
Di rumah, Lucy yang sedang berendam di dalam bathtub masih terngiang-ngiang kejadian di mana ia dan ibu Andre memasak secara bersamaan tadi. Lucy melihat ada sedikit peluang untuk dapat masuk di celah hati ibu dari kekasihnya itu.
"Baiklah Lucy, kau harus berusaha lebih keras lagi. Jika kau ingin bersanding dengan direktur utama, kau harus dapat mengalahkan apapun rintangannya dan menjadi layak untuk berdiri di samping tuan muda." ucap Lucy sambil mengepalkan kedua tangannya.
Karena sedikit lelah yang menghampiri tubuhnya, Lucy mencoba untuk memejamkan matanya sejenak sambil berendam dan menikmati aroma esensial yang sudah ia bubuhi di dalam bathtub.
Andre tiba di rumah dan tidak melihat orang-orang di sekitarnya. Ia mencoba mencari ibunya dan Lucy namun tidak ada jawaban. Tiba-tiba Ratih keluar dari kamar dan melihat langsung ke arah bingkisan yang di bawa oleh Andre.
"Hey dari mana kau? Apa yang ada di tangan mu itu?" tanya Ratih penasaran.
"Kemana semua orang? Kenapa sepi sekali?" tanya Andre tanpa menjawab pertanyaan Ratih.
"Ibu mu sedang mandi dan Alex ada di dalam kamarnya. Ku rasa dia tidur atau mungkin main game di ponselnya." jawab Ratih.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi ke kamar." ucap Andre melewati Ratih begitu saja.
__ADS_1
Ratih hanya diam melihat tingkah Andre kepadanya, nampak jelas di wajah Andre jika ia tidak menyukai wanita itu dan merasa terganggu akan kehadirannya.
Andre pergi ke kamarnya, ia yakin Lucy sedang berendam di dalam kamar mandinya karena hari ini dia benar-benar kelelahan. Andre mendekati pintu kamar mandinya dan mencoba mengetuk pintu.
Tok... Tok... Tok...
"Lucy, kau di dalam?" tanya Andre.
Namun tidak ada jawaban dari Lucy, dan Andre mencoba mengetuknya sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama, tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Andre menjadi sedikit panik dan mencoba mengetuknya sekali lagi.
Namun tetap nihil, tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Andre pun mencoba membuka gagang pintu yang ternyata di kunci oleh Lucy dari dalam. Jadi, mau tak mau akhirnya Andre berinisiatif untuk membuka paksa pintu kamar mandi dengan cara di dobrak.
"Braaakkk....."
"Aaaahhhh....." teriak Lucy tiba-tiba.
__ADS_1
"Kenapa kau mendobrak pintunya?" tanya Lucy dengan nada tinggi.
Andre menatap ke arah Lucy yang masih berada di dalam bathtub dan di selimuti buih-buih sabun. Seketika Lucy menenggelamkan tubuhnya ke dalam buih-buih sabun itu dan menatap tajam ke arah Andre.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Lucy lagi.
"Apa yang aku lakukan? Kenapa kau tidak menjawab saat aku memanggilmu dari tadi? Aku sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar mandi ini untuk mendengar jawaban mu, tapi apa? Kau sama sekali tidak menjawab." ucap Andre tak kalah kesal.
"Aku tertidur saat berendam, jadi aku tidak mendengar panggilan mu. Tapi kan tidak seharusnya juga kamu merusak pintu kamar mandinya." ucap Lucy.
"Apa kau gila? Aku hampir terkena serangan jantung karena memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada mu jika aku tidak merusak pintu ini." ucap Andre yang masih marah.
"Ahh, maafkan aku karena telah membuat mu khawatir. Aku tidak bermaksud sengaja melakukan itu." ucap Lucy melunak.
Tiba-tiba ibu Andre masuk ke dalam kamar dan melihat Andre dan Lucy berada di dalam kamar mandi bersamaan.
__ADS_1
"Apa yang kalian berdua lakukan?" teriak ibu Andre.