S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#32


__ADS_3

"Kalau begitu, aku akan selalu menyusahkan mu mulai sekarang." ucap Andre tersenyum memandang Lucy.


Andre mendekatkan wajahnya dan mencium mesra bibir wanitanya itu. Untuk kali ini, Lucy tanpa ragu menerima kecupan dari pacarnya dan membalasnya. Ia merangkul kan tangannya di leher Andre dan sedikit berjinjit.


Hari sudah semakin larut, mereka memutuskan untuk pulang. Andre mengantar Lucy terlebih dahulu ke apartemennya, ada rasa enggan ingin berpisah di antara mereka berdua. Rasa cinta yang mulai tumbuh di hati Andre dan rasa takut untuk kehilangan bercampur menjadi satu dalam dadanya.


Tak lama mereka sudah tiba di apartemen Lucy, Andre menatap pacarnya dengan wajah sedikit sedih.


"Ada apa? Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Lucy penasaran.


"Rasanya aku tidak ingin berpisah dengan mu." ucap Andre lesu.


"Aku akan membuatkan mu sarapan besok pagi, jadi pulanglah dan segeralah istirahat." ucap Lucy mengalihkan pembicaraan.


"Apa kau tidak ingin tinggal di apartemen ku? Aku merasa kesepian sekarang." rengek Andre.


Wajah Lucy memerah bak kepiting rebus mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andre. Entah sejak kapan pacarnya itu berprilaku seakan-akan seorang anak kecil yang takut tidur sendirian.


"Maaf tuan, apa anda lupa dengan umur mu sekarang? Berhenti merayu ku, dan bergegaslah pulang." ucap Lucy tegas.


Andre tersenyum mendengar ucapan Lucy, benar-benar wanita yang sangat sulit untuk di goda.


"Baiklah kalau begitu, karena kau mengusir ku aku akan langsung pulang." ucap Andre.


"Aku akan menunggu kabar mu saat tiba di rumah nanti." ucap Lucy tersenyum.


Lucy keluar dari mobil Andre dan menutup pintunya. Lagi-lagi Andre masih belum mau berpisah dengan wanita yang sudah mengetuk hatinya itu. Ia menurunkan kaca jendela, dan Lucy pun kembali mendekat dengan sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Ada apa lagi? Ini sudah sangat larut." tanya Lucy.


"Hati-hati saat berjalan, aku mencintai mu." ucap Andre tersenyum lebar.


"Kamu juga hati-hati, sampai di rumah harus langsung menghubungiku ok." perintah Lucy.


Andre mengangguk menyetujui ucapan Lucy, dan menutup kembali kaca mobilnya. Lucy meninggalkan Andre yang masih menatapnya dan masuk kedalam bangunan apartemennya. Setelah tubuh Lucy menghilang dan memastikan bahwa wanitanya sudah masuk dengan aman, Andre menyetir mobilnya dan berjalan pulang.


"Apa-apaan itu tadi. Kenapa aku bersikap seperti anak-anak, ahhh..... Lucy pasti akan merasa aneh melihat tingkah ku tadi. Owh Tuhan.... Apa yang barusan ku lakukan, di mana image cool yang selama ini aku pertahankan. Yaa... Gadis itu.... Dengan mudahnya dia meruntuhkan dinding pertahanan ketampanan ku." batin Andre mengingat apa yang barusan terjadi padanya.


Bulu kuduknya terasa merinding jika mengingat ia merengek meminta Lucy untuk tinggal di apartemennya. Perasaan aneh namun dia menyukainya. Andre tersenyum sesekali mengingat akan hal itu.


Setiba di rumahnya, Andre mengganti pakaiannya dan mencuci muka. Setelah selesai ia menuju kamar dan naik ke atas kasur, ia membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar.


"Ahh.... Aku sudah merindukannya lagi." gumam Andre.


Ia bangkit dan mencari ponselnya, ia ingin menghubungi kekasihnya itu dan mendengar suara imutnya.


"Hy... kamu belum tidur?" tanya Andre.


"Aku baru akan memejamkan mata, apa kamu sudah sampai?" tanya Lucy balik.


