S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#122


__ADS_3

Andre dan Lucy telah tiba di rumah nenek Lucy, dengan bersemangat Lucy turun dari mobil dan berlari menuju rumah yang dulu menjadi tempat tinggalnya dan tempat berlindung dari siang dan malam.


"Nenek.... Nenek...." teriak Lucy bak anak kecil.


Namun ia tidak menemukan wanita paruh baya itu, ia memeriksa seluruh sudut rumah namun tidak melihat sosok yang di cari. Lucy duduk di kursi kayu depan rumah neneknya sambil memandangi rumah tua itu. Tak lama ia duduk Andre yang menyusulnya dengan barang-barang di kedua tangannya mendekati Lucy dan meletakkan barang-barang itu perlahan.


"Kenapa kamu duduk di sini? Kenapa tidak masuk ke dalam rumah?" tanya Andre heran.


"Tidak ada nenek di dalam rumah." ucap Lucy lesu.


"Maksud mu? Nenek mu sudah tidak tunggal di sini lagi?" tanya Andre lagi.


"Mana mungkin, aku yakin dia masih tinggal di sini. Aku akan coba bertanya kepada orang sekitar, kami tunggu saja di sini." ucap Lucy bangkit dari tempat duduknya.


Lucy keluar dari pekarangan rumahnya dan melihat ke sekitar, ia mendatangi sebuah rumah yang ada di samping rumah neneknya.


"Permisi...." teriak Lucy.


"Ya... Siapa di sana?" sahut seorang wanita tua.


"Ah saya Lucy, cucu nenek grace.yang tinggal di sebelah." ucap Lucy.


Wanita tua itu langsung keluar dari rumahnya dan segera melihat ke arah Lucy, ia melihat Lucy dari atas kepala sampai ke ujung kaki gadis itu. Entah untuk apa, namun hal itu membuat Lucy sedikit risih.

__ADS_1


"Ah nenek, apa nenek tau kemana nenek saya? Saya dari tadi memanggilnya di rumah tapi tidak menemukan dia di mana-mana." tanya Lucy.


"Kau sudah besar sekarang ternyata, apa kau sudah memeriksa seluruh sudut rumah? Tidak biasanya dia tidak di rumah saat seperti ini." ucap wanita tua itu.


"Aku sudah berkeliling mencarinya dan memanggilnya, tapi tidak menemukan nenek di rumah." ucap Lucy cemas.


"Jangan cemas, mungkin saja dia berada di kebun. Apa kau sudah memeriksanya kesana?" tanya wanita tua itu.


"Oh aku akan memeriksanya ke sana, terimakasih nek." ucap Lucy beranjak pergi meninggalkan rumah wanita tua itu.


"Hei jangan lupa mampir ke sini saat makan malam nanti, aku akan membuatkan mu sup." ucap wanita tua itu.


"Baiklah aku akan mampir nanti." ucap Lucy sedikit berteriak.


Lucy berlari menuju rumah neneknya dan melihat Andre yang duduk santai di kursi sambil memainkan ponselnya. Ia menghampiri lelaki itu dan meraih tangannya, sontak hal itu membuat Andre terkejut dan menarik balik tangannya.


"Ayo temani aku ke kebun, sepertinya nenek berada di sana." ucap Lucy.


"Ahh aku lapar Lucy, kenapa tidak kau saja?" tanya Andre.


"Sudahlah, kamu tidak akan bisa makan jika menunggu di sini. Dan aku akan meminta nenek memasakkan makanan enak saat tiba di sana." rengek Lucy.


"Yang benar saja, aku sudah menempuh empat jam dan kini aku juga harus berjalan ke kebun nenek mu untuk mendapatkan makan." ratap Andre.

__ADS_1


Ia berdiri dari kursinya dan mengikuti langkah Lucy yang cepat, sesekali Lucy menarik tangan Andre agar kekasihnya itu berjalan lebih cepat. Namun Andre tetap saja dengan malas melangkahkan kakinya.


Setelah cukup jauh berjalan, Lucy menemukan sebuah gubuk bambu beratapkan pelepah dedaunan jerami yang telah di anyam dan di susun rapi dia atasnya. Lucy berlari mendekati gubuk itu dengan rasa tidak sabar.


"Nenek...." teriak Lucy.


Ia mencari wanita tua itu di dalam gubuk namun tidak juga menemukannya, Lucy pun keluar dari dalam gubuk dan melihat ke sekeliling kebun dan melihat wanita tua itu sedang membersihkan rumput. Lucy berlari lagi untuk mendekati neneknya.


"Nenek.... Aku pulang." teriak Lucy.


Wanita tua itu melihat ke sumber suara dan menatap lama ke arah Lucy, pandangannya yang kurang mengingat umurnya yang sudah tidak muda lagi membuatnya sulit mengenali orang-orang.


"Nenek ini aku Lucy." ucap Lucy berjongkok di hadapan neneknya.


Neneknya hanya memandang lama ke arah Lucy tanpa menunjukan reaksi terkejut atau senang.


"Ah, itu kau rupanya. Kau masih ingat dengan ku yang sudah tua ini?" tanya neneknya.


"Maafkan aku nek, aku baru menemui nenek sekarang. Aku benar-benar cucu yang jahat." ucap Lucy menyesal.


"Kalau kau tau itu, baik kau bawa itu semua ke gubuk. Tenaga ku sudah tidak kuat lagi untuk membawa itu semua." ucap neneknya menunjuk setumpuk lobak tergeletak di tanah.


Lucy tersenyum lebar mendengar perintah neneknya, ia pun memeluk rindu neneknya itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membawa itu semua untuk nenek." ucap Lucy melepaskan pelukannya.


Nenek Lucy meninggalkan gadis itu sendirian, ia mengumpulkan lobak-lobak dan memasukannya kedalam keranjang untuk di bawa. Sudah cukup lama Lucy tidak memunguti hasil panen seperti ini, namun ia masih telaten menyusun semua lobak itu dan mengangkatnya.


__ADS_2