S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#65


__ADS_3

"S-saya harus mencari pekerjaan yang lebih layak untuk bertahan hidup, jika di pinggir kota gaji yang sedikit dengar tingkat kriminal yang amat tinggi itu akan mempengaruhi kehidupan ku." ucap Carlo beralasan.


"Owh, kau benar-benar wanita yang menarik. Kau bahkan bisa tahan dengan sikap kasar ku, sepertinya kau terbiasa mendapatkan perlakuan seperti ini." ucap Leon.


"Ya mau bagaimana lagi, saya yang hanya tamatan sekolah biasa dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi hanya bisa menerima semua dan bertahan hidup dengan baik itu saja sudah syukur bagi saya." ucap Carlo pelan.


Leon diam mendengar ucapan Carlo dan tak menanggapinya. Di sisi lain Carlo berfikir bahwa Leon mungkin mempunyai perasaan khusus kepadanya di balik sikap kasarnya itu. Jika di lihat dari penampilan dan pakaian yang di gunakan oleh Leon, tidak mungkin dia adalah orang biasa apa lagi dapat berteman dekat dengan Andre. Pikiran jahat kembali muncul di benak Carlo, ia juga ingin merayu dan mendapatkan perhatian dari Leon agar keuangannya menjadi lebih baik.


Carlo menyandarkan kepalanya ke bangku mobil sambil menatap kaca jendela. Sepanjang jalan kini telah sepi dengan kehadiran lalu lalang kendaraan karena waktu saat ini sudah larut malam.


"Jika kau mengantuk kau tidur saja, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan mu." ucap Leon.


"Ahh terimakasih tuan, iya saya sedikit lelah karena hari ini. Dan saya benar-benar minta maaf karena telah merepotkan tuan untuk mengantar saya." ucap Carlo.


Leon hanya mengangguk menanggapi ucapan Carlo dan membiarkannya tertidur di mobil. Dan kini Leon berfokus pada kendaraan yang di bawanya.


____________________


Lucy telah tiba di apartemennya, dan mobil Andre berhenti tepat di depan pintu gedung apartemen. Lucy melepaskan seat belt dan memandang ke arah Andre.


"Apa? Apa ada yang masih kau butuhkan?" tanya Andre langsung.


"Tidak, aku hanya heran, biasanya kau menurunkan ku di parkiran. Entah kenapa hari ini kau menurunkan ku di sini." ucap Lucy.


"Itu agar kau tidak terlalu jauh berjalan, sudah turunlah dan bergegaslah naik ini sudah larut." ucap Andre lembut.


"Kau tidak mampir dulu?" tanya Lucy menawarkan.


"Apa kau meminta ku untuk menginap di apartemen mu?" tanya Andre.


Wajah Lucy memerah mendengar ucapan Andre, bagaimana bisa lelaki ini berpikir seperti itu.


"H-hentikan omong kosong mu itu, aku hanya menawari mu secara basa-basi bukan sebenarnya. Itu sebagai tanda terimakasih ku karena telah menemani ku dan Carlo mencari rumah kontrakan untuknya." elak Lucy malu.

__ADS_1


Andre tertawa melihat Lucy yang salah tingkah dengan kata-katanya, ia begitu manis jika sedang seperti itu. Andre pun mengusap kepala Lucy dengan lembut sambil tersenyum manis.


"Aku akan melakukan apapun asal kau masih memohon padaku dan tidak berulah di belakang ku. Kau mengerti?" tanya Andre.


"Siap ketua." ucap Lucy sambil hormat kepada Andre.


Andre tertawa melihat tingkah laku kekasihnya itu, Lucy benar-benar mirip seperti anak kecil yang di beri perintah oleh orang tuanya.


"Baiklah kalau begitu, masuklah dan istirahat. Ini sudah malam." ucap Andre.


"Baiklah-baiklah aku akan masuk sekarang. Owh iya aku lupa sesuatu." ucap Lucy.


"Apa? Apa hal yang penting?" tanya Andre penasaran.


