S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#75


__ADS_3

Luna dan Leon telah tiba di sebuah restoran, mereka memesan beberapa makanan. Leon melihat pesanan Luna yang tidak seperti biasanya, sepertinya malam ini dia benar-benar dalam keadaan kelaparan dan frustasi.


"Apa kau yakin akan menghabiskan ini semua?" tanya Leon penasaran.


"Tenanglah, aku akan membantu mu untuk membayarnya nanti. Aku benar-benar harus mengisi tenaga ku untuk berpikir dan menghadapi hari-hari esok." ucap Luna sambil tertawa kecil.


"Maaf nona Luna, ini bukan masalah uang yang harus kau keluarkan. Hanya saja ini benar-benar bukan kau yang ku ketahui, dan lagi jika kau ada suatu masalah kau bisa berbagi pada ku. Kau tau, aku adalah orang yang bisa mengatasi semua masalah dengan mudah." ucap Leon percaya diri.


"Tapi masalah ku tidak bisa di selesaikan dengan cara menghilangkan orang di dunia ini atau pun menggertak orang untuk pergi jauh seperti apa yang di lakukan oleh seorang mafia." ejek Luna.


Leon mengerutkan dahinya tidak mengeri dengan apa yang di katakan oleh Luna, sepertinya ini masalah yang serius yang di hadapi oleh Luna kali ini.


"Baiklah, jadi apa masalah mu?" tanya Leon sambil memulai memakan makanannya.


"Apa kau belum tau jika ibu dan adik dari Andre akan tiba di Paris minggu depan, ini kali pertamanya ia mendatangi putranya secara langsung. Biasanya ibunya Andre akan meminta ia untuk pulang ke Indonesia dengan berbagai macam alasan." ucap Luna.


"Ya apa masalahnya dengan itu? Bisa jadi mereka ingin pergi berlibur dan menghabiskan waktu bersama. Secara ibunya juga baru pertama kali ke sini, itu bukanlah hal aneh menurut ku." ucap Leon.


"Menurutku ini adalah hal aneh, bahkan Andre pun merasakan hal yang sama." ucap Luna.


"Wah, kalian bahkan memiliki pikiran yang sama. Aku benar-benar iri dengan kedekatan kalian." ucap Leon sambil tersenyum kecut.


"Berhenti mengatakan hal bodoh itu, Andre mengatakan jika ibunya adalah seseorang yang sangat selektif dalam memilihkan jodoh untuk anaknya. Dan kami sempat berpikir, bagaimana jika ibu Andre sebenarnya sudah mengetahui hubungan Andre dengan Lucy dan secara khusus datang ke sini untuk mengintrogasi Lucy?" tanya Luna penasaran.


"Ya biarkan saja, bahkan menurutku itu buka urusan kita untuk ikut campur hal perjodohan calon istri Andre." ucap Leon.

__ADS_1


"Ya aku tau itu bukan urusan kita, tapi aku benar-benar memikirkan Lucy. Bagaimana jika Lucy mendapatkan tekanan berat dari ibu Andre dan tidak memenuhi kriteria dari ibunya itu?" tanya Luna lagi.


Leon menghentikan makannya dan memandang ke arah Luna heran, ia benar-benar tak habis pikir dengan wanita yang kini di hadapannya.


"Bukankah itu baik jika Lucy tidak di terima di keluarga Andre, kau bisa mencalonkan diri dan mengenalkan dirimu di hadapan ibu Andre. Siapa tau ibunya tertarik kepada mu dan memilih mu menjadi menantunya." ucap Leon.


"Aku... Sudah tidak berharap lebih lagi dengan Andre. Melihat apa yang sudah ku perjuangkan selama ini, dia sama sekali tidak melihat ke arah ku. Di hatinya aku hanyalah seorang sahabat dan tidak akan lebih dari itu, jadi aku memutuskan untuk menyerah sekarang." ucap Luna yang masih asik dengan makanannya.


Leon terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Luna, ia melihat keputusasaan dari wajah Luna namun ia berusaha menyembunyikannya sebisa mungkin."Jadi sekarang kau akan melanjutkan hidup mu tanpa bayang-bayang Andre dan mengikhlaskan dia untuk Lucy selamanya?" tanya Leon memastikan.


