
Sudah memasuki tahun baru, Lucy mulai bekerja di perusahaan tempat Andre pimpin. Pagi-pagi sekali Lucy bangun dan bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Ada rasa semangat dan gugup di dalam dadanya, karena ini pertama kalinya ia bekerja di sebuah kantor.
Andre sengaja tidak menjemput Lucy untuk berangkat ke kantor. Ia menjelaskan ke Lucy agar tidak mengganggu karyawan lainnya akan hubungan mereka. Dan bersikap profesional di lingkungan kerja agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan yang lainnya.
Lucy tiba di kantor dengan menggunakan taksi. Ia berlari-lari kecil menuju ruang tunggu kantor itu. Lucy menghampiri resepsionis untuk memberitahukan kedatangannya.
"Selamat pagi, saya Lucy. Baru mulai bekerja hari ini." ucap Lucy.
"Owh nona Lucy tunggu di sana, saya akan menghubungi pihak HRD untuk menjemput anda." ucap pegawai resepsionis.
Lucy menuruti ucapan wanita itu dan duduk di sebuah sofa yang sudah di sediakan. Ia mengecek ponselnya dan ternyata ada sebuah pesan dari Andre.
"Hy, kau sudah tiba di kantor? Bagaimana perjalanan mu? Apa kau tersesat?" tulis Andre.
Lucy tersenyum melihat pesan yang di tulis oleh Andre. Pertanyaan-pertanyaan beruntun seperti anak kecil.
"Aku sedang duduk di lobby, menunggu HRD datang menjemput. Tidak perlu khawatir, aku sampai di sini dengan selamat." balas Lucy
Tak lama Lucy di datangi seorang wanita. Wanita itu berjalan kearahnya dengan membawa beberapa berkas di tangannya.
"Selamat pagi nona Lucy, senang bertemu dengan mu." sapa wanita itu sambil mengulurkan tangan.
Lucy berdiri dan menyambut uluran tangan wanita itu.
"Selamat pagi juga, terima kasih." ucap Lucy tersenyum.
Wanita itu mempersilahkan Lucy duduk. Mereka duduk berhadapan dan wanita itu mengeluarkan beberapa lembar kertas di atas meja. Ternyata itu adalah kertas kontrak yang terdiri dari hak dan kewajiban yang akan di dapat Lucy selama bekerja di perusahaan ini.
Dengan seksama Lucy mendengarkan wanita itu menjelaskan semua isi kontrak. Ia masih tak percaya bahwa dia akan bekerja di sebuah perusahaan yang sangat ia impikan selama ini.
"Baiklah nona Lucy, itu semua hak dan kewajiban anda selama bekerja di sini jika nona ada yang masih kurang jelas bisa bertanya sama saya." ucap wanita itu.
"Owh tidak, saya sudah mengerti semuanya. Terima kasih sudah menjelaskan." ucap Lucy.
"Tidak masalah nona Lucy, sudah kewajiban saya seperti itu. Dan juga maaf sebelumnya panggil saja saya Luna jika nona Lucy butuh bantuan." ucap Luna sambil tersenyum.
__ADS_1
Lucy membalas senyuman Luna dan menandatangani surat kontrak yang sudah di jelaskan oleh Luna. Setelah itu, Luna mengantar Lucy ke departemen tempat ia di butuhkan.
"Mr. Gery, ini nona Lucy yang akan membantu team kalian kedepannya." ucap Luna memperkenalkan Lucy.
"Selamat bergabung nona Lucy, saya Gery." ucap lelaki bertubuh besar itu.
"Mohon bantuannya Mr. Gery." ucap Lucy sopan.
Luna meninggalkan Lucy di ruangan itu dan menyerahkannya kepada Gery sebagai pimpinan team.
"Baiklah nona Lucy, meja kerja Anda berada di sana. Rosy akan membantu anda untuk menjelaskannya." ucap Mr.Gery
Lucy berjalan menuju meja dan di sambut senyuman akrab dari Rosy. Ia bersyukur menemui teman kerja yang mendukungnya, membuat ia semangat dan tidak minder.
"Hy aku Lucy, mohon bantuannya." ucap Lucy.
