S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#131


__ADS_3

Boris sedang mengemas baju-bajunya, ia berinisiatif untuk segera pergi ke kampung halamannya agar dapat mengetahui rencana Lusi dan Andre. Boris berangkat dengan bus pagi agar tidak terlalu siang sampai di kampung halamannya, ya benar-benar penasaran Apa tujuan Lucy dan Andre pergi ke ke tempat nenek Grace. Ia takut jika ternyata Lusi lebih mementingkan neneknya dibandingkan dirinya, dan ia akan melupakan Boris yang sebagai ayah kandungnya.


"Baiklah, aku harus berangkat segera mungkin. Aku tidak ingin jika wanita tua kampungan itu yang malah menikmati kemewahan yang ada pada diri Lucy sekarang." gumam Boris.


Ia pun berangkat dan meninggalkan kota Paris menuju kampung halamannya.


_____________________


"Alhamdulillah aku kenyang." ucap Andre sambil menggosok-gosok perutnya.


"Bagaimana mungkin kamu tidak merasakan kenyang kau makan seperti orang yang tidak makan selama 1 tahun." ucap nenek Grace.


"Sudahlah nenek, Andre memang memiliki nafsu makan yang besar. Jadi aku harap nenek bisa memakluminya." ucap Lucy.


"Nenek, apa nenek tidak tahu jika cucu nenek ini juga memiliki nafsu makan yang besar? Ia bisa menghabiskan beberapa potong kue dan juga es krim dalam waktu bersamaan. Dan juga dia sering memintaku untuk membelikannya camilan, nafsu makannya bahkan lebih besar dibandingkan aku." ucap Andre membela diri.


"Tapi kenapa aku melihat tubuh cucuku tidak segemuk dahulu? Aku melihat dia sangat kurus seakan-akan dia adalah seorang gadis penyakitan." oceh nenek Grace dengan pandangan sinis mengarah ke Andre.

__ADS_1


"Nenek yang benar saja, aku sudah menjaga bentuk tubuhku agar tidak gemuk seperti dahulu. Jadi nenek jangan memintaku untuk membesarkan badan lagi, aku sudah cukup senang dengan berat badanku sekarang." ucap Lucy sambil mengerutkan dahinya.


"Aku benar-benar sangat heran, entah mengapa gadis zaman sekarang sangat menyukai tubuh yang kurus. Apa kau tidak merasa sangat dingin dengan tubuhmu yang kurus itu di musim dingin nanti?" tanya nenek Grace.


"A-apa? Bagaimana bisa nenek bertanya seperti itu kepadaku? Apa nenek menganggapku ini seekor babi ternak yang akan kedinginan jika tidak gemuk di musim dingin?" tanya Lucy tak percaya.


Andre dan nenek terus tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Lucy, ternyata Lucy cepat tanggap dalam mendengar dan memahami apa yang nenek yang ucapkan.


"Ha ha ha aku tidak pernah berpikir jika kau akan berbicara seperti itu." ucapan Andre tertawa lepas.


"Kamu.... Kamu mentertawakan diri ku?" tanya Lucy kesal.


"Sudahlah, jangan bertengkar lagi. Bereskan semua ini, aku akan melanjutkan pekerjaanku." ucap nenek Grace yang masih menahan tawanya.


"Baiklah, kalau begitu aku juga akan mengerjakan pekerjaan ku lagi. Selamat berbenah oink oink kecil ku." ledek Andre.


Lucy mendengar itu langsung murka dan melemparkan sebuah gelas plastik ke arah Andre, bagaimana bisa Andre meledeknya seperti itu secara terang-terangan. Gara-gara nenek dress tadi, Andre mendapatkan ejekan baru untuk Lucy.

__ADS_1


"Pergi dari sini sebelum aku melemparmu dengan barang-barang yang ada di hadapanku saat ini. Aku benar-benar tidak ingin melihatmu." ucap Lucy marah.


"Aku yakin kau tidak akan sanggup marah lama-lama kepada ku." ucap Andre.


"Kenapa kau begitu yakin dengan ucapan mu?" tanya Lucy..


"Karena kau sangat mencintaiku dan tidak ingin berlama-lama bermusuhan dengan ku yang tampan ini." ucap Andre dengan Pd-nya.


"Kau benar-benar lelaki yang narsis." gumam Lucy.


Andre berjalan pergi meninggalkan Lusi yang masih menggerutu sambil membereskan sisa-sisa mereka makan siang tadi. Namun tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang laki-laki yang dengan santainya mencium pelipisnya dari belakang, Lucy membelalakan matanya dan langsung menoleh kearah lelaki tersebut. Ternyata lelaki itu tidak lain adalah Andre yang berjalan memutar agar dapat mencuri ciuman dari Lucy.


"Itu agar aku dapat bersemangat mengerjakan pekerjaan ku siang ini." ucap Andre sambil tersenyum nakal.


"Kamu.... Benar-benar" ucap Lucy sambil tersenyum.


Lucy benar-benar tidak dapat marah kepada Andre berlama-lama, selain tingkah Andre yang terkadang egois ia juga memiliki sikap kekanak-kanakan. Lucy benar-benar berharap iya dan Andre dapat menjalin hubungan hingga ke tahap yang lebih serius. Karena kini Lusi sudah semakin mantap dengan pilihannya nya dan akan memberanikan diri untuk berhadapan langsung dengan ibu Andre. Ia akan membuktikan kepada ibu Andre jika ia adalah seