
Lucy menatap Andre yang serius di depan komputernya dan memegang beberapa file di tangannya. Raut wajah lelaki itu benar-benar tampan dan tak di pungkiri semua kaum hawa terpesona dengan aura dari Andre. Lucy berjalan mendekati Andre dengan langkah ragu, ia mencoba melangkahkan kaki menuju meja kerja Andre namun mengurungkan niatnya dan kembali berjalan menuju meja kerjanya lagi. Namun Andre yang melihat tingkah Lucy langsung memanggilnya.
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?" tanya Andre.
Mendengar akan hal itu Lucy menoleh dan melhat kearah Andre yang kini menatapnya dari meja kerja. Lucy berjalan mendekati Andre, ia menarik kursi untuk meletakan ke sebelahh andre namun dengan sigap Andre menarik tubuh Lucy membuatnya terjatuh dalam pangkuan Andre.
"A-apa yang kamu lakukan? Aku bisa duduk di kursi dan tidak akan mengganggu pekerjaan mu." ucap Lucy mencoba melepaskan diri namun nihil.
"Jangan terlalu banyak bergerak jika kau tidak ingin hal lain terjadi di ruangan ini, aku bisa saja meluangkan waktu ku sesaat untuk menerima pertanggungjawaban dari ulah mu." ucap Andre nakal.
Mendengar ucapan dari Andre, Lucy sangat mengerti apa maksud dari ucapan kekasihnya itu.
"K-kau sibuk saja dulu dengan pekerjaan mu, aku tidak akan menggangu." ucap Lucy.
Andre mendekatkan wajahnya ke arah Lucy, melihat akan hal itu Lucy berpikir jika Andre akan menciumnya dan ia pun memejamkan matanya. Melihat ekspresi Lucy yang seperti itu, Andre tersenyum dan dengan jahilnya ia meniup wajah Lucy yang terpejam dengan polosnya. Lucy terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Andre, ia tak menyangka jika Andre dengan sengaja mempermainkannya dan membuatnya malu.
"Kau menggoda ku, aku ingin kembali ke meja kerja ku." ucap Lucy merajuk.
"Baiklah-baiklah, apa yang ingin kau diskusikan dengan ku?" tanya Andre yang mulai serius.
"Gak jadi, aku sudah malas untuk membahasnya." ucap Lucy yang masih merajuk.
Andre tertawa melihat wajah Lucy yang sedang merajuk saat ini, menurutnya ini adalah hal yang menyenangkan yang ia lakukan.
"Baiklah aku minta maaf, mari kita berbicara dengan serius." ucap Andre mencoba membujuk kekasihnya itu.
Lucy menatap wajah Andre dengan penuh kekesalan, nampak di wajahnya kini andre yang tertawa puas karena telah mempermainkannya.
__ADS_1
"Aku ingin membahas masalah pekerjaan, mau sampai kapan aku berada dalam satu ruang kerja dengan mu? Ini tidak akan baik jika terus-terusan." ucap Lucy.
"Kenapa tiba-tiba kau mempertanyakan itu? Apa ada sesuatu yang mengganggu mu?" tanya Andre.
"Bukan begitu, hanya saja aku merindukan meja kerja dan ruangan ku sendiri. Lagian jika aku bekerja di ruangan yang sama dengan mu seperti ini orang-orang yang butuh dengan ku akan kesulitan untuk dapat bertemu dengan ku." ucap Lucy.
"Kenapa tidak? Hal itu sangat mudah bukan, mereka bisa menyampaikannya pada Luna dan dia akan menyampaikannya pada mu." ucap Andre.
"Iya hanya saja teman ku juga tidak bisa melihat dan berkunjung ke meja kerjaku." ucap Lucy pelan.
Mendengar ucapan Lucy kini andre mengerti apa yang ia maksud dan siapa penyebab ia meminta hal konyol ini.
"Dengar, aku meletakan mu di sini agar mereka tau status mu dan siapa diri mu." ucap Andre tegas.
