S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#119


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Andre bangun dari tidurnya dan sudah berpakaian rapi, ia juga membawa beberapa barang penting bersamanya. Melihat akan hal itu ibu Andre merasa heran dan bertanya-tanya akan kemana anaknya sepagi ini.


"Kamu mau kemana nak? Bukankah kamu bilang sudah mengambil cuti?" tanya ibu Andre heran.


"Aku ada pekerjaan mendadak Bu, investor dari Rusia ingin mengadakan pertemuan hari ini juga. Jika aku tidak menemuinya saat ini aku akan kehilangan investor yang cukup besar dan akan mengalami kerugian." ucap Andre serius.


"Ah benarkah? Aku tidak mengerti kalau pekerjaan yang cukup berat, dan apa kau akan menemui orang itu sendiri?" tanya ibu Andre.


"Ya aku akan keluar kota untuk beberapa hari, Luna masih sibuk mengurus pekerjaan di perusahaan. Jadi aku akan pergi sendirian." ucap Andre.


"Bagaimana jika kau mengajak Ratih bersamamu, sekalian kalian pergi berjalan-jalan." usul ibu Andre.


"Bu, yang benar saja. Aku ini pergi untuk bekerja bukan untuk liburan, tidak mungkin aku membawa wanita itu menemui klienku." ucap Andre.


"Aku takut kau kesepian dan bosan, setidaknya ada Ratih yang menemanimu untuk di mobil. Ia juga bisa menjaga makan mu." ucap ibu Andre.


"Sudahlah bu, aku tidak ingin berdebat dengan ibu. Aku pergi dulu." ucap Andre pergi meninggalkan ibunya.


Andre bergegas pergi meninggalkan apartemennya agar ibunya tidak menyulitkan nya lagi, rencananya akan gagal jika ibunya selalu ikut campur dalam urusan nya. Dan di rumah ini cukup tenang karena Ratih dapat melancarkan rencananya juga, akan semakin cepat ibu membatalkan perjodohan ini.


Tiba di dalam mobil Andre segera menghubungi Lucy untuk bersiap-siap, dan mengabari kekasihnya itu kalau dia sudah berangkat menuju apartemennya untuk menjemput Lucy. Setelah menelepon Lucy, Andre juga sesegera mungkin menelepon Luna. Ia ingin meminta bantuan Luna agar menyembunyikan keberangkatannya dari ibu Andre, ia tidak ingin jika ibunya mengetahui bahwa ia pergi bukan karena pekerjaan melainkan pergi bersama Lucy. Tak lama kemudian Andre telah sampai di depan apartemen Lucy. Dan ternyata Lucy sudah menunggu Andre di depan dengan koper kecil di sampingnya.

__ADS_1


Andre keluar dari mobilnya dan membantu Lucy untuk memasukan koper kedalam mobil. Setelah selesai, mereka pun bersiap-siap untuk berangkat kerumah neneknya Lucy.


"Baiklah, apa kamu sudah siap? Apa ada barang yang kamu lupa bawa?" tanya Andre memastikan.


"Tidak, aku sudah membawa semuanya dan menaruhnya di koper. Semua yang aku butuhkan sudah masuk ke dalam koper, dan di sini aku membawa beberapa cemilan. Aku yakin kau belum sarapan, jadi aku membuatkan kamu sarapan." ucap Lucy mengeluarkan kotak bekal di dalam sebuah tas kecil.


"Ah memang kau yang paling mengerti aku, aku makan ini sambil mengendarai mobil. Baiklah kalau begitu kita berangkat." ucap Andre.


Anda menyetir mobilnya sambil disuapin sarapan oleh Lucy, baru 3 hari mereka tidak bertemu tapi hari-hari yang dilewati terasa begitu lama. Dan kini akhirnya mereka bisa bersama-sama, walaupun harus menipu ibunya.


"Ah aku merasa gugup untuk bertemu dengan nenek." ucap Lucy.


"Bagaimana bisa aku tidak merasa gugup, aku sudah cukup lama tidak berjumpa dengannya. Dan aku bahkan belum sempat ngabarin nya jika aku sudah bekerja di perusahaan yang besar, aku benar-benar menyesali itu dan menganggap sebagai cucu yang jahat." ucap Lucy menyesal.


"Tenanglah aku yakin dia tidak akan pernah berpikir buruk tentangmu, terlebih lagi melihat sikapmu yang selalu ceria. Aku yakin dia merasa damai saat kau pergi dari desa." ucap Andre.


"Maksud mu?" tanya Lucy heran.


"Ya jika kau terus bersamanya mungkin dia akan kehilangan pendengarannya lebih cepat, karena seperti yang kau tahu kalau kau sangat berisik." ucap Andre mengejek.


"Kamu mengatakan aku berisik?" teriak Lucy.

__ADS_1


"Bukankah memang begitu?" tanya Andre balik.


"Aku tidak akan menyuapi mu lagi, dan jangan harap aku akan membuatkan mu makan malam." ucap Lucy kesal.


Andre hanya tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu, sudah cukup lama ia tidak mengganggu Lucy dan tidak melihat wajah marahnya itu. Saat marah pun Lucy terlihat manis.


"Sepertinya aku benar-benar akan kelaparan malam ini, tapi aku tidak yakin. Nenekmu pasti tidak akan tega melihat ku yang tampan ini kelaparan." ucap Andre sambil tersenyum.


"Hah yang benar saja, aku akan meminta nenek agar menghukum mu dan tidak akan membuatkan mu makan malam." ancam Lucy.


"Kita lihat saja nanti, aku yakin nenek mu akan terkesima melihat ku dan melupakan cucunya yang berisik ini." ejek Andre lagi.


"Aku tidak akan berbicara dengan mu lagi mulai sekarang." ucap Lucy merajuk.


"Ah benarkah? Apa kau yakin akan dapat bertahan lama dengan diam mu? Aku tidak yakin." ucap Andre.


"Aku benar-benar serius dengan ucapan ku." ucap Lucy.


"Tapi sampai saat ini kau masih berbicara denganku." ucap Andre.


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, ia akan selalu kalah jika berdebat dengan kekasihnya itu. Dan pada akhirnya ia juga akan lebih dahulu mengajak Andre berbaikan karena ia lupa jika sedang bertengkar atau marah dengan kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2