
Boris menatap wajah yang ada di hadapannya yang ternyata itu adalah kekasih dari anaknya, ia terdiam terpaku dan berusaha menenangkan diri sadar akan umpatan yang baru saja keluar dari mulutnya. Takut-takut ucapannya membuat Andre marah dan ia akan terkena masalah seperti tempo hari.
"Ahh ternyata itu anda tuan Andre, maaf saya berbicara lancang barusan." ucap Boris gugup.
"Tida masalah, aku terbiasa dengan hal itu dari orang-orang seperti mu. Jadi, tuan Boris ada keperluan apa anda kemari?" tanya Andre langsung.
"T-tidak, saya hanya ingin melihat apakah Lucy sudah pulang atau belum dan memastikan dia untuk makan dan istirahat yang benar." ucap Boris beralasan.
"Owh, sepertinya anda sekarang mencoba menjadi ayah yang baik bagi putri anda. Apakah karena anda telah mengetahui kalau dia seorang kekasih dari CEO perusahaan besar, jadi anda berniat untuk memberikan perhatian lebih agar dapat menopang hidup anda di kemudian hari?" tanya Andre serius.
Boris terdiam mendengar ucapan Andre yang seolah memojokkan dirinya dan berpikir negatif terhadapnya. Ia tau akan sulit baginya untuk meyakinkan Andre karena kepribadian Andre yang bukanlah orang biasa seperti mereka.
"Bagaimana mungkin tuan Andre dapat berpikir seperti itu tentang ku? Mau bagaimanapun Lucy adalah anak kandung saya, darah daging saya dan hanya saya seorang kerabat yang ia miliki kini." ucap Boris meyakinkan.
"Baiklah, semoga apa yang anda ucapkan itu sesuai dengan yang ada di dalam lubuk hati anda saat ini tuan Boris. Karena, jika anda berani macam-macam terhadap wanita ku, aku tidak akan segan-segan membalas perlakuan orang itu dengan sangat kejam." ancam Andre sambil berlalu meninggalkan Boris yang masih berdiri terpaku.
Boris terdiam mendengar ancaman dari Andre, ia pun menoleh kebelakang untuk memastikan Andre telah pergi meninggalkannya dan tidak mengamatinya lagi.
"Lihat saja, jika aku sudah mendapatkan kembali kepercayaan dari Lucy dan menghasutnya, aku yakin kau akan memohon kepada ku untuk merestui hubungan kalian." ucap Boris menyombongkan diri.
Ia pun pergi meninggalkan lobby apartemen dan mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Lucy, ia berpikir Lucy akan curiga kepadanya jika ia sering-sering mengunjunginya terlebih lagi Lucy pasti sudah di peringati oleh Andre untuk tetap waspada terhadapnya.
_____________________
Andre mengamati Boris dari dalam mobil, ia merasa yakin jika Boris tidak akan berubah secepat ini, bahkan ia dulu ia tega menjual anaknya demi melunasi hutang-hutangnya. Andre melihat Boris keluar dari gedung apartemen tempat Lucy berada, Andre berencana untuk mengikuti kemana Boris akan pergi namun tiba-tiba ponselnya berdering.
Andre mengambil ponselnya dan melihat sebuah nama di layar ponselnya yang ternyata panggilan itu aalah dari ibunya yang berada di Indonesia. Dengan cepat Andre mengangkat telepon dari ibunya itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum buk, tumben ibuk telepon Andre jam segini? Ada apa bu?" tanya Andre heran.
"Tidak ada apa-apa Ndre, ibu cuma mau tau kamu sudah pulang kerja apa belum? Sudah makan malam apa belum?" tanya ibu Ratih.
"Andre baru pulang kerja bu, ini mau beli makan malam sekalian jalan pulang." ucap Andre.
"Kamu kerja jangan selalu pulang malam ya, ingat-ingat jaga kesehatan mu. ibu mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu Ndre." ucap ibu serius.
Andre diam tidak langsung menjawab ucapan dari ibunya itu, ia yakin ibunya pasti ingin membahas masalah jodoh untuknya.
