S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#78


__ADS_3

Leon berjalan menepi dan tiba-tiba membungkuk, ia memuntahkan semua isi perutnya dan hal itu membuat semua orang terkejut dan mendekatinya. Melihat Leon yang muntah lemas Andre yang sudah berusaha menenangkan diri berjalan mendekati sahabatnya itu dengan gaya sombong.


"Hah kau menantang ku untuk menaiki wahana ini, tapi lihatlah dirimu kini kau bahkan tidak bisa mengangkat tinggi kepala mu." ejek Andre sombong.


Leon tidak menanggapi ucapan Andre, kini ia fokus pada isi perutnya yang bergejolak hebat ingin keluar dari mulutnya.


"Ahh aku lelah sekali, kenapa dia berjalan dengan cepat sekali. Kali ku sakit, apa kau tidak melihat kalau aku saat ini memakai heels?" ucap Luna kesal.


Namun setelah melihat Leon yang terbungkus lemas dengan cepat Luna mendekatinya dan menepuk-nepuk punggung kekasihnya itu.


"Sudah ku katakan tidak usah naik itu, kau masih berlagak sombong. Kau benar-benar sangat menyusahkan ku." ucap Luna marah sambil mencari-cari benda di dalam tasnya yang tak lain adalah sebuah minyak aromaterapi.


"Rosy tolong belikan aku air mineral di sana, aku akan mengurus laki-laki lemah ini." ucap Luna.


Rosy menuruti ucapan Luna dan segera melakukan apa yang Luna perintahkan, sedangkan Luna kini memapah Leon berjalan menuju sebuah bangku panjang dan menyuruhnya untuk duduk. Leon berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah, dan duduk. Rosy tiba dengan sebotol air mineral dan memberikannya pada Leon, dan Luna mengusapkan minyak ke hidung dan kepala Leon.


"Ahh apa itu yang kau oleskan?" tanya Leon mengelak.


"Diam dan turuti saja, kau benar-benar manusia yang menyusahkan." bentak Luna kesal.


Melihat Luna yang kesal, Leonpun tidak berani berkutik dan menerima beberapa olesan minyak aromaterapi di sekitar tubuhnya. Rosy membiarkan mereka berdua dan berdiri di samping Lucy yang terbengong melihat perlakuan Luna terhadap Leon yang tidak seperti biasanya.


"Hei, apa kau pikir mereka benar-benar hanya sebatas sahabat kecil?" tanya Rosy berbisik.


"Aku juga tidak tau, kita akan mencari tau nanti saat ada kesempatan. Aku yakin hubungan mereka lebih dari sekedar teman masa kecil." ucap Lucy yang juga dengan nada berbisik.


Luna menatap lekat wajah Leon yang mulai pulih namun badannya masih bergetar ketakutan.


"Aku bukan takut, hanya saja aku belum sarapan dan itu yang membuat ku lemah dan tubuhku bergetar hebat." elak Leon.


"Ahh intinya kau sangat lemah dengan permainan ini, jangan mengelak lagi." ucap Andre menyudutkan.


"Sudahlah, kalian sama saja. Sok berani menaiki wahana ini tapi nyatanya kalian sama-sama takut dan tidak tahan dengan ini semua. Dasar mulut besar, ayo Luna lebih baik kita cari permainan yang lain dan biarkan saja mereka berdua di sini." ucap Lucy menarik tangan Luna.

__ADS_1


Luna melempar botol minum ke tubuh Leon yang masih ketakutan dan menggandeng tangan Lucy dan Rosy. wanita-wanita itu pergi meninggalkan Andre dan Leon yang masih terpaku.


"Ahh sial, aku tidak bisa nampak keren di hadapan Lucy karena mu." ucap Andre duduk di samping Leon.


"Kau pikir aku bagaimana? Ini kencan pertama ku dan kau bahkan mengejek ku habis-habisan dari tadi di hadapan Luna." oceh Leon.


"K-Kau menyalahkan ku karena ulah mu sendiri? Sial, aku benar-benar menyesal kau datang dan ikut bersama kami. Dan lagi sejak kapan kau dan Luna memiliki hubungan sampai-sampai kau mengira ini kencan kalian?" tanya Andre penasaran.


"Aku baru saja jadian sama Luna tadi malam, dia mengatakan kalau dia sudah menyerah dengan mu dan membiarkan mu dan Lucy berjuang." ucap Andre menjelaskan.


"Benarkah? Wahh akhirnya aku tidak merasa sungkan lagi jika berhadapan dengannya, dan juga selamat buat hubungan kalian. Aku doakan kau dan dia akan menjadi pasangan sampai maut memisahkan." ucap Andre dengan wajah cerah.


"Itu pasti, aku akan segera melamarnya dan menjadikannya istri ku. Aku sudah cukup lama untuk menunggunya bukan?" ucap Leon.


"Ya, itu jauh lebih baik. Tapi bagaimana dengan orang tua mu? Apa kau sudah memikirkan cara untuk menghadapi mereka dan bagaimana kau akan menjelaskannya pada Luna nanti?" tanya Andre.