"Hy Lucy aku Rosy, senang bertemu dengan mu." ucap Rosy.
Rosy menjelaskan beberapa pekerjaan yang harus dilakukan oleh Lucy. Dan ternyata pekerjaan itu tidak sesulit apa yang di bayangkan Lucy selama ini. Buktinya ia mudah menyesuaikan diri dalam lingkungan kerjanya dan memulai semua dengan baik.
"Hy bagaimana pekerjaan mu? Apa kau menyukainya? Aku akan meminta Luna memindahkan mu jika terlalu sulit di sana." tulis Andre.
"Tidak perlu, mereka dengan baik mengajarkan ku. Dan di sini tidak sesulit yang aku bayangkan." jawab Lucy.
"Baiklah, jika kau merasa tertekan katakan pada ku. Aku akan memindahkan mu ketempat yang lebih baik." ucap Andre.
Lucy tersenyum melihat pesan Andre, dan ia melanjutkan pekerjaannya. Sudah hampir jam makan siang, tapi pekerjaan Lucy belum juga selesai. Andre menghubunginya melalui ponsel, berniat mengajak kekasihnya itu untuk makan siang.
"Kita makan siang di luar, tunggu au di parkiran ok." ucap Andre.
"Sepertinya aku akan makan di kantin saja, pekerjaan ku menumpuk dan belum selesai." ucap Lucy.
"Kau bisa menyelesaikannya nanti, aku akan menunggumu di bawah." ucap Andre sambil mematikan ponsel.
Lucy terdiam mendengar ucapan Andre sambil menatap layar ponselnya yang sudah mati.
__ADS_1
"Huh, mentang-mentang kau bos di sini seenaknya saja memerintah ku untung saja kau pacar ku." batin Lucy.
Ia membereskan meja sebelum meninggalkannya untuk makan siang bersama Andre. Setelah itu ia mengambil tas dan ponselnya dan berjalan menuju parkiran tempat yang di perintahkan oleh Andre. Ternyata Andre sudah menunggunya duluan di dalam mobil, Lucy pun masuk dengan wajah tersenyum.
"Kau merindukan ku?" tanya Andre tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu? Aku cukup sibuk hari ini sampai-sampai lupa untuk memikirkan mu." ucap Lucy.
Andre mengerutkan dahinya seolah tak percaya dengan yang barusan ia dengar.
"Aku akan meminta Luna untuk mempersingkat kontrak kerja mu dan merevisinya ulang." ucap Andre dengan wajah kesal.
Lucy tersenyum melihat Andre merajuk seperti anak kecil dan mendekatkan wajahnya.
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan mu, kita berada di satu atap yang sama beberapa jam ini. Dan bahkan kau selalu mengirimi ku pesan." ucap Lucy merayu.
"Itu karena aku merindukan mu." ucap Andre dingin.
"Apa sekarang kau masih merindukan ku? Kita kan sudah bersama sekarang." ucap Lucy.
"Ya.... Bahkan jika kau dekat dengan ku seperti ini aku masih sangat merindukan mu. Bagaimana jika kau memeluk ku agar rasa rinduku sedikit berkurang?" usul Andre.
wajah Lucy tiba-tiba saja langsung memerah mendengar ucapan Andre. Yang benar saja ia harus memeluk laki-laki itu di area kerja seperti ini, walau pun mereka masih di dalam mobil tetap saja membuat Lucy terasa malu. Bagaimana jika ada seorang karyawan perusahaan melihat mereka berdua berpelukan.
"Kau bahkan tidak mau memeluk ku." ucap Andre merajuk.
"Bukan begitu, au takut nanti ada yang melihat kita. Akan menjadi gosip yang luar biasa nantinya di kantor." ucap Lucy mencari alasan.
"Ahh.... Aku kesal sekali." ucap Andre menghidupkan mobil.
Tiba-tiba saja Lucy mencium pipi Andre dengan cepat dan membuat Andre terkejut dengan hal itu.
"Jangan marah lagi, aku hanya tidak ingin merubah nafsu makan mu." ucap Lucy tersenyum malu.
"Baiklah, sekarang aku sudah bersemangat." ucap Andre tersenyum.
__ADS_1