
Andre dan Lucy telah tiba di bandara dan menunggu di ruang tunggu kedatangan. Dengan wajah cemas Andre sesekali melihat ke arah pintu kedatangan di bandara, sesekali ia berdiri dan berjalan untuk mengurangi rasa gelisahnya.
"Apa yang membuat mu merasa gelisah seperti ini? Aku baru pertama kali melihat mu seperti ini." ucap Lucy heran.
"Mungkin karena aku terlalu rindu kepada mereka dan sudah hampir tiga tahun tidak berjumpa dengan mereka secara langsung." ucap Andre.
"Apa kamu perlu ku belikan minuman untuk meredakan rasa gelisah mu?" tanya Lucy.
Andre mengangguk cepat menyetujui ucapan Lucy, melihat akan hal itu Lucy bergegas menuju sebuah restoran cepat saji di bandara dan memesan coklat panas untuk Andre. Karena ia yakin coklat dapat menenangkan kegelisahan seseorang, ia juga membeli beberapa cemilan karena Lucy yakin saat akan menjemputnya Andre pasti belum sempat sarapan di rumah.
Lucy bergegas menemui Andre di ruang tunggu kedatangan bandara sambil menenteng coklat panas dan roti isi di tangannya. Ia masih melihat wajah Andre yang nampak harap-harap cemas.
"Ini, makan dan minumlah. Aku yakin kamu belum mengisi perut mu pagi ini." ucap Lucy menyodorkan roti isi dengan coklat panas ke arah Andre.
"Kenapa kau bisa mengetahuinya? Selain cemas aku juga lapar." ucap Andre sambil melahap roti isi itu.
__ADS_1
"Pelan-pelan, kamu akan tersedak jika makan seperti itu. Ini benar-benar bukan seperti kamu yang biasanya." ucap Lucy mengelap pinggir bibir Andre.
Perlakuan Lucy seperti itu membuatnya terhenti sejenak dan menatap wajah Lucy yang cantik, bibir Lucy yang merah merekah mengalihkan rasa cemas Andre dan seketika pikiran ingin menciumnya terlintas di benak kotor Andre dan membuat ia tersentak hingga tersedak roti isi yang ia makan.
"Uhuk.... Uhuk... Airr." ucap Andre tersedak.
Dengan cepat Lucy membukakan tutup botol air mineral yang ia beli bersama dengan roti isi dan coklat panas tadi.
"Kan sudah di bilang, makan perlahan, tidak ada yang akan mengambil makanan mu." ucap Lucy panik sambil menepuk-nepuk punggung Andre.
"Bagaimana? Apa kamu sudah merasa baikan sekarang?" tanya Lucy khawatir.
"Aku baik-baik saja, untung kau dengan cepat membantu ku." ucap Andre.
"Ya sudahlah, ini minumlah coklat panas mu agar rasa cemas mu berkurang" ucap Lucy.
__ADS_1
"Kenapa tidak membeli kopi?" tanya Andre.
"Untuk mengurangi rasa cemas lebih baik minum coklat panas di bandingkan dengan kopi." ucap Lucy menerangkan.
"Istilah dari mana itu?" tanya Andre.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Aku hanya mendengar orang-orang berbicara seperti itu, dan membuktikannya sendiri. Dan itu benar-benar bekerja pada diri ku." ucap Lucy.
"Benarkah? Kau selalu saja mempercayai ucapan orang-orang sebelum mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu." ucap Andre.
"Tapi aku kan sudah membuktikannya sendiri." ucap Lucy membela diri.
"Baiklah, kau memang yang terbaik." ucap Andre mengalah dan mengusap rambut Lucy lembut.
Andre mencoba menahan rasa cemasnya sebisa mungkin, karena dampak dari rasa cemasnya yang tidak menentu itu membuat kekasihnya jadi selalu salah sejak pagi tadi. Dan untung lah Lucy dapat mengerti itu dan selalu mengalah dengan keegoisannya hari ini.
__ADS_1