"Aku mencintai mu." ucap Lucy centil sambil mengalirkan jari telunjuk dan jempolnya.


Andre terdiam mendengar ucapan Lucy yang langsung kabur begitu saja dari dalam mobilnya. Ia bahkan belum sempat membalas ucapan Lucy.


"Hey kita sudah sampai, apa kau tidak berniat untuk naik ke kamar mu dan tidur di kasur mu?" tanya Leon membangunkan.


Carlo membuka matanya dan melihat sekelilingnya dengan gugup, Carlo menggosok matanya dan segera sadar jika ia tiba di lingkungan rumahnya ia.


"Ah tuan maaf saya ketiduran di mobil anda, saya membuat anda susah." ucap Carlo.


"Tidak apa, turunlah dan bergegaslah naik. Kau juga harus istirahat untuk besok." ucap Leon menasehati.


"Iya terimakasih banyak tuan telah mengantar saya." ucap Carlo.


Leon hanya mengangguk mendengar ucapan Carlo, ia melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukan waktu 00.12 malam.


"Tuan, apa anda ingin mampir terlebih dahulu?" tanya Carlo tiba-tiba.


"Tidak perlu, aku akan segera pulang. Lagian ini sudah larut." ucap Leon singkat.

__ADS_1


Carlo diam dan turun dari dalam mobil, setelah itu Leon pergi meninggalkan Carlo yang masih menatap kepergian Leon.


Setelah beberapa saat mobil pergi barulah Carlo melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung apartemennya. Dengan langkah berat ia menaiki anak tangga karena apartemen tempat ia mengontrak tidaklah semewah apartemen milik Lucy dan yang akan di tempati nya nanti.


"Ahh aku benar-benar sudah muak untuk tinggal di rumah ini. Aku akan segera mencari cara agar Andre atau Leon jatuh hati kepadaku dan membuat mereka memberikan apapun untuk ku." ucap Carlo sambil menaiki anak tangga.


________________________


Andre tiba di rumahnya dan membaringkan tubuhnya, ia memeriksa ponsel sambil mencari nomor kontak Lucy. Setalah dapat ia langsung menghubungi kekasihnya itu.


"Hay, aku baru saja tiba. Kau sudah tidur?" tanya Andre.


"Aku baru selesai mandi dan mengeringkan rambut. Kamu jangan lupa untuk mandi, agar tidur mu lebih nyaman." ucap Lucy menyarankan.


"Aku lebih nyaman jika kau di dekat ku, bagaimana ini?" tanya Andre merayu.


"Kamu ingin membalas ku karena telah membuat jantung mu berdebar bukan?" tanya Lucy sambil tertawa.


"Ya, aku menyukainya. Darimana kau mempelajari hal-hal seperti itu?" tanya Andre penasaran.


"Itu hal yang banyak di perbincangkan wanita-wanita masa kini dan tren percintaan modern." ucap Lucy.


Andre hanya tersenyum mendengar ucapan Lucy yang sok pandai, ia yakin jika kekasihnya itu terlalu banyak menonton drama sampai-sampai terbawa suasana ke kehidupan nyata.


"Kamu sudah tidur? Kan sudah ku bilang untuk pergi mandi terlebih dahulu, kau harus terbiasa membersihkan tubuh agar lebih segar." ucap Lucy menyarankan.


"Aku sudah sedikit lelah untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh ku. Apa aku bisa untuk langsung tidur saja?" tanya Andre malas.


"Apa kau bisa tidur dengan kondisi tubuhmu seperti itu? Kau akan jauh lebih nyenyak jika sudah membersihkan tubuh sebelum tidur." ucap Lucy menasehati.


"Sepertinya aku harus mencari seseorang yang dapat membersihkan tubuh ku sebelum aku tidur " ucap Andre menggoda.


"Ahh yang benar saja kau bahkan bertingkah seperti bayi." ucap Lucy dengan pipi yang merona mendengar ucapan kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2