Ia benar-benar tidak ingin Lucy jauh dari jangkauannya dan terjadi hal-hal yang membuat hati kekasihnya itu sedih.
"Kenapa kamu harus melakukan hal itu kepada ku? Menurutku itu adalah hal yang berlebihan, orang-orang akan berfikir aku memanfaatkan diri mu." ucap Lucy.
"Tapi... Aku tidak akan bisa jika kamu terus-menerus seperti ini. Aku juga harus belajar mandiri tanpa harus bergantung pada mu sepenuhnya." ucap Lucy meyakinkan.
Andre diam mendengar ucapan Lucy, jujur apa yang di katakan Lucy sepenuhnya adalah benar namun ia masih sedikit ragu untuk melepaskannya sendirian menghadapi orang-orang di luar sana.
"Aku berjanji jika kau menghadapi masalah apapun itu aku akan menceritakannya kepada mu dan tidak akan menutupinya sedikitpun." ucap Lucy pasti.
"Kau sudah memikirkan ini semua? Apa kau yakin dengan semua itu?" tanya Andre ragu.
Lucy mengangguk dengan raut muka serius untuk memastikan ucapannya. Melihat akan hal itu Andre mencoba berdamai dengan hatinya dan memanggil Luna melalui telepon kantor. Lucy pun turun dari pangkuan Andre dan kini berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu pak Andre?" tanya Luna saat tiba di ruangan Andre.
"Luna tolong antarkan Lucy kembali ke mejanya yang lama, dia ingin kembali ke ruangannya dan bekerja disana." ucap Andre.
Luna memandang wajah Lucy dengan tatapan heran, mengapa Lucy ingin kembali ke posisinya yang lama setelah dia di letakan dalam satu ruangan dengan Andre. Bukankah hal ini yang di impikan setiap wanita yang jatuh cinta untuk selalu berada di sisi kekasihnya.
"Baik pak, saya akan menyiapkan semuanya sekarang juga. Jika sudah selesai saya akan memberitahu ke nona Lucy." ucap Luna.
Andre mengangguk menyetujui ucapan Luna, dan Luna langsung bergegas keluar dari ruangan Andre untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh atasannya itu.
Kini wajah Lucy sangat ceria karena mengetahui kalau dia akan kembali ke departemennya yang lama, dia merasa akan jauh lebih baik jika ia berada di sana.
"Sepertinya kau sangat senang karena akan pindah ke tempat semula." sindir Andre.
"Ya aku sangat senang, terlebih lagi jika kau sudah di sana kamu tidak akan dengan mudah untuk menjahili ku dan menggoda ku." ucap Lucy mencibir.
Andre hanya tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu, Lucy yang sudah dewasa namun masih nampak seperti anak-anak membuat Andre selalu gemas dengan tingkah laku Lucy.
"Baiklah, kau harus ingat saat makan siang kita harus makan siang bersama kecuali aku ada pertemuan makan siang dengan kolega di luar. Jangan lupa untuk mengantar sarapan ku setiap pagi dan mengirim ku pesan." ucap Andre posesif.
"Apakah harus seperti itu? Aku juga ingin makan siang bersama sahabat ku." ucap Lucy.
"Tidak masalah jika kau mau makan siang dengan sahabat mu atau teman-teman mu, selama kau memberi kabar kepada ku, aku akan mengizinkannya." ucap Andre.
"Benarkah? Jangan menarik ucapan mu ok." ucap Lucy.
"Apakah aku pernah berbohong kepada mu?" tanya Andre.
__ADS_1
"Ya... Ya... Ya aku tau itu, dan hanya aku yang lebih tau tentang dirimu di bandingkan dengan wanita lain." ucap Lucy dengan senyum sombong.
Andre tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu, ia berharap kekasihnya itu selalu bahagia dan Andre pun selalu berusaha membuat kekasihnya itu senang.