
"Bu aku akan masuk ke kamar untuk istirahat, ibu jangan tidur malam-malam." ucap Andre.
"Ah kemari lah bergabung bersama kami, aku juga membelikan beberapa barang untuk mu tadi." ucap ibu Andre.
"Aku sedikit lelah Bu, dan juga aku mau pergi mandi." elak Andre.
"Bukankah kau tadi sudah berjanji pada ku?" ucap ibu Andre sambil menatap tajam anaknya.
Andre pun mengalihkan tubuhnya yang akan menuju kamar kini mendekat ke arah ibunya dan Ratih berada. Ia lupa jika sudah berjanji untuk berlaku baik di hadapan Ratih agar ibunya dapat mempertimbangkan Lucy nantinya. Andre duduk di samping ibunya sambil melihat-lihat kedua wanita itu yang sibuk membuka bingkisan yang di beli oleh ibunya itu.
"Lihat, aku membelikan kalian ini tadi. Aku rasa ini cocok untuk kalian berdua, coba kalian pakai." ucap ibu Andre tiba-tiba.
Ibu Andre menyodorkan sebuah kotak perhiasan yang berisikan dua buah cincin berlian, Andre nampak bingung dengan keberadaan cincin itu. Entah sejak kapan cincin itu ada pada ibunya, seingatnya saat menemani ibunya berbelanja mereka tidak mampir ke toko perhiasan sama sekali.
__ADS_1
"Ratih, lihat cincin ini sangat cantik bukan? Andre yang memilihnya tadi, aku setuju dengan pilihannya kali ini." ucap ibu Andre berbohong.
"Benarkah?" tanya Ratih tak percaya sambil menatap kearah Andre.
Andre memalingkan wajahnya dari hadapan Ratih, ia tidak ingin Ratih berpikir jika itu benar-benar dari dirinya. Saat ini ia benar-benar di jebak oleh ibunya sendiri tanpa ia tahu sama sekali.
"Aku pergi makan malam di sebuah restoran mewah tadi, ku rasa kalian harus pergi ke sana berdua besok. Bagaimana menurut mu ide ku ini?" tanya ibu Andre kepada anaknya.
"Itu bukan restoran sembarangan Bu, kita harus reservasi sehari sebelumnya." ucap Andre dengan wajah kurang senang.
Wajah Andre benar-benar menunjukan kekesalannya dengan perilaku ibunya itu. Ia sama sekali tidak mengetahui yang sudah di lakukan oleh ibunya.
"Aku akan melihat jadwalku untuk besok Bu, jika kosong aku akan pergi dengan Andre besok." ucap Ratih bersemangat.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kalian pakailah ini, agar semua tau kalian adalah pasangan." ucap ibu Andre memaksa.
"Tida perlu seperti itu, semua yang datang ke restoran itu pasti tau jika kami pasangan kekasih." ucap Ratih tersenyum.
"Apanya yang tidak apa, di luaran sana sangat banyak wanita-wanita yang mengejar Andre dan berharap menjadi kekasihnya. Apa kau tidak takut jika Andre di ambil oleh orang lain?" tanya ibu Andre.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memakainya." ucap Ratih.
"kau juga harus memakainya Andre, ini demi kebaikanmu." perintah ibu Andre.
Dengan perasaan enggan Andre mengambil cincin itu dan memasangnya di jari manisnya. Ia benar-benar berharap ibunya tidak betah di Paris dan ingin segera pulang agar ia tidak di desak-desak lagi masalah perjodohan. Ia benar-benar penat dengan aturan yang di buat oleh ibunya itu, sepertinya ibunya tidak akan membiarkan Lucy mengambil kesempatan untuk bersama dengan dirinya.
"Baiklah, aku sudah memasangnya kalau begitu aku akan masuk ke kamar untuk istirahat." ucap Andre sambil memperlihatkan jarinya.
__ADS_1
"Ya sudah, pergilah beristirahat, besok kau akan pergi berdua saja dengan Ratih. Kamu juga sayang, pergilah istirahat agar besok badan mu jauh lebih enak." ucap ibu Andre.