
Di sepanjang perjalanan, Andre dan Lucy hanya diam tidak mengucapkan sepatah katapun dari mulut mereka. Lucy merasa enggan untuk memulai berbicara terlebih dahulu kepada Andre, karna ia merasa yang seharusnya memulai percakapan adalah pihak laki-laki. Tapi dengan sifat Andre yang dingin, tidak semudah itu mengharapkan semuanya terjadi begitu saja. Andre bahkan lebih bungkam tanpa ada tanda-tanda ia akan memulai percakapan.
"Baiklah, aku yang akan memulainya jika kau tidak ingin. Aku akan merendahkan harga diri ku demi kepastian hubungan ini." batin Lucy
Lucy menatap wajah lelaki yang amat ia cintai itu, wajah Asia yang melambangkan ciri khas negaranya sangat melekat di wajah Andre. Lucy menatap lekat wajah itu, sehingga membuat Andre merasa risih dan menatap Lucy sesekali.
"Mas, apa kamu tidak ada sesuatu yang ingin di bicarakan?" tanya Lucy serius.
"Apa kau bosan?" tanya Andre balik.
"Kok kamu balik nanya? Bukankah seharusnya kamu jawab pertanyaan ku dulu?" tanya Lucy heran.
"Habis dari kita berangkat kau diam, ku pikir kau sedang memikirkan sesuatu. Jadi aku tidak mau mengganggu me time mu itu." ucap Andre sembarang.
"Ya, aku memang sedang memikirkan sesuatu.Dan ini adalah sesuatu yang sangat penting." ucap Lucy.
"Benarkah? Apa sulit untuk memecahkan persoalannya? Kau bisa share ke aku." ucap Andre santai.
Lucy tampak kesal dengan Andre yang sangat tidak peka dengan apa yang dia ucapkan, jelas-jelas ia ingin membahas soal hubungan yang tidak berujung ini.
Lucy kembali diam dan tak menanggapi apa yang barusan di ucap oleh Andre. Ia merasa sedikit kesal dan akan mencoba membahasnya setelah mereka tiba di apartemen nanti, Lucy sedikit menurunkan sandaran kursi mobil agar dapat lebih santai tak lama kemudian ia terpejam dan hanyut dalam tidurnya. Andre sesekali memperhatikan kekasihnya yang kini telah berada di alam mimpi, ia menghela napas panjang dan berat dengan menginjak pedal gas sedikit lebih kuat membuat laju mobil semakin kencang.
"Lucy... Lucy...." ucap Andre membangunkan Lucy yang masih memejamkan mata.
Lucy membuka matanya pelan, namun seketika matanya membelalak lebar menatap pemandangan yang ada di depannya. Tiba-tiba mereka sudah berada di pinggir pantai.
"Kenapa kita kesini?" tanya Lucy heran.
"Ayo kita keluar." ajak Andre.
__ADS_1
Lucy menuruti ucapan Andre dan keluar dari mobil, angin pantai yang sedikit kencang menyibakkan rambut Lucy yang terurai. Andre duduk di pinggir bibir pantai sambil menatap lurus ke ujung laut, Lucy pun menyusul kekasihnya itu dan duduk si sampingnya.
"Kamu tidak menjawab pertanyaan ku, dan kini berdiam diri duduk di sini." ucap Lucy.
"Kau tau, aku sangat menyukai lautan." ucap Andre singkat.
"Baiklah, jika kamu menyukainya aku akan menemani mu di sini sampai kamu bosan." ucap Lucy sambil tersenyum manis.
Andre menatap lekat wajah kekasihnya itu, ia sangat paham jika kini di dalam hati Lucy sangat penuh dengan kegundahan namun ia dapat menyembunyikan semuanya dengan senyum manisnya itu.
"Lucy aku akan mengatakan yang sejujurnya kepada mu." ucap Andre sambil menatap wajah Lucy yang masih tersenyum simpul.
"Baiklah, aku akan mendengarkannya." ucap Lucy serius.
Kini raut wajah wanita itu berubah menjadi sedikit tegang, ia tidak tau apa yang akan di katakan oleh Andre namun apapun keputusan Andre kini ia mencoba mempersiapkan dirinya dan menerima semua itu.
