
"Aku tidak menyukaimu." ucap nenek Andre terus terang.
Andre dan Lucy terdiam, mereka benar-benar terkejut dengan ucapan nenek Andre yang secara tiba-tiba keluar begitu saja.
"Nenek, kenapa nenek berbicara seperti itu? Nenek hanya belum mengenalnya secara keseluruhan." ucap Lucy.
"Berhenti membangkang Lucy, kau tidak akan tau pria seperti mereka. Bahkan kehidupan mu dan dirinya jauh berbeda, berhenti sebelum kalian terlalu jauh." ucap nenek Lucy.
Andre yang dari tdi diam saja dan tidak banyak bicara kini dia mengerti bagaimana perasaan Lucy saat berhadapan dengan ibunya.
"Apa nenek menganggap ku lelaki kaya yang tidak bisa melakukan apa-apa? Sepertinya Anda terlalu meremehkan kemampuan ku." ucap Andre.
"Tidak perlu membela diri, aku tahu orang-orang seperti kalian. aku bahkan lebih mengenal kalian dibandingkan cucuku, aku tidak akan tertipu seperti dia." ucap nenek yakin.
"Oh yang benar saja, anda kini hidup di tahun 2020, semua pria tidak sama seperti yang anda temui bahkan anda kenal pada zaman anda dahulu. Tidak bisakah anda berpikir secara realistis? Setidaknya mengenal dan melihat terlebih dahulu sebelum menilai." ucap Andre.
__ADS_1
"Nenek, ayolah aku ke sini bukan untuk berdebat dengan nenek. Aku ke sini karena merindukan nenek dan ingin menghabiskan waktu itu liburku bersama nenek." ucap Lucy sambil memeluk nenek Grace.
Neneknya terdiam mendengar ucapan cucunya yang sangat ia sayangi, nenek Grace sangat takut jika Andre tidak berniat serius kepada Lucy dan hanya menjadikannya mainan setelah bosan dapat di tinggalkan begitu saja.
"Nenek, aku lapar." rengek Lucy.
"Apa lelaki kota ini tidak membelikan mu makan? Kenapa dia membiarkan mu kelaparan seperti ini jika dia benar-benar kekasih mu?" tanya nenek Grace marah.
"Bukan begitu, aku sengaja tidak makan agar dapat menikmati masakan nenek. Nenek sendiri tahu kalau aku sudah lama tidak merasakan masakan nenek." ucap Lucy beralasan.
"Ayolah kita pulang, aku benar-benar lapar." rengek Lucy.
"Baiklah-baiklah, ayo kita pulang. Dan jangan lupa untuk membawa lobak-lobak itu." ucap nenek.
Dengan sigap Andre mengambil keranjang berisi lobak dan membawanya, nenek Grace yang awalnya menyuruh Lucy tidak menyangka jika ternyata Andre yang melakukannya.
__ADS_1
"Sudah, ayo cepat. Aku tidak ingin mendengar mu merengek lagi." ucap nenek Grace.
Mereka berjalan pulang, Lucy merangkul lengan neneknya yang kini sudah membungkuk. Tak terasa sudah berapa lama ia tidak pulang dan kini tubuh nenek sedikit kurus di bandingkan saat Lucy masih tinggal dengannya.
Mereka tiba di rumah, nenek langsung pergi ke dapur untuk melihat apa yang dapat di masak. Sedangkan Andre duduk di teras depan sambil menyusun lobak-lobak yang ada di dalam keranjang.
"Kamu sedang apa?" tanya Lucy mendekati Andre.
"Tidak ada, aku hanya menyusun lobak-lobak ini keluar dari keranjang. Jika di biarkan begini saja dia akan busuk dan tidak dapat di jual nantinya." ucap Andre sambil mengeluarkan lobak-lobak dari dalam keranjang.
"Benarkah? Darimana kamu tau jika itu akan busuk?" tanya Lucy lagi.
"Apa aku perlu menjelaskannya? Aku yakin kau juga paham dengan apa yang aku lakukan saat ini." ucap Andre.
Lucy mengerutkan dahinya, ia benar-benar tidak dapat mencari celah untuk mengejek kekasihnya itu. Andre dapat melakukan segalanya tanpa bertanya kepada siapapun.
__ADS_1