"Ya... Aku juga ingin tidur, namun aku merindukan mu." gombal Andre.


"B,berhenti bicara omong kosong. Matikan ponselnya dan pergi tidur, ini sudah larut." perintah Lucy.


"Apa kau tidak merindukan ku? Aku benar-benar merasa sangat kecewa." ujar Andre.

__ADS_1


"Kamu sekarang mulai manja ya. Aku merindukan mu, bahkan saat aku di samping mu, aku tetap merindukan mu." ucap Lucy.


"Baiklah kalau begitu, ayo istirahat." ucap Andre tersenyum puas mendengar jawaban Lucy.


"Yaa.... good night honey." ucap Lucy.


Andre tersenyum dan mematikan ponselnya, entah setan apa yang kini menyelinap dalam tubuhnya. Rasanya dia ingin selalu bermanja-manja dengan Lucy yang sudah menariknya ke jurang cinta.


Andre meletakan ponselnya dan mencoba untuk tertidur, namun tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di ponselnya itu. Dan ternyata itu adalah pesan dari Lucy, ia pun segera membacanya.


"Natal tahun ini adalah natal yang terbaik yang pernah aku lewati, terima kasih. Aku akan selalu ada di samping mu sampai kau benar-benar tidak dapat menemukan pilihan lain selain aku. Dan aku tidak akan melepaskan mu untuk pergi maupun berpaling. I love you." tulis Lucy


Andre tersenyum melihat pesan singkat dari kekasih hatinya itu, sebuah pesan biasa namun seakan menegaskan keberadaannya saat ini. Ia benar-benar tak menyangka akan jatuh hati kepada wanita yang baru ia kenali.


Dan tiba-tiba muncul sebuah pesan baru lagi di ponselnya.


"Aku yakin kau masih ingin bersama ku dan belum mau berpisah, kau mengirim pesan terlalu banyak sayang." gumam Andre sambil membuka pesan baru.


Ternyata yang mengiriminya pesan bukanlah Lucy, melainkan pesan dari seorang wanita yang sangat ingin ia lupakan dan ingin menjauhinya. Ya... Pesan itu adalah dari Tiara, dengan sedikit ragu Andre membuka pesan itu. Entah apa yang Tiara tulis untuknya, Andre berusaha tenang dan mencoba membukanya.


"Hy Ndre, maaf aku mengirimi mu pesan saat sudah sangat larut. Aku sedikit takut dan ragu, namun aku mencoba memberanikan diri. Ndre, aku minta maaf jika kelakuanku kurang baik, aku benar-benar ingin kita berbaikan. Aku mengundang mu untuk makan siang di restoran besok, aku harap kamu bisa datang. Ada hal yang ingin aku sampaikan." tulis Tiara pada pesan itu.


Andre merasa sedikit resah dengan pesan itu, ia antara merasa senang karena Tiara memulai lebih dulu untuk menghubunginya dan mengajaknya makan siang. Namun di sisi lain, ia merasa Tiara seakan-akan datang di saat dia sudah mencoba melupakan dan berusaha meninggalkan semua kenangan mereka.


"Ahh.... Sial, perasaan macam apa ini?" umpat Andre sambil mengacak rambutnya.


Tapi Andre berusaha menenangkan diri dan tidak terpengaruh akan masa lalunya dengan Tiara. Ia harus berfikir positif dan jangan sampai rasa kecewa yang ia alami dulu menjadi rasa kecewa bagi Lucy yang kini sudah sangat membantunya melupakan sosok Tiara dan juga mencintainya dengan tulus.

__ADS_1


"Lucy adalah penyelamat mu Ndre, kau harus membuatnya bahagia. Jangan mengecewakannya, kau harus membuatnya yakin kalau kau sudah dapat melupakan masa lalu mu itu." gumam Andre.


Andre menatap layar ponsel yang memperlihatkan foto Lucy yang tersenyum manis, benar-benar senyuman tanpa kepalsuan dan hangat. Ia pun terlelap sambil memegang ponselnya dan berharap hari esok akan mudah di lewati.


__ADS_2