"Aku sangat mencintaimu, terlebih lagi saat kau berhasil memasuki dan mengobati hati ku yang terluka. Kau sangat berati, sampai-sampai aku takut untuk kehilangan mu. Kau tau, semua yang ku berikan kepada mu bukan semata-mata karena aku baik hati, melainkan karena aku takut kau meninggalkanku jadi aku mengikat mu dengan semua pemberianku itu. Lucy, apa kau bahagia saat bersama ku?" tanya Andre.
"Lucy, kau pasti bisa mendapatkan kebahagiaan jauh lebih baik lagi nantinya." ucap Andre.
Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, ia menatap Andre dengan tatapan heran.
"Maksud mu bicara seperti itu apa?" tanya Lucy.
"Aku tidak akan mengikat mu lebih jauh lagi. Aku tau ini salah dari awal, tapi aku selalu mencoba meyakinkan dan telanjur masuk ke kehidupanmu sampai-sampai tidak tau bagaimana caranya untuk keluar. Jadi, jika kau ingin mencari sosok yang jauh lebih baik dariku mulai sekarang aku tidak akan melarang mu." ucap Andre.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, apa karena kita yang berbeda keyakinan jadi kamu menyerah begitu saja mas?" tanya Lucy
"Lucy, jika kau berharap melanjutkan hubungan kita ke tahap yang lebih jauh, aku minta maaf tidak dapat memenuhi keinginan mu itu." ucap Andre.
__ADS_1
Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, sekian lama ia menunggu akhirnya kini ia mendapatkan jawaban pasti yang keluar dari mulut Andre.
"Aku bisa ikut ke agama mu jika kamu mau." ucap Lucy spontan.
Andre menatap keseriusan Andre, ia menatap lekat wajah wanita itu yang kini mencoba menahan tangisnya.
"Aku tidak dapat menerima mu." ucap Andre pelan.
"Kenapa? Apa karena aku dari keluarga yang berantakan? Apa karena aku hanya wanita biasa dengan pendidikan yang biasa saja? Apa aku tidak bisa masuk ke agama mu dan menjadi satu?" tanya Lucy beruntun.
Kini air mata Lucy sudah tidak tertahankan lagi, bulir-bulir bening kini semakin deras keluar dari pelupuk matanya.
"Lucy, aku tidak pernah mempermasalahkan status sosial mu. Hanya saja, aku tidak bisa menerima jika kau pindah keyakinan hanya karena ku bukan karena hati mu." ucap Andre.
Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, bagaimana bisa Andre tidak dapat menerima pengorbanannya yang sudah mau pindah keyakinan demi dirinya.
"Lucy, keyakinan itu harus tumbuh di dalam hati mu dan dirimu harus merasa terpanggil. Bukan karena aku ataupun orang lain, tapi karena hatimu. Apa jadinya jika kau pindah keyakinan karena ku? Aku tidak bisa mempertanggungjawabkan jika suatu saat ternyata kau menyesal dengan pilihan mu." ucap Andre melanjutkan.
Lucy yang kini hanya dapat menangis tidak dapat mengucapakan sepatah katapun. Hatinya kini sangat perih tersayat kenyataan yang ada.
"Lucy, maaf karena aku melukai dirimu dan membuatmu menangis." ucap Andre.
"Tidak, aku tidak akan menyerah begitu saja mas." ucap Lucy tiba-tiba.
Andre terdiam mendengar ucapan Lucy.
"Ajari aku Islam mas, aku cukup mempelajarinya untuk saat ini sampai aku dapat memutuskan apakah aku harus pindah keyakinan atau tidak. Tolong ajari aku dan beri pemahaman kepada ku, sekali saja." ucap Lucy.
Andre terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Lucy, ia tidak pernah melihat Lucy bersungguh-sungguh seperti ini. Andre pun tersenyum lembut ke arah wanita itu sambil mengusap kepalanya.
__ADS_1
"Aku akan mencoba mengajari mu untuk memahami apa itu Islam." ucap Andre.