S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#86


__ADS_3

Kini Lucy dan ibu Andre tengah berada di ruang kerja Andre yang ada di apartemennya. Lucy duduk berhadapan dengan ibu dari kekasihnya, ia benar-benar tidak mengerti kenap ibunya Andre memanggilnya keruangan ini dan hanya ada mereka berdua.


"Jadi, sudah berapa lama kamu kenal dengan Andre?" tanya ibu Andre kepada Lucy.


"Hampir kurang lebih satu tahun nyonya." ucap Lucy sopan.


"Apa saja yang sudah di berikan oleh anak ku kepada mu? Sepertinya kau menikmati menjadi kekasih dari putra ku." ucap ibu Andre.


"S-saya..." ucap Lucy terputus.


Ia benar-benar bingung harus menjawab apa, jika ia mengatakan yang sejujurnya pastilah ibu Andre akan memandang rendah dirinya sebagai wanita yang hanya ingin harta dari seorang pria kaya. Namun disisi lain ia tak pandai bagaimana caranya untuk berbohong kepada orang yang lebih tua, dan yang pasti ibu Andre akan mengetahui kebenarannya suatu saat. Lucy pun mencoba memberanikan diri untuk berbicara dan menatap mata ibu Andre yang sedari tadi memandangnya dengan pandangan mengintimidasi.

__ADS_1


"Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada anda karena mungkin saya bukanlah orang yang seperti nyonya harapkan untuk bersanding di sebelah putra anda. Saya adalah anak dari seorang petani yang bercerai, ibu saya membawa saya ke desa dan membesarkan saya bersama dengan nenek. Sedangkan ayah saya, dia..." ucap Lucy lagi terputus.


"Ada apa dengan ayah mu? Kenapa kau menghentikan ucapan mu?" tanya ibu Andre.


"Dia... Dia seorang penjudi dan juga pemabuk, tapi mau bagaimanapun juga dia tetaplah ayah saya dan saya menghormatinya. Andre telah banyak membantu saya, dari memberikan saya tempat tinggal, keuangan dan juga pekerjaan di perusahaan." ucap Lucy jujur.


"Apa....? Andre memberikan itu semua kepada mu?" tanya ibunya tak percaya.


"Ya nyonya, bahkan Andre juga yang membelikan gaun dan juga perhiasan lalu menyuruh saya untuk memakainya agar... Agar..." ucap Lucy bingung.


Lucy hanya tertunduk diam seribu kata, mau bagaimanapun apa yang ibu Andre katakan itu adalah kenyataannya dan semua itu tidak dapat di pungkiri oleh siapa pun.

__ADS_1


Ibu Andre menghela napas panjang dan menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi. Ia menatap lekat Lucy yang bertubuh mungil sambil berpikir panjang, bagaimana bisa putranya memiliki perasaan kepada wanita ini. Padahal dulu dia sangat sulit untuk membuka hati kepada wanita.


"Baiklah Lucy, jadi apa kelebihan mu sampai-sampai Andre memilih mu menjadi kekasihnya? Sedangkan yang aku tau putra ku sangat berselera tinggi dalam memilih pasangan." ucap ibu Andre.


"Saya juga tidak tau apa yang Andre sukai dari diri saya nyonya, terkadang sayapun bertanya pada diri saya sendiri akan hal itu." ucap Lucy polos.


Ibu Andre hanya diam mendengar ucapan Lucy, nampak di wajahnya rasa tidak puas akan jawaban dari gadis yang ada di hadapannya itu.


"Kau tau, gadis yang ku bawa kemari adalah gadis yang akan ku jodohkan dengan Andre. Dia adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam dan akan menjadi kepala rumah sakit dalam waktu dua bulan kedepan. Yang pastinya soal pendidikan dan materi kau sangat jauh berbeda dari dirinya. Menurut mu, apa kau pantas untuk bersaing dengannya?" tanya ibu Andre.


Lucy terdiam mendengar semua perkataan ibu Andre, jangankan di bandingkan dengan Ratih yang seorang dokter, dirinya pun merasa tak layak untuk bersanding dengan Andre.

__ADS_1


"Aku dan suami ku juga awalnya bukanlah dari keluarga yang berada dan mapan. Kami juga seorang petani dan untuk makanpun pas-pasan setiap harinya. Tapi, Andre berhasil mengangkat keluarganya yang susah bahkan dapat menyekolahkan adiknya ke perguruan tinggi dan mendapatkan gelar. Aku seorang ibu yang sangat tau bagaimana perjuangan anak ku dari bawah sampai detik ini. Jadi Lucy, apakah aku salah jika aku mencarikan wanita yang terbaik untuk pendamping anak ku?" tanya ibu Andre lagi.


Lucy merasa benar-benar tercekik dengan semua perkataan ibu Andre, apa yang ibu Andre katakan seakan pedang yang menghujam tubuhnya untuk menyerah dengan hubungan ini. Wajar bagi seorang ibu menginginkan yang terbaik bagi putranya yang sudah berjuang mati-matian untuk mengangkat derajat keluarganya. Orang tua mana yang tidak menginginkan melihat kesuksesan anak-anaknya dan juga para penerusnya kelak.


__ADS_2