Andre yang terdiam dalam heningnya tersadar dan melanjutkan pembicaraan dengan ibunya.
"Ada hal penting apa yang ingin ibu bahas? Tumben sekali, sepertinya penting." ucap Andre penasaran.
"Andre, ibu rindu dengan kamu nak. Kalau kamu tidak bisa pulang, apa ibu boleh ke sana untuk menemui mu?" tanya ibu.
Andre yang mendengar ucapan dari ibunya langsung sumringah mendengarnya.
"Ibu sudah minta Alex urus semuanya, jadi ibu tinggal berangkat." ucap ibu senang.
"Ibu berangkat ke sini dengan Alex saja, biar nanti Andre yang belikan tiketnya. Andre takut jika ibu pergi sendirian nanti kenapa-kenapa di jalan." ucap Andre cemas.
"Alex kan harus mengurus perusahaan mu yang di sini, jika dia ikut ibu ke sana bagaimana dengan perusahaan mu di sini?" tanya ibu.
Apa yang di katakan oleh ibu ada benarnya juga, tapi di sisi lain dia juga rindu dengan adik laki-lakinya itu yang sudah banyak menolongnya.
"Tidak apa bu, biar saja dia ikut ke sini sebentar. Hitung-hitung cuti nya tahun ini, dia selalu bekerja tanpa mengambil cuti setelah merawat ku dulu. Nanti aku akan minta Sisil menggantikannya untuk sesaat." ucap Andre.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau mu, ibu akan memberitahunya nanti. Sekarang kamu pulanglah dan jangan lupa makan, setelah itu kau harus beristirahat lebih cepat." nasehat ibu.
"Baiklah kalau begitu Bu, assalamualaikum." ucap Andre mengakhiri telepon.
"Waalaikumsalam." ucap ibu.
Andre mematikan ponselnya dan meletakkannya ke saku kemejanya. Ia benar-benar merasa senang mendengar rencana ibu, dan ia pun berniat untuk mengenalkan Lucy kepada ibunya. Andre berharap ibunya dapat menyetujui pilihannya dan merestui hubungan mereka.
"Baiklah, aku harus membeli makan untuk nyonya. Jika aku terlambat, takutnya dia akan memarahi ku dan membuat masalah pada ku." ucap Andre.
Ia melajukan mobilnya pergi dari parkiran apartemen tempat Lucy tinggal, sebelum dia pulang ia mampir ke sebuah restoran untuk membeli beberapa makanan untuknya dan untuk Lucy. Setelah selesai ia meminta kurir mengantar makanan itu ke Lucy, dan ia pun pulang menuju rumahnya. Tidak sampai 15 menit Andre telah tiba di apartemennya dan meletakan makanan yang ia beli tadi di atas meja makan.
Kriiinnngg.... Kriiinnngg....
Ponsel Andre tiba-tiba berbunyi lagi dan ternyata itu salah panggilan vidio dari Lucy.
"Hay, kau sudah menerima makanan mu?" tanya Andre sambil meletakan ponsel di depannya.
"Aku baru saja dari bawah mengambilnya, kamu sudah sampai mas?" tanya Lucy.
"Iya, aku baru saja sampai. Tadi sebelum pulang aku mendapat telepon dari ibu ku." ucap Andre.
"Ibu...? Ibu mas Andre menelepon? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Lucy sedikit khawatir.
"Tidak, dia hanya ingin ke sini untuk pergi berlibur. Jadi besok aku akan meminta Luna untuk mengurus tiket penerbangannya dengan adik laki-laki ku Alex." ucap Andre.
"Wahh, kamu pasti sangat senang dapat berjumpa dengannya. Apa kamu juga akan mengambil cuti untuk menemani ibu dan adik mu berlibur?" tanya Lucy.
__ADS_1
"Aku juga akan membuatkan cuti untuk mu, jadi kita bisa berlibur bersama. Bagaimana menurut mu?" tanya Andre.
Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, wajahnya tiba-tiba merona merah karena tidak membayangkan bagaimana jika ia nanti akan berjumpa dengan ibu dari Andre dan bagaimana menghadapinya.