
Lucy berdiri dan berangsur membereskan meja dari gelas-gelas dan toples kue yang telah kosong. Dengan sigap ia membereskan ruang keluarga itu agar nampak rapih seperti biasanya.
"Kenapa kau tidak bersantai dan istirahat dulu? Bukankah kau bilang tadi malam baru saja membuat biskuit. Aku tidak yakin kau tidur cepat semalam." ucap Andre sambil memperhatikan wanitanya itu.
"Aku tidak terbiasa melihat sesuatu yang berantakan. Lagian takutnya saat ibu mu bangun dan semua masih berantakan ini akan membuatnya semakin lelah." ucap Lucy.
"Kau masih memperdulikannya walaupun dia bertindak jahat kepada mu?" tanya Andre.
"Tentu saja, mau bagaimanapun juga beliau tetap ibu mu yang melahirkan mu mas,kamu harus patuh dan menghormatinya." ucap Lucy sambil mengangkat gelas-gelas itu dan berjalan menuju dapur.
Andre mengikuti kekasihnya itu sambil membawakan toples kosong karena tak dapat di bawa oleh Lucy.
"Kamu akan menyesal jika kamu sudah tidak dapat melihat dan mendengar ibu mu lagi mas, dan penyesalan itu akan terus menghantui mu sampai kapanpun dan dimanapun kamu berada." ucap Lucy.
"Meskipun aku harus menerima perjodohan ku dengan Ratih? Apa kau juga akan terima itu?" tanya Andre tiba-tiba.
"Aku tidak bisa menyangkal jika aku tidak bisa menerimanya. Tapi aku akan mengalah demi ibumu jika beliau bersikeras, tapi buktinya ibu mu memberiku kesempatan untuk bersaing dengan Ratih. Yang artinya dia juga ingin melihat kemampuan ku, ku pikir ibu mu tidak buruk mas, dia hanya mencoba mencarikan yang terbaik untuk mu." ucap Lucy menerangkan.
"Baiklah, jadi siapa menurutmu orang yang terbaik untuk ku?" tanya Andre sambil memeluk Lucy dari belakang.
__ADS_1
Lucy berbalik menghadap ke arah Andre dan masih di dalam dekapan kekasihnya itu.Wajahnya menengadah ke atas menatap wajah Andre yang lebih tinggi dari dirinya.
"Apa kau tidak melihat wanita yang ada di depan dan di dalam dekapan mu ini?" tanya Lucy sambil tersenyum.
"Baiklah, kau memang pemenangnya." ucap Andre.
Melihat tingkah Lucy yang imut hal itu membuat Andre merasa tergoda dan ingin mendaratkan kecupan mesra di bibir gadis itu. Namun hal itu segera di hentikan oleh Lucy menggunakan tangannya.
"Apa kamu sudah tidak waras mas, kalau ibu atau adik mu melihat bagaimana?" tanya Lucy takut.
"Mereka tidak akan berani menegur ku, mereka juga tau kau milik ku." ucap Andre cemberut.
"Tetap saja, aku tidak ingin di pandang buruk oleh mereka. Dapat di terima oleh adikmu saja aku sudah senang." ucap Lucy melepaskan diri dari pelukan Andre.
"Berhenti berbicara omong kosong, kau harus lebih banyak menghargai perasaan orang lain. Walaupun kau seorang bos besar, kau juga harus bisa memahami perasaan orang biasa." ucap Lucy menasehati.
"Baiklah nyonya, jadi apa yang bisa ku bantu untuk dapat menyenangkan hati nyonya?" tanya Andre sambil menundukkan badan.
Lucy tertawa melihat tingkah laku kekasihnya itu, ia benar-benar di perlakukan bak seorang putri raja oleh lelaki yang kini berstatus kekasihnya itu.
__ADS_1
"Ah iya, bukankah ini belanjaan ibu tadi saat pergi dengan Ratih?" tanya Lucy.
"Entahlah, aku tidak tau apa yang mereka beli." ucap Andre mencuci gelas-gelas kotor.
Lucy membuka dua bingkisan yang berisikan sayuran dan juga daging di dalamnya. Ia membukanya satu persatu dan dengan hati-hati, karena ia yakin ibu Andre telah susah payah memilih bahan masakan yang terbaik di supermarket saat berbelanja tadi.
"Apa yang ibuku beli tadi?" tanya Andre yang sudah selesai mencuci.
"Entahlah, ini ada daging, sayuran dan beberapa bumbu. Aku tidak tau apa yang akan di masak oleh ibu mu, baiklah kalau begitu aku akan mencuci bahan-bahan ini terlebih dahulu dan meletakkannya di kulkas." ucap Lucy.
"Untuk apa?" tanya Andre penasaran.
"Agar ibu mu lebih mudah dan tidak perlu repot-repot lagi dalam mengolah makanan nantinya." ucap Lucy.
"Entahlah itu hal baik atau tidak, menurutku kau harus lebih belajar dalam hal masa bodoh kepada orang lain." ucap Andre sedikit kesal.
"Aku di ajarkan untuk selalu menjadi anak yang baik selama ini." ucap Lucy polos.
Andre hanya diam sambil menatap kekasihnya itu, bagaimana bisa ada seorang manusia yang hidupnya selalu memikirkan perasaan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri. Padahal perlakuan ibu Andre jelas-jelas sangat menyakitkan baginya dan membuatnya seakan-akan tidak berarti sama sekali.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan?" ucap ibu Andre yang tiba-tiba datang ke dapur.
kedatangan ibu Andre yang secara tiba-tiba membuat Lucy terkejut dan menghentikan pekerjaannya. Nampak wajah takut dan gugup tersirat di wajah mungilnya itu, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun. Namun mengingat ibu Andre yang tidak menyukainya, ia menjadi sedikit takut.