
Lucy mengaduk-aduk makan siangnya dengan pikirannya yang menerawang jauh entah kemana, Luna dan Rosy yang memperhatikan tingkah tidak biasa Lucy menjadi kebingungan dan heran melihatnya. Karena tidak seperti biasanya Lucy bertingkah seperti itu.
"Kau ada masalah dengan Andre?" tanya Luna penasaran.
"Tidak, aku dan Andre baik-baik saja. Bahkan dia mengajak ku untuk pergi ke aman hiburan akhir pekan ini. Oh ya dia juga menyuruh ku untuk mengajak kalian, apa kalian ingin ikut?" tanya Lucy bersemangat.
"A-apa....? Tuan Andre mengajak kami ikut ke kencan kalian akhir pekan ini? yang benar saja, kau pasti bercanda." ucap Rosy sambil tertawa tak yakin.
"Ya, dia sendiri yang sudah mengatakannya pada ku. Dia bilang aku boleh mengajak kalian, hitung-hitung liburan singkat." ucap Lucy.
"Wah aku harus membeli pakaian baru untuk akhir pekan nanti, siapa tau tuan Andre juga mengajak temannya. Ini kesempatan ku untuk menemukan jodoh, bukan begitu nona Luna?" ucap Rosy merayu.
"Aku akan memakai baju biasa saja, lagian sudah lama juga aku tidak pergi ke taman hiburan. Apa kau yakin jika tuan Andre akan membawa temannya besok?" tanya Luna balik.
"Entahlah, dia tidak mengatakan apapun masalah itu. Dan n juga selama ini aku tidak terlalu mengenali teman-teman Andre, yang aku tau hanya tuan Leon seorang." ucap Lucy polos.
"Yaahh padahal aku berharap tuan Andre membawa teman laki-lakinya untuk menjadi pasangan kita, bagaimana bisa dia membiarkan kita melihat kemesraan antara tuan Andre dan diri mu." ucap Rosy menggerutu kepada Lucy.
"Sudahlah, siapa tau kau juga bisa mendapatkan jodoh saat di taman hiburan nanti. Bukankah itu lebih romantis di banding yang lain?" ucap Luna.
Rosy mengangguk cepat menandakan persetujuannya dengan ucapan Luna, dan juga ini salah kesempatannya main di taman hiburan secara gratis.
"Apa kalian tau bagaimana cara menghadapi orang tua dari pasangan kalian?" tanya Lucy tiba-tiba.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Lucy, Rosy dan Luna pun terkejut sambil membelalakkan mata mereka.
"A-apa maksud mu...?" tanya Luna penasaran.
"Ibu dari mas Andre akan ke sini Minggu depan bersama dengan adiknya, aku tidak tau bagaimana cara menghadapinya nanti jika aku bertemu dengan beliau." ucap Lucy menjelaskan.
__ADS_1
"Wahh hubungan kalian memang sudah ke tahap yang jauh lebih dari pasangan biasa." ucap Rosy yang masih tidak percaya dengan ucapan Lucy.
"Ku rasa kau harus menanyakan hal itu kepada Andre secara langsung." ucap Luna.
"Aku tidak berani untuk menanyakannya, bagaimana jika ternyata dia tidak berniat untuk mengenalkan ku dengan ibu dan adiknya itu?" tanya Lucy.
"Memangnya tuan Andre belum membahas ini dengan mu?" tanya Luna balik.
Lucy menggelengkan kepalanya dan duduk bersandar di kursinya dengan wajah sedikit sedih.
"Dia hanya mengatakan jika ibu dan adiknya akan tiba minggu besok di sini dan mungkin dia akan libur untuk beberapa hari agar dapat menemani ibu dan adiknya berlibur." ucap Lucy.
"Aku rasa kau harus berinisiatif terlebih dahulu untuk menanyakan hal itu kepada tuan Andre secara langsung, itu demi kebaikan mu. Di sisi lain kau akan tau sudah sejauh mana hubungan kalian, jika tidak kau mungkin akan di hadapi dengan kebingungan terus menerus." saran Luna serius.
Lucy mengangguk-angguk pelan sambil memikirkan ucapan Luna, ia juga penasaran apakah Andre akan mengajaknya untuk menemui ibu dan adiknya atau tidak.
