S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#29


__ADS_3

Lucy merasakan sesuatu yang menindih tubuh mungilnya dan terasa sangat sempit. Ia membuka matanya dan menoleh ke samping. Alangkah terkejutnya ia saat menolehkan wajahnya ternyata ada sosok laki-laki yang sangat ia kenal di sampingnya. Lelaki itu tertidur tanpa memakai baju dan memeluknya erat.


"Aaaahhh.... Apa yang kamu lakukan?" teriak Lucy sambil memeriksa tubuhnya.


Andre yang masih mengantuk membuka paksa matanya sambil menggaruk-garuk kepala.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku tiba-tiba sudah ada di kasur? Semalam aku kan tidur di sofa, apa kamu yang mindahin aku?" tanya Lucy cemas dan berdiri dari kasur.


Andre menatap Lucy dengan mata yang masih setengah terpejam.


"Dan kamu.... Kenapa kamu tidak memakai baju?" tanya Lucy lagi.


"Bisakah kau tenang, ini masih pagi hari. Kenapa harus berteriak-teriak seperti itu." ucap Andre melanjutkan tidurnya.


"Bagaimana aku bisa tenang. Semalam jelas-jelas aku tidur di sofa, kenapa tiba-tiba pagi ini sudah ada di atas kasur dan kamu tidak memakai baju." ucap Lucy yang masih merasa heran.


Andre duduk dan menatap Lucy dengan kesal. Ia sangat mengantuk, namun wanita itu tetap saja mengomel tiada henti.


"Semalam kau sendiri yang naik ke sini setelah dari kamar mandi, dan juga aku tidur memang membuka baju ku. Jadi dimana letak kwsalahan ku?" tanya Andre kesal.


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, mana mungkin ia tidak ingat tentang kejadian semalam Terlebih lagi Andre bilang kalau dia yang naik dengan sendirinya ke atas kasur. Lucy mencoba berkali-kali mengingat, namun tidak dapat mengingatnya dengan jelas.


"Apa kamu yakin aku yang naik duluan ke atas kasur? Kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya?" tanya Lucy penasaran.


"Terserah apa kata mu, aku masih mengantuk dan jangan ganggu tidur ku." ucap Andre melanjutkan tidurnya.


"Baiklah aku akan keluar sebentar untuk mencari sarapan." ucap Lucy.


Lucy pergi ke kamar mandi dan memakai baju hangatnya, setelah itu keluar dari kamar tanpa ucapan sepatah katapun dari mulut Andre.


Melihat Lucy yang sudah tidak ada di dalam kamar, Andre membuka selimut yang membungkus tubuhnya dan tertawa puas karena sudah membuat Lucy salah tingkah. Tak lama ada notifikasi dari ponselnya, pemberitahuan tentang kartu kreditnya yang di pakai oleh Lucy.


"Waahhh kau sudah terbiasa menggunakan ini sepertinya." gumam Andre.

__ADS_1


Ia menarik selimut dan melanjutkan tidurnya yang terganggu.


Tak lama kemudian Lucy sudah kembali ke kamar dan membawa beberapa makanan. Ia bahkan membeli susu dan kopi untuk Andre. Setelah itu ia menyiapkan sarapan yang merupakan roti isi beserta kopi susu kemasan yang sudah ia hangatkan di minimarket tempat ia membeli tadi.


"Aku sudah menyiapkan semuanya, kenapa dia juga belum bangun. Apa dia pingsan, kenapa dia sangat lama untuk bangun pagi." gumam Lucy.


Ia berjalan mendekati Andre dan melihatnya, Andre masih tertidur pulas tanpa beban di raut wajahnya. Lucy benar-benar mengagumi sosok Andre yang sangat menghargainya walaupun terkadang ia memiliki lidah yang cukup tajam namun itu membuatnya keren.


"Apa wajah ku sangat tampan, sampai-sampai kau tidak berkedip untuk melihatnya." ucap Andre yang masih terpejam.


Ucapan Andre membuat Lucy terkejut dan menjauh, namun tidak sempat ia melangkah tangan Andre lebih dulu menariknya. Ia pun terjatuh kedalam dekapan Andre yang masih di atas tempat tidur.


"Kenapa kau berhenti menatap ku? Bukankah kau menyukainya?" tanya Andre sambil memeluk Lucy yang terjatuh di atas tubuhnya.


