S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#17


__ADS_3

Lucy dan ayahnya tiba di sebuah club malam yang biasa di jadikan tempat oleh ayahnya untuk berjudi. Mereka memasukinya dan menuju suatu ruangan, Lucy melihat sekeliling club itu yang penuh sesak dengan berbagai macam manusia di dalamnya. Di tambah suara musik yang membuat sakit gendang telinganya dan sesak nafas karena kepulan asap rokok.


Tak lama melewati keriuhan tadi mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat minim cahaya namun tidak terlalu berisik seperti di luar. Lucy mencengkram erat lengan ayahnya karena ketakutan.


"Bos, aku sudah membawa putri ku ke sini." ucap ayah Lucy berbicara pada seseorang yang duduk di sebuah sofa.


Lucy mencoba menyipitkan matanya untuk dapat melihat sosok wajah yang di panggil 'Bos' oleh ayahnya itu. Benar saja, ternyata ada beberapa laki-laki duduk di sofa itu di temani dengan wanita-wanita yang berpakaian seksi.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki mendekat ke arah mereka dan menarik tangan Lucy. Ternyata yang menarik lengannya itu adalah seorang lelaki tua dengan perut buncitnya dan bau alkohol yang menyengat keluar dari hembusan nafasnya.


"Aku akan memberi mu kebebasan dan juga sejumlah uang. Aku benar-benar tidak menyangka jika kau menyimpan berlian di rumah busuk mu itu." ucap pria itu sambil mengelus pipi Lucy.


"Terima kasih bos, anda memang yang terbaik." ucap ayah Lucy.


Benar saja, yang ada bersamanya saat ini adalah bos David yang di ucapkan oleh ayahnya di rumah tadi. Lampu ruangan itu sedikit di hidupkan dan membuat Lucy dapat melihat seluruh isi ruangan itu.

__ADS_1


"Aku rasa gadis kecil ku sedikit takut dengan gelap, jadi biarkan lampunya tetap menyala. Aku juga ingin melihat kecantikan paras wanita ini." ucap bos David memerintahkan anak buahnya.


David menarik Lucy yang masih berdiri ke sofa dan mengajaknya duduk. Lucy yang tidak tau harus berbuat apa hanya menuruti perlakuan David kepadanya. Lucy duduk di sebelah David dengan tangan yang masih di pegang dan di belai oleh lelaki tua itu.


"Hey, kenapa kamu duduk di situ? Anak kecil seperti mu harus duduk di pangkuan ku." ucap David sambil menepuk pahanya mengisyaratkan agar Lucy duduk di pangkuannya.


Lucy benar-benar merasa jijik akan tingkah laku lelaki tua bangka yang ada di hadapannya itu. Namun rasa takutnya melebihi dari segalanya sekarang, dan membuatnya menuruti ucapan David.


"Bagus, kau memang anak yang baik. Kau tidak perlu takut, aku akan memperlakukan mu dengan baik dan membuat mu memiliki apapun yang kamu inginkan." ucap David memerintah.


"Santai saja sayang, aku akan memperlakukan mu dengan baik nantinya. Minumlah, agar kau tidak terlalu tegang." ucap David menarik lengan Lucy untuk duduk di atas kasur.


"Tapi saya tidak bisa minum bos, saya tidak pernah minum anggur selama ini." ucap Lucy menolak.


"Ini tidak membuat mu mabuk, ini akan membantu mu sedikit rileks. Cobalah sedikit, mari aku bantu." ucap David menyodorkan gelas ke bibir Lucy.

__ADS_1


Lucy tidak dapat menolak dan membuka mulutnya. Hanya dengan sekali tegukan Lucy menghabiskan semua anggur yang berada di dalam gelas. Namun karena mulut Lucy tidak dapat menampung semuanya, anggur itu tumpah dan membasahi gaun yang dikenakan Lucy.


"Tolong bos jangan lakukan ini kepada ku, aku akan membayar semua hutang-hutang ayah ku. Tolong bebaskan aku." ucap Lucy memohon.


"Apa aku tidak salah mendengar mu mengatakan itu semua? beraninya kau bernegosiasi dengan ku. Dasar wanita jalang, diam dan turuti apa perintah ku." ucap David marah.


Lucy berusaha memberontak dari cengkraman tangan si tua bangka itu. Ia benar-benar berharap bisa bebas saat ini.


"Plak...."


Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi mungil Lucy. Saking kerasnya tamparan itu membuat Lucy sedikit pusing dan merasa ingin pingsan. Namun ia berjalan dengan terhuyung mencoba mencari pintu keluar agar bisa kabur. Melihat itu, David semakin geram dan menjambak rambut Lucy.


Melihat akan hal itu Lucy yang sudah tidak memiliki tenaga untuk berontak menendang bagian ************ milik David dan membuat David mengerang kesakitan. Dengan secepat kilat Lucy lari dari kamar itu keluar tanpa menoleh kebelakang sekali pun. Ia benar-benar ingin segera kabur dari neraka ini, tapi ternyata David menyuruh anak buahnya untuk berjaga di pintu keluar club malam.


Ia mencari cara untuk bisa kabur. Dan Lucy melihat seorang pria duduk sendiri, ia mendekati pria itu dan bersembunyi di sebalik tubuh pria itu.

__ADS_1


"Tolong... Tolong aku tuan." ucap Lucy dengan tubuh bergetar.


__ADS_2