"Ya, ku rasa itu yang terbaik saat ini. Mungkin di luar sana akan ada lelaki yang lebih baik sedang menunggu ku." ucap Luna tersenyum simpul.


Leon memandang wajah Luna lekat, ia mengaduk makanannya.


"Apakah aku tidak termasuk dalam kriteria lelaki yang pantas untuk menunggu dan mendampingi mu? Sadarlah Luna, aku sudah cukup lama menunggu mu dan terlalu berharap banyak dengan mu. Aku ingin kau tidak hanya menganggap ku sebagai teman kecil." batin Leon yang memandangi wajah Luna.


"Apa kau ada janji dengan yang lain? Sepertinya pikiran mu sedang tidak di sini saat ini." ucap Luna menyentak lamunan Leon.


"Ahh sudahlah, ayo habiskan makan mu. Kalau tidak semua ini akan menjadi pajangan di meja ini." ucap Leon mengalihkan pertanyaan Luna.


Luna melanjutkan makannya dan tidak menghiraukan ucapan Leon, ia sangat bersemangat untuk menghabiskan makanan yang ada di hadapannya saat ini.


Setelah menghabiskan makanannya, Leon mengantar Luna pulang ke apartemennya. Di sepanjang jalan perasaan Leon bercampur aduk antara ingin mengutarakan perasaannya atau memendamnya. Sejujurnya Leon sudah berkali-kali mengungkapkan perasaannya kepada Luna, namun Luna menganggapnya hanya sebagai candaan lelucon yang keluar dari mulut playboy seperti Leon.


Tiba di depan gedung apartemen Luna melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap untuk turun dari mobil Leon.

__ADS_1


"Luna, ada hal yang ingin aku bahas dengan mu." ucap Leon.


Luna mengerutkan keningnya tak mengerti, karena sepanjang jalan Leon hanya diam tidak seperti dia yang biasanya.


"Kau, ada masalah yang serius?" tanya Luna.


"Ya, aku ada masalah yang sangat serius. Sepanjang jalan ini aku memikirkannya dan sangat sulit bagiku menemukan titik temunya." ucap Leon memandang kosong ke arah depan.


"Apa ini masalah orang tua mu? Aku akan mendengarkannya jika kau membutuhkannya, apa yang terjadi antara kalian lagi?" tanya Luna.


Luna sangat mengetahui kehidupan keluarga Leon, walaupun dari keluarga yang kaya-raya namun ibu dan ayah Leon berlatar belakang yang sangat berbeda. Ibu Leon adalah seorang dari keluarga bangsawan sedangkan ayah Leon adalah seorang mafia terkenal dan membuat hubungan keduanya di tolak oleh kedua keluarga besar mereka.


"Bukan, ini bukan masalah mereka. Ini masalah kehidupanku sepenuhnya, aku ingin melanjutkan hidup yang lebih dari sebelumya." ucap Leon.


Luna semakin tidak mengerti dengan ucapan yang keluar dari mulut Leon, namun dia tidak menjawab ucapan dari Leon. Dia membiarkan Leon menghabiskan ceritanya terlebih dahulu dan berusaha mengerti kondisi Leon.


"Luna, apa menurutmu aku bisa menjalani hidup yang lebih baik dari biasanya? Terlepas siapa aku, bisakah aku mendapatkan seseorang yang akan memahami perasaan ku?" tanya Leon.


"Tentu saja, kau pasti akan menemukan seseorang seperti itu nantinya dan aku berharap kau akan mencintainya sepenuh hati agar wanita itu tidak kecewa dengan mu." ucap Luna sambil tersenyum mengejek.


"Luna, apa kau tidak bisa melihat sisi lain ku?" tanya Leon langsung.


Luna terdiam mendengar ucapan Leon yang tida masuk akal.


"Maksud mu? Menurutku aku sudah sangat mengenalmu selama ini dan sangat mengerti dengan sikap mu, apa kau juga punya sisi lain di dalam kehidupan mu?" tanya Luna serius.

__ADS_1


"Ya, sisi lain itu adalah aku yang selalu mencintaimu selama ini dan kau yang selalu menganggap itu sebagai candaan." ucap Leon berterus terang.


__ADS_2