S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#113


__ADS_3

Andre hanya diam tidak menatap wajah Ratih yang sedang asik menikmati makan malamnya. Andre masih memikirkan Lucy yang sangat ia rindukan.


"Kau mungkin berpikir aku sangat ingin menikah dengan mu, aku sama sekali tidak tertarik dengan itu." ucap Ratih.


"Jadi jika kau tidak tertarik mengapa kau ikut ibuku untuk berangkat ke Paris?" tanya Andre.


"Aku sudah bilang kepadamu aku hanya ingin sekedar berjalan-jalan dan menikmati hasil dari jernih payah ku beberapa tahun ini." ucap Ratih.


Andre tidak menimpalinya dan tetap cuek seperti biasanya.


"Hei kau pikir wanita seperti ku ini tidak bisa membereskan rumah dan segala macam? Aku tau kau kesal karena aku menjadikan ibumu seperti pesuruh, tapi itu juga demi kekasih mu." ucap Ratih membela diri.


"Apa hubungannya dengan kekasih ku?" tanya Andre heran.


"Ya jelas ada hubungannya lah, coba kau pikir jika aku nampak buruk di hadapan ibumu apa kau yakin dia akan memaksa mu untuk menikahi ku? Aku seperti itu agar kekasih mu nampak lebih baik di bandingkan aku, lagian aku terlalu sibuk untuk menjadi istri yang harus membuatkan sarapan dan menyiapkan pakaian mu setiap pagi." ucap Ratih enggan.

__ADS_1


"Jadi selama ini kau sengaja tidak melakukan apa-apa agar ibuku melihat sisi malas mu itu?" tanya Andre.


"Aku bukan malas, tetapi aku terlalu sibuk untuk mengerjakan itu semua. Masih ada waktu tiga jam sebelum kita pulang, jika kau ingin menemui kekasih mu itu silahkan. Jemput aku saat aku menelepon mu untuk pulang nanti." ucap Ratih.


"Apa? Kau mau kemana?" tanya Andre heran.


"Kau sudah lama tidak berjumpa dengan kekasih mu bukan? Dan aku juga tidak butuh pengawal di kota ini." ucap Ratih berdiri dan meninggalkan Andre yang masih duduk.


Andre masih tetap duduk sambil menatap Ratih berlalu dan menghilang dari pandangannya, ternyata pikirannya terhadap Ratih selama ini sangatlah jahat. Dan kenyataannya Ratih tidak berniat untuk memisahkannya dengan Lucy dan menerima perjodohan orang tua mereka. Andre langsung pergi meninggalkan restoran menuju apartemen Lucy, ia benar-benar ingin segera bertemu dengan kekasihnya itu dan memeluk erat tubuh mungil Lucy. Tak butuh waktu lama bagi Andre kini ia sudah tiba di apartemen kekasihnya itu dan memencet bel kamar Lucy.


Tak lama kemudian pintu terbuka di iringi dengan pelukan Andre yang langsung mendekap erat tubuh Lucy yang mungil.


"Mas napas ku sesak." ucap Lucy.


"Ah maaf." ucap Andre melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba-tiba kesini? Bukannya kamu harus menemani keluarga mu berlibur?" tanya Lucy heran.


"Apa kau tidak suka jika kekasih mu ini datang? Sepertinya kau benar-benar sudah melupakan ku." ucap Andre.


"Sudahlah jangan berbicara omong kosong lagi, ayo masuk. Aku akan membuatkan mu kopi hangat dan juga cemilan." ucap Lucy.


Mereka pun masuk ke apartemen Lucy dan menutup pintu, Andre duduk kursi meja makan sambil menatap wajah Lucy yang sedang membuatkan secangkir kopi hangat untuknya.


"Tidak usah membuat cemilan, aku hanya ada waktu beberapa jam saja. Aku tidak ingin melewati waktu ini, jadi temani aku." ucap Andre.


"Memangnya kau tidak izin keluar rumah dengan ibumu? Kenapa harus di batasi pulangnya jam berapa?" tanya Lucy heran.


Lucy meletakan secangkir kopi hangat itu ke atas meja Andre dan duduk di hadapan kekasihnya yang sudah beberapa hari tidak ia temui.


"Ceritanya sangat panjang. Dan aku bisa kesini karena pertolongan dari Ratih." ucap Andre.

__ADS_1


Lucy terdiam mendengar ucapan kekasihnya itu, sepertinya hubungan antara Andre dan Ratih kini semakin membaik pikir Lucy.


__ADS_2