
"Apa aku melakukan kesalahan dalam mengatakan itu semua ke Luna?" tanya Leon kepada Andre.
"Entahlah, aku juga tidak mengerti apa isi dari hati seorang wanita." ucap Andre.
"Kalau begitu cara mu wajar saja kau di tinggal oleh cinta pertama mu menikah." ucap Leon mengejek.
"Sepertinya sekarang kau sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari perusahaan ku, bagaimana jika kita selesaikan hubungan kerja sama perusahaan kita?" ucap Andre santai.
Leon terdiam mendengar ucapan Andre,hal itu benar-benar adalah sebuah ancaman besar bagi dirinya. Walaupun ia adalah anak dari seorang mafia terkenal namun ia masih membutuhkan sokongan perusahaan Andre demi perusahaannya yang tidak sebesar perusahaan Andre.
"Kau terlalu mengambil hati di setiap ucapan ku, apa kau tega melihat ku menjadi pembunuh terus-menerus?" tanya Leon memelas.
"Aku akan mempertimbangkannya jika kau bersikap lebih baik mulai sekarang." ucap Andre kembali ke pekerjaan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Leon diam menatap dalam ke arah Andre, ia tak habis pikir bagaimana bisa lelaki itu benar-benar menutup pintu hatinya dan tidak tertarik sama sekali pada wanita setelah mengetahui cinta pertamanya menikah dengan orang lain.
"Tuan, apa kau tidak ingin sama sekali ku kenalkan pada seseorang? Kau selalu mencurahkan tenaga mu di depan komputer dan ruang kerja mu di rumah. Kau seperti tidak mempunyai kehidupan lain." ucap Leon.
"Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapan mu." ucap Andre yang masih fokus pada komputer.
"Apa menurutmu ini tidak terlalu memaksakan diri? Kau benar-benar menutup rapat hati mu itu." ucap Leon.
"Kau tidak tau bagaimana rasanya saat kau berjuang mati-matian demi seseorang yang kau harapkan dapat hidup bersama mu di masa depan namun tiba-tiba impian mu itu sia-sia." ucap Andre sambil menghela nafas panjang.
"Aku mungkin tidak mengerti, tapi setidaknya kau harus memikirkan diri mu sendiri mulai sekarang. Kau juga harus melanjutkan kehidupan mu, aku yakin orang tua mu kini menunggu kabar bahagia dar mulut mu." ucap Leon mencoba menasehati.
"Aku terlalu sulit menemukan pengganti seperti Tiara untuk saat ini, terlebih lagi aku terlalu mengharapkannya sampai-sampai sulit mencari penggantinya." ucap Andre.
__ADS_1
"Jangan membodohi diri sendiri, kau tidak menemukan seseorang karena kau terlalu mendoktrin hati mu untuk mencari sosok yang sama persis seperti dia. Kau tidak bisa melakukan itu, setiap manusia itu berbeda-beda dan memiliki sisi uniknya masing-masing." ucap Leon.
Andre terdiam mendengar ucapan Leon, apa yang di katakan oleh sahabatnya itu ada benarnya juga, tidak seharusnya ia terus-menerus memikirkan Tiara dan terjebak di dalam bayang-bayang wanita yang kini telah bersuami.
"Jadi, bagaimana dengan mu? Apa kau tidak ingin berusaha mencoba menjelaskan dengan serius kepada Luna tentang perasaan mu kepadanya? Kau berusaha keluar dari kelompok mafia ayah mu hanya demi dapat hidup normal dan mendapatkannya bukan?" tanya Andre.
"Ya, aku sudah berusaha menjelaskannya tapi setiap awal aku akan mengatakan semuanya ia selalu menolak ku duluan dan membuat ku menyadari jika dia benar-benar menolak ku." ucap Leon.
"Kau harus berusaha mencoba lebih keras lagi kawan, aku yakin suatu saat dia akan melihat pengorbanan mu dan menatap kearah mu." ucap Andre menyemangati.
"Kau mengatakan ini bukan karena hanya ingin menghiburku saja bukan? Aku benar-benar mengharapkan itu semua terjadi." ucap Leon.
Andre tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu, ia tau betul jika Leon selalu berharap besar akan hubungannya dengan Luna walaupun mereka telah saling kenal lama tapi tidak menjamin hubungan mereka berlanjut ke tahap yang lebih serius.
__ADS_1