selesai mandi dan keluar dari kamarnya kini duduk di sebuah sofa sambil menatap wajah Lucy yang sibuk menyiapkan makan malam. Ia tidak melihat sosok Boris di ruangan itu, sepertinya lelaki tua itu sedang menikmati rokoknya di luar rumah.


"Ini sudah selesai semua, ayo kita makan malam." ucap nenek Grace yang langsung duduk di kursinya.


"Ah baiklah, aku akan keluar memanggil ayah dan mengajaknya makan malam bersama." ucap Lucy.


"Tidak perlu memanggilnya, jika dia anggota keluarga ini pasti dia tau jam berapa makan malam di mulai. Dia bukan raja yang harus di panggil atau di suapi saat akan makan." ucap nenek Grace mencegah Lucy.


Lucy menghentikan langkahnya dan memberi isyarat kepada Andre agar duduk dan bergabung di meja makan bersama nenek. Andre yang mengerti dengan isyarat kekasihnya itu langsung menuruti dan duduk di samping nenek Grace.


"Kau sudah bekerja keras hari ini, makanlah yang banyak. Aku tidak ingin jika kau bercerita kelaparan saat mengunjungi wanita tua seperti ku kepada rekan-rekan mu kelak." ucap nenek Grace sambil mengambil semangkuk sup.


"Aku akan makan banyak dan tidak akan sungkan lagi nek. Aku benar-benar lapar hari ini, sudah cukup lama aku tidak bekerja keras seperti hari ini." ucap Andre bersemangat mengambil makanannya.

__ADS_1


"Bagus kalau begitu, setidaknya kau bisa di andalkan jika kau jatuh miskin nantinya." ucap nenek Grace.


Lucy duduk di sebelah nenek Grace di sisi lainnya dan berhadapan dengan Andre, namun sesekali ia melihat ke arah luar untuk memastikan ayahnya agar segera masuk dan tidak melewati makan malam bersama.


"Tidak perlu kau khawatir kepada lelaki tua itu, dia sudah cukup tua untuk di khawatirkan masalah makan. Jika ia lapar pasti akan masuk dan menyantap makanan di sini." ucap nenek Grace yang mengerti akan kegundahan cucunya itu.


"Baiklah nek, aku akan makan dan akan mendengarkan ucapan nenek." ucap Lucy yang kini mengambil makan malamnya.


Boris masih duduk di luar sambil menghisap rokoknya, ia sesekali melihat ke arah arloji di tangannya untuk memastikan jam makan malam. Namun tidak ada tanda-tanda jika Lucy ataupun nenek Grace memanggilnya untuk mengajak makan malam bersama.


Tak tahan dengan perutnya yang sudah semakin lapar, ia pun masuk ke dalam rumah dan benar melihat ibu dan anaknya beserta Andre sedang menyantap makan malam bersama tanpa mengingat dirinya yang sedari tadi di luar.


"Sepertinya kalian melupakan aku." ucap Boris sambil menyeret kursi dan duduk di hadapan nenek Grace.

__ADS_1


"Kau bukan orang baru di rumah ini yang harus di sediakan makan. Jika kau lapar, duduk dan makan makanan mu." ucap nenek Grace.


"Ibu, ayolah mau sampai kapan ibu akan membenci ku? Walau seperti ini, aku juga adalah seorang kepala rumah tangga yang harus kalian hormati." ucap Boris protes.


Nenek Grace menghentikan makannya dan menatap tajam ke arah anak lelaki semata wayangnya itu.


"Kau berbicara tentang kepala keluarga? Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan barusan?" tanya nenek Grace dengan nada kesal.


"Kenapa? Itu kenyataannya Bu, aku seorang laki-laki, seorang ayah." ucap Boris merasa benar.


"Ayah mana yang bisa meninggalkan istri beserta anaknya dan memilih hidup bebas tanpa memikirkan kehidupan yang layak bagi anak dan istrinya? Apa benar kau merasa diri mu itu adalah laki-laki? Kau bahkan tidak dapat mempertanggung jawabkan perbuatan mu dan melimpahkan semuanya kepada istri mu sampai dia meninggal. Apa kau layak di panggil seorang ayah?" tanya nenek Grace kesal.


"Ibu, itu sudah berlalu dan sekarang aku menyadarinya. Aku sekarang sudah jauh lebih baik dan hidup normal seperti manusia biasa, aku menyesali semua perbuatan ku dulu." ucap Boris mencoba membela diri.

__ADS_1


"Aku tidak yakin jika di dalam hati dan pikiran mu itu ada sebuah kata penyesalan." ucap nenek Grace yang kini melanjutkan makannya.


"Aku sudah bertobat Bu, jika ibu tidak percaya tanya saja pada Lucy, dia sendiri yang sudah menyadarkan ku dan membuat ku bertobat akan semua kesalahan-kesalahan yang selama ini ku buat." ucap Boris meyakinkan.


__ADS_2