Lucy terdiam mendengar ucapan Luna, dia sengaja menghindari Carlo karena masih merasa kesal.
"Kau masih marah karena dia mencoba mendekati tuan Andre? Ku rasa mungkin kau harus menanyakan alasannya berbuat seperti itu." ucap Rosy.
"Tapi, apa aku harus mendengarkan alasan dari orang yang berusaha menghancurkan hubunganku dengan Andre?" tanya Lucy bertanya balik.
"Ya bisa jadi dia tidak memiliki niatan buruk, hanya kesalahpahaman semata." ucap Rosy lagi.
Lucy memandang ke arah Luna, berharap Luna memberikan saran kepadanya. Melihat Lucy yang kebingungan Luna langsung menanggapinya sambil menggenggam tangan Lucy.
"Menurutku apa yang akan di lakukan oleh Lucy adalah hak dan keputusan dia, hal yang wajar jika dia ingin menjaga hubungannya dengan tuan Andre. Terlebih lagi ibu dari tuan Andre akan datang ke sini, kemungkinan besar dia akan melangkah ke jenjang yang lebih jauh." ucap Luna .
Mereka pun hening sejenak dan segera menghabiskan makan siang mereka, di sisi lain Lucy masih merasa kurang yakin apakah Andre benar-benar akan memberitahu ibu dan adiknya akan status hubungan mereka atau tidak.
__ADS_1
________________
Andre mengunjungi Luna di meja kerjanya, hal itu sontak membuat Luna terkejut karena tidak seperti biasanya Andre mendatanginya secara langsung. Biasanya Andre hanya meneleponnya dan menyuruhnya untuk datang ke ruangannya.
"A-ada yang bisa saya bantu tuan? Kenapa tidak memanggil saya ke ruangan anda saja?" tanya Luna heran.
Andre duduk di hadapan Luna yang memang tersedia kursi kosong yang di sediakan untuk tamu yang menunggu tuan Andre.
"Luna aku mau mengisi form cuti ku untuk dua Minggu kedepan, dan aku juga minta tolong kamu bisa menghandle pekerjaan ku selama aku cuti." ucap Andre serius
"Jadi apa yang di katakan Lucy benar, ibu dan adik tuan Andre akan datang ke sini. Baiklah aku akan mengerjakannya sekarang, apa ada lagi yang ingin anda perlukan?" tanya Luna sambil mengambil form cuti.
"Tidak, menurut ku hanya itu saja yang ku perlukan sekarang untuk masalah pekerjaan. Tapi ada sesuatu yang mengganjal pikiran ku saat ini." ucap Andre.
"Mengganjal pikiran anda? Ini tidak seperti ana yang biasanya tuan." ucap Luna sambil mengerutkan keningnya.
"Ini kali pertama ibu ku berinisiatif untuk datang ke sini, biasanya dia akan memaksa ku untuk pulang dan pasti membahas perjodohan dengan ku. Apa kau tidak merasa aneh dengan hal ini?" tanya Andre.
"Mungkin ibu tuan Andre tau jika anda di sini sudah memiliki kekasih dan untuk memastikannya dia datang langsung ke sini demi melihat calonnya itu." ucap Luna menerka-nerka.
"Ahh kenapa aku tidak berpikir sejauh itu, ini akan menjadi hal yang semakin rumit jika memang itu tujuan dari kedatangan ibu ku." ucap Andre sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Kenapa anda berpikir seperti itu? Bukankah itu lebih baik, jadi anda dengan mudah mengenalkan Lucy kepada ibu anda an tidak perlu membahas perjodohan lagi." ucap Luna.
"Bukan begitu Luna, ibuku adalah seorang yang benar-benar selalu mengikuti adat istiadat kampung kami. Dia masih memikirkan identitas dan status dari seorang wanita yang akan menjadi pendampingku, ku akui itu memang pikiran kolot dan ketinggalan jaman. Tapi, beliau selalu berhati-hati dalam memilih apapun termasuk untuk jodoh ku nantinya." ucap Andre menjelaskan.
"Jadi anda takut jika ibu anda tidak menyukai Lucy dan memilih wanita lain untuk anda?" tanya Luna.
Andre hanya diam tidak menanggapi ucapan dari Luna, ia benar-benar bingung sekarang antara ingin memperkenalkan Lucy ke ibunya atau tidak.
__ADS_1