"Luna sudah kenal dengan ku sedari kami memasuki taman kanak-kanak, dan dia juga sudah tau semua masalah dalam keluarga maupun orang tua ku. Aku hanya butuh pengakuan dari orang tua ku itu bahwa kami akan menikah, setelah itu aku akan meninggalkan pekerjaan ku di dunia gelap dan melanjutkan bisnis." ucap Leon berencana.


"Aku akan selalu mendukung keputusan mu bro, jika kau ada dalam kesulitan jangan sungkan untuk memberitahukan kepada ku." ucap Andre.


"Aku? Aku tidak menyembunyikan apapun pada kalian." ucap Luna bingung.


"Mana mungkin kau tidak menyembunyikannya, kami melihat dengan jelas jika kau dengan tuan Leon sangat dekat dan itu lebih hanya sekedar teman masa kecil." ucap Lucy menyetujui ucapan Rosy.


"Ahh itu masalah sepele, ya tidak perlu ku jelaskan kalian juga tau." ucap Luna menunduk dengan wajah yang merona merah.


Rosy dan Lucy saling berpandangan, kini mereka benar-benar menyadari jika temannya itu baru saja menjalin hubungan dengan seorang pria.


"Waaahhh kau bergerak lebih cepat daripada aku nona Luna, bagaimana kau bisa melupakan ku begitu saja dan menjalin hubungan dengan pria lain." ucap Rosy cemburu.


"Kau bisa meminta bantuan Luna untuk mencarikan pendamping untuk mu, secara pergaulan dan wawasan nona kita ini sangatlah luas . Jadi menurutku kau tenang saja, kau dapat memilih sesuka hatimu." ucap Lucy sambil mencolek Luna.


"Jadi, kapan kalian memulai hubungan cinta ini? Dan siapa yang memulainya, kau harus bercerita banyak pada kami hari ini." ucap Rosy penasaran.

__ADS_1


"Iya iya aku setuju dengan ucapan Rosy, kami sangat penasaran dengan awal mula kisah cinta nona Luna dan tuan Leon." ucap Lucy menggoda.


Semakin di goda oleh kedua temannya wajah Luna semakin memerah dan kedua tangannya kini menyentuh kedua pipinya untuk menutupi rasa malunya agar tidak nampak dari kedua temannya itu.


"Berhenti menggoda ku, aku benar-benar tidak bisa mengangkat wajah ku jika kalian selalu menggoda ku seperti ini." ucap Luna memohon.


Mereka tertawa bersama dan melanjutkan membeli tiket wahana permainan yang tidak lebih menantang dari yang sebelumnya. Saat para gadis itu mengantri untuk membeli tiket tiba-tiba Andre dan Leon telah tiba dengan saling memapah satu sama lain.


"Permainan apa lagi yang ingin kalian naiki?" tanya Andre merangkul Lucy.


"Bagaimana dengan itu, ku rasa itu cukup aman bagi kita semua menaikinya." ucap Lucy menunjuk sebuah wahana yang lebih santai.


"Hoi ayo kita lomba ini." ucap Leon tiba-tiba.


Leon menunjuk sebuah stand permainan tebak kaleng menggunakan bola, permainan klasik namun cukup menantang.


"Kau akan menyesal jika kau kalah dari ku." ucap Andre menerima tantangan dari Leon dan berjalan mendekatinya.


Akhirnya para gadis pun mengikuti langkah Andre menuju stand yang sudah di datangi oleh Leon terlebih dahulu. Mereka berdua bersiap-siap untuk memulai menembakan bola ke kaleng-kaleng yang sudah di susun.


"Baiklah tuan Andre, menurutku tidak menarik jika taruhannya hanya sebuah boneka, bagaimana kalau kita tambah." ucap Leon menantang.


"Ya aku setuju, kalian para bos besar sangat tidak bermutu untuk memperebutkan sebuah boneka. Aku akan menjadi juri kalian." ucap Rosy berdiri di tengah-tengah Andre dan Leon.


"Baiklah, aku setuju untuk bertaruh lebih besar dari mu. Aku akan mempertaruhkan ini." ucap Andre melepaskan jam tangannya.


"Ahh itu masih terlalu rendah, aku akan mempertaruhkan ini." ucap Leon meletakan kunci mobilnya.


"A-apa tuan Leon benar-benar akan mempertaruhkan mobil anda?" tanya Rosy tidak percaya.


"Apa kau gila, bagaimana jika kau kalah? Aku tidak ingin pulang jalan kaki." bentak Luna marah.


"Tenanglah, kau sendiri tau kalau aku adalah penembak jitu dari usia 15 tahun. Jadi hal seperti ini akan mudah bagi ku." ucap Leon sombong.

__ADS_1


"Baik kalau begitu aku akan mengganti taruhan ku dengan mobil ku juga, jika aku kalah mobil ku ini akan menjadi milik mu." ucap Andre mengganti tawarannya.


__ADS_2