
Andre dan Ratih tiba di restoran tempat ia dan ibunya semalam makan malam bersama. Seperti yang di katakan oleh ibunya, meja mereka sudah di siapkan oleh pelayan restoran. Mereka berjalan menuju meja yang sudah di tentukan dan menikmati makan malam berdua. Ratih menikmati makan malamnya tanpa menghiraukan Andre yang sibuk melihat ponselnya, memikirkan kenapa Lucy belum ada menghubunginya sampai saat ini.
"Kau tidak makan? Jangan-jangan kau memikirkan kekasihmu yang tidak mengabari mu seharian ini." ucap Ratih.
"Makan saja makanan mu, tidak usah ikut campur dalam urusan ku." ucap Andre ketus.
"Ahh memang sulit jika kau sudah mencintai seseorang sampai ke akar-akarnya, hati-hati kau bisa saja patah hati kapanpun jika sudah terlalu mencintainya." ucap Ratih.
Andre tidak menjawab ucapan Ratih, ia masih melihat ponselnya sambil mencoba menghubungi Lucy. Namun sudah berulang kali ia menghubungi nomor Lucy tetap saja nomor kekasihnya itu tidak dapat tersambung.
"Kau coba periksa daftar blokir, siapa tau nomor ponsel kekasihmu itu di blokir oleh ibumu " ucap Ratih sambil menikmati makanannya.
Andre hanya diam tapi menuruti ucapan Ratih, ia melihat daftar blokir di ponselnya dan benar saja nomor Lucy ternyata masuk ke dalam daftar blokir itu. Wajar jika dia tidak dapat menghubungi Lucy dan begitu juga dengan Lucy yang tidak menghubunginya beberapa hari ini. Andre langsung membuka blokir dari nomor Lucy, dan segera menghubungi kekasihnya itu.
"Hei kemana Sajau kau, aku menghubungi mu siang tadi tapi kata Luna kau pergi menghadiri rapat finansial." ucap Andre setelah Lucy mengangkat teleponnya.
"Aku selalu mengirimi mu pesan seperti yang kamu katakan, tapi kamu tidak membalas satupun dari pesan yang ku kirim." ucap Lucy yang tak kalah kesal.
__ADS_1
Andre diam, ia tau ini kesalahan ibunya dan tidak bisa menyalahkan Lucy karena ia tidak tau jika nomor ponselnya telah di blokir.
"Maafkan aku, aku akan menceritakan sukanya setelah kita bertemu nanti. Bagaimana hari-hari mu?" tanya Andre melunak.
"Hari-hari ku sibuk, sampai-sampai aku lupa sudah memiliki kekasih." ucap Lucy yang masih marah.
"Apa kau marah? Sepertinya ini pertama kalinya kau marah pada ku, aku semakin merindukan mu." ucap Andre merayu.
"Tidak usah berkata seperti itu, aku akan memarahi mu bahkan memukul mu jika kau di sini." ucap Lucy.
"Maafkan aku, ini semua salah ku. Aku akan menemui mu nanti." ucap Andre membujuk kekasihnya itu.
"Aku sudah menghabiskan waktu cukup banyak bersama mereka sampai-sampai lupa jika ada seseorang juga yang harus ku perhatikan. Aku bahkan merindukan sarapan pagi yang selalu kau buat untuk ku." ucap Andre.
"Aku akan membuatkannya setelah kamu masuk kerja nanti, aku janji." ucap Lucy.
"Kau harus memegang janji mu ok. Jangan melupakan semua yang kau ucapkan." tegas Andre.
__ADS_1
"Baik-baik, aku tidak akan mengingkari janji." ucap Lucy.
"Baiklah kalau begitu, kau istirahat dan jangan lupa makan malam." ucap Andre mengakhiri teleponnya.
Andre menutup telepon dan menatap layar ponselnya yang terpajang fotonya bersama Lucy. Ia benar-benar ingin menemui Lucy setelah mendengar suaranya barusan.
"Bagaimana, apa rasa rindumu sudah sedikit terobati?" tanya Ratih.
"Bagaimana bisa kau mengetahui jika nomor ponsel Lucy masuk ke dalam daftar blokir di ponsel ku?" tanya Andre balik.
"Hal itu biasa di lakukan juga oleh ibu ku, jadi aku sangat hapal apa yang terjadi padamu saat ini." ucap Ratih singkat.
"Jadi, kenapa kau menolongku dengan memberitahu hal itu kepada ku? Bukannya kau setuju dengan kelakuan ibu ku dan menyukai perjodohan ini?" tanya Andre heran.
"Siapa bilang aku setuju perjodohan ini, kau pikir aku benar-benar ingin menjadi istri mu?" ucap Ratih.
"Maksud mu?"
__ADS_1
"Aku tidak pernah suka dengan yang namanya perjodohan ataupun di jodohkan, aku ingin orang yang benar-benar aku cintai dan sebaliknya. Aku tidak bisa menolak permintaan orang tua ku saat meminta ku untuk mau di jodohkan dengan mu. Tapi aku punya banyak cara agar ibu mu tidak berharap lebih atau bisa di katakan aku bisa saja mematahkan harapan ibumu terhadap ku." ucap Ratih.