S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#128


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Andre sudah bangun dari tidurnya, ia melihat ke sekeliling pemukiman di desa yang masih asri ini. Sudah cukup lama ia tidak melihat pemandangan seperti ini dan menghirup udara sesegar pagi ini.


"Aahhh selamat pagi dunia." ucap Andre sambil merentangkan tangannya.


Tiba-tiba nenek Grace sudah berada di belakangnya dan hal itu membuat Andre terkejut.


"Ah Tuhan, nenek mengagetkan ku." ucap Andre.


"Apa wajah ku seburuk itu sampai kau terkejut melihat ku?" tanya nenek Grace.


"Oh bukan itu nek, saya hanya sedang... Ahh nenek pasti mau ke kebun." ucap Andre mengalihkan pembicaraan.


"Ya, dan kau bawa itu semua." ucap nenek Grace sambil menunjuk keranjang berisikan arit dan beberapa karung.


"Apa Lucy tidak ikut dengan kita nek?" tanya Andre mencari-cari sosok kekasihnya itu.


"Dia harus membereskan rumah dan menyiapkan makan siang nanti, jadi biarkan kita pergi duluan." ucap nenek Grace berjalan meninggalkan Andre.


"Baiklah kalau begitu, apa kita tidak perlu sarapan terlebih dahulu nek? Kita butuh tenaga untuk melewati hari ini." ucap Andre.


"Apa yang ada di dalam otak mu itu hanya makanan? Kenapa kau selalu menanyakan makanan?" tanya nenek Grace sambil memukul kepala Andre.

__ADS_1


"Aw maafkan aku nek, aku kira kita akan sarapan sebelum ke kebun." ucap Andre menggosok kepalanya.


"Sudah, tidak perlu banyak bicara. Jika kau berbicara terus kita akan kesiangan dan akan semakin lama untuk makan siang dan pulang." ucap nenek Grace pergi.


Andre yang masih menggosok-gosok kepalanya berjalan mengikuti langkah nenek Grace yang sudah tidak terlalu cepat lagi karena usianya yang sudah senja.


"Nek tunggu aku, tidak bisakah kita berjalan bersama-sama?" tanya Andre di belakang.


"Apa kemampuan pemuda kota sangat lemah? Sampai-sampai tidak dapat menyusul orang tua seperti ku ini?" tanya nenek Grace yang terus berjalan.


"Bukan begitu, hanya saja ak belum terbiasa dengan jalan yang ada di sini." ucap Andre beralasan.


"Kau memang laki-laki yang banyak alasan, entah mengapa cucu ku bisa menyukai mu dan berharap kau menjadi pendamping masa depannya." ucap nenek Grace.


Nenek Grace mencoba menghidupkan api di sebuah tungku yang berbahan bakar kayu, dengan cekatan Andre mengambil alih apa yang akan di kerjakan oleh nenek Grace dan menghidupkan tumpukan kayu itu.


"Nenek ingin memasak apa? Kenapa harus membuat kayu bakar?" tanya Andre.


"Aku ingin menyeduh kopi, kau bilang ingin sarapan bukan?" tanya nenek Grace balik.


"Baiklah kalau begitu biar aku saja yang membuatkannya untuk nenek. Nenek bisa duduk santai di sana." ucap Andre bersemangat.

__ADS_1


"Kau benar-benar bersemangat saat mendengar kata makanan." ucap nenek Grace sambil menggelengkan kepalanya.


Andre hanya tersenyum mendengar ucapan nenek Grace yang kini mendekati keranjang yang tadi di bawa oleh Andre. Keranjang itu ternyata juga berisikan beberapa potong roti dan telur rebus di letakan disebuah kotak.


"Ini sarapan mu, jangan lupa seduh kopinya." ucap nenek Grace.


"Wah nenek sudah menyiapkan ini semua? Aku tidak akan kelaparan pagi ini." ucap Andre bergembira.


"Cepat seduh kopinya, hari sudah semakin siang." perintah nenek Grace.


Andre langsung melihat air yang ia tanak tadi di atas tungku, air itu sudah menggelegak mendidih dan siap untuk menyeduh kopi. Dengan kepandaiannya Andre membuat kopi andalan dengan resep yang ia punya selama ini dan menyajikannya kepada nenek Grace.


"Apa kau yakin kopi mu ini enak?" tanya nenek Grace curiga.


"Aku akan memberikan garansi resmi jika nenek tidak menyukai kopi ku." ucap Andre sombong.


"Baiklah aku akan mencoba kopi yang sudah di buatkan oleh pemuda kota ini. Kopi seorang CEO langsung." ucap nenek Grace.


Nenek Grace menyeruput kopi buatan Andre, tidak bisa di pungkiri jika Andre adalah sosok lelaki yang bertalenta dan memiliki nasib yang baik kecuali dalam percintaan. Kopi yang di buat oleh Andre tak kalah nikmat degan kopi-kopi yang di jual di restoran-restoran mahal.


"Baiklah, ku akui kau memang benar kali ini. Siapkan sarapan mu agar kita bisa lebih cepat bekerja." ucap nenek Grace.

__ADS_1


Andre merasa senang karena nenek Grace mengakui kopi hasil buatannya enak. Ia merasa selangkah lebih maju dalam mengambil hati nenek Grace, nenek dari kekasihnya itu.


__ADS_2