"Aku hanya tidak tega untuk membangunkan mu, bukan ada maksud lain." ucap Lucy dengan wajah yang memerah.


"Walaupun kau punya maksud lain, aku tidak akan keberatan sama sekali." ucap Andre lagi.


wajah Lucy benar-benar terasa panas mendengar ucapan Andre. Ia tak menyangka jika Andre akan habis-habisan menggodanya.


"Beginilah cara mu membangunkan pacar mu? Aku seakan-akan dibangunkan oleh ibu-ibu tua." ucap Andre.


Lucy terperangah mendengar ucapan Andre, yang benar saja ia di samakan dengan ibu-ibu tua.


"Ayo bangun, aku sudah menyiapkan sarapan." ulang Lucy.


"Terlalu formal, aku ingin sesuatu yang tulus dari hati dan sedikit lembut." ucap Andre mengeratkan pelukannya.


Lucy nampak kesal dengan tingkah Andre, namun ia mencoba bertahan agar dapat terlepas dari permainan yang di buat oleh Andre. Dia benar-benar di kerjai habis-habisan oleh Andre saat ini.


"Mas, bangun. Sarapannya sudah siap, ayo kita bangun." ucap Lucy lembut sambil berbisik ke telinga Andre.


Seketika Andre merasakan desiran hebat mengalir dalam tubuhnya. Dan tidak di pungkiri suara bisikan Lucy membangunkan hasratnya dan juga jagoan kecilnya.

__ADS_1


Lucy yang masih berada di atas tubuh Andre merasakan hal aneh dan langsung menatap Andre.


"Bukan salah ku jika terjadi seperti itu. Aku menyuruh mu membangunkan ku, bukan membangunkan yang lain." ucap Andre.


"Menyebalkan...." ucap Lucy bangkit dari pelukan Andre.


Wajah Lucy benar-benar memerah saat mengetahui sesuatu terjadi di antara tubuh Andre tadi. Ia benar-benar tak menyangka jika bisikannya malah membuatnya dalam kondisi seperti ini.


Andre bangkit Ari kasurnya dan bergegas ke kamar mandi untuk menyelesaikan pekerjaan yang di mulai oleh Lucy. Namun ia harus menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan Lucy.


Lucy duduk di sofa menunggu Andre keluar dari kamar mandi, cukup lama Andre di dalam kamar mandi dan membuat Lucy heran. Saat akan mengetuk pintu kamar mandi, Andre keluar dan langsung duduk di sofa.


"Apa kamu sembelit? Kamu sangat lama di dalam kamar mandi tadi." ucap Lucy.


"Aku tidak sembelit, tapi menenangkan sesuatu yang sudah kau ganggu." ucap Andre santai.


Lucy terdiam dan lagi-lagi wajahnya memerah.


"Ahh sial, aku lupa akan hal itu. Seharusnya aku tidak perlu banyak bertanya padanya saat ini." batin Lucy.


Andre mengambil roti isinya dan melahapnya, butuh tenaga ekstra baginya untuk menenangkan perbuatan Lucy. Jadi tanpa basa-basi ia memakan sarapan dan meminum kopinya.


Lucy hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata, ia takut jika bersuara akan terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Sepertinya dia sedang cari aman agar aku tidak mengerjainya lagi, he he he benar-benar wanita ku yang polos." batin Andre.


Setelah selesai sarapan mereka turun kebawah dan mengembalikan kunci kamar kepada pelayan penginapan. Mereka bergegas menuju halte agar segera menaiki bus dan pulang.


"Aku benar-benar merindukan kamar ku." gumam Lucy.


"Apa kau tidak merindukan ku sama sekali?" tanya Andre.


"Kita bertemu setiap saat, bahkan menghabiskan malam bersama. Bagaiman mungkin aku merindukan mu lagi." ucap Lucy polos.

__ADS_1


Tiba-tiba semua pandangan orang di halte beralih kepadanya, Andre hanya tersenyum melihat Lucy yang di pandang orang-orang itu.


"Sialan, dia mempermainkan ku lagi. Orang-orang di sini pasti mengira ku wanita murahan. Ahh aku benar-benar sial berurusan dengan pria ini." batin lucy


__ADS_2