S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#123


__ADS_3

Nenek Grace berjalan perlahan menuju gubuk tempat ia beristirahat saat di kebun, tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat sosok laki-laki berpakaian rapi namun karena pandangannya yang kurang jelas ia tidak dapat memastikan siapa laki-laki itu. Ia tidak terlalu memperdulikan lelaki itu dan melanjutkan langkahnya menuju gubuk.


"Lucy, sepertinya langkah kakimu sudah tidak secepat dulu. Kini kau sangat lamban menyusul aku yang sudah renta ini." ucap nenek Grace.


Lucy yang dari kejauhan tidak terlalu jelas mendengar ucapan neneknya itu hanya dia dan tidak menjawabnya. Ia melihat ke arah Andre yang hanya berdiri di pinggir gubuk sambil memandang ke sekeliling kebun.


"Hei tuan, sepertinya ini kali pertama bagi mu berkunjung ketempat seperti ini." ucap Lucy sambil mengangkat sekeranjang penuh lobak di kedua tangannya.


"Kau butuh bantuan?" tanya Andre.


"Aku bisa mengangkat ini sendirian." ucap Lucy santai.


Andre hanya tersenyum melihat Lucy yang mengangkat dua keranjang lobak di kiri dan kanan tangannya itu tanpa rasa takut akan tangannya lecet. Nampak Lucy adalah sosok wanita pekerja keras dan tidak lupa dengan kehidupannya dahulu.


Lucy meletakan keranjang-keranjang berisi lobak itu kedalam gubuk dan melihat neneknya yang kini sedang membersihkan diri di sebuah pancuran di pinggir gubuk itu berada. Lucy mendekati Andre dan menyuruhnya duduk di beranda gubuk yang terbuat dari bambu.


"Ayo duduk di sini." ucap Lucy.


"Ah baiklah, jadi mana nenek mu tadi?" tanya Andre.


"Oh dia sedang membersihkan diri di pancuran air di sana." ucap Lucy sambil menunjuk ke arah tempat neneknya berada.


Andre hanya diam dan menganggukkan kepalanya sambil memperhatikan seluruh sudut gubuk yang sudah reyot itu.

__ADS_1


"Kamu mungkin tidak menyukai tempat ini, disini kotor karena lumpur dan tanah. Tidak seperti di kota yang di penuhi dengan gedung dan lantai yang mengkilap, itu semua tidak akan membuat baju ataupun sepatu mu menjadi kotor." ucap Lucy.


"Apa kau yakin aku tidak menyukai hal seperti ini?" tanya Andre.


"Aku yakin kau tidak menyukainya, seorang lelaki yang sangat mencintai kebersihan dan juga sempurna mana mungkin menyukai tempat seperti ini." ucap Lucy.


Tak lama mereka berbincang nenek Lucy menghampiri mereka dan menatap lama ke arah Andre. Lucy langsung berdiri di sebelah neneknya dan menuntun neneknya berjalan mendekat.


"Nenek, kenalkan ini Andre. Dia pemilik perusahaan tempat aku bekerja saat ini." ucap Lucy memperkenalkan.


"Benarkah? Kenapa dia begitu muda? Sepertinya dia anak muda yang mendapatkan perusahaannya dari warisan orang tuanya." ucap nenek Lucy sambil menatap lekat Andre.


Ia melihat Andre dengan seksama, wajah Andre yang tak nampak seperti orang lokal membuat neneknya berpikir sejenak dan tiba-tiba menganggukkan kepala.


Lucy menyikut Andre yang kini berdiri di sampingnya sambil membelalakkan matanya.


"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu kepada nenek?" tanya Lucy berbisik.


"Aku mengatakan yang sebenarnya, di mana letak kesalahan ku?" tanya Andre balik sambil meringis kesakitan.


Nenek Lucy berjalan menuju tempat duduk dan meninggalkan mereka berdua, ia seakan mengerti dengan kisah asmara kedua insan muda ini.


"Jadi, kau pulang ingin mengatakan jika kau ingin segera menikah?" tanya nenek Lucy langsung.

__ADS_1


Lucy yang mendengar ucapan itu langsung terkejut dan menggelengkan kepalanya kuat.


"Mana mungkin, aku masih belum mencapai apa yang aku cita-citakan. Dan aku juga belum membuat nenek senang, aku kesini karena merindukan nenek." ucap Lucy.


"Bukankah seharusnya dia yang lebih kau rindukan di bandingkan dengan orang tua seperti ku ini? Jadi sudah berapa lama kalian bersama?" tanya nenek Lucy.


"Sudah hampir beberapa tahun terakhir, dan dia..." ucap Lucy terputus.


"Aku tau, dia bukan orang dari tempat kita berasal. Jadi, darimana asal mu?" tanya nenek Lucy kepada Andre.


"Oh, saya dari Indonesia nek." ucap Andre singkat.


"Apa tujuan mu kesini dengan cucu ku?" tanya nenek lagi.


"Tidak ada, aku hanya ingin mengenal anda dan melihat keluarga Lucy." ucap Andre.


"Apa yang ingin kau kenal dari seorang wanita tua seperti ku? Apa kau sudah bertemu dengan ayahnya Lucy di kota?" tanya nenek Lucy.


"Ya saya sudah bertemu dengan beliau, dan saya sudah mengenalnya." ucap Andre sopan.


"Aku tau kau tidak menyukainya, ayahnya tidak mempunyai perilaku yang baik. Bahkan dia bisa melupakan ibu dan anaknya secara bersamaan demi kehidupannya itu." ucap nenek Lucy menceriakan sisi buruk ayah Lucy.


Andre tidak menjawab ucapan nenek Grace, ia paham betul tabiat ayah Lucy yang sebenarnya. Ia juga yang menyelamatkan Lucy dari kekejaman ayahnya yang tega menjual anak gadisnya demi melunasi hutang-hutang judinya.

__ADS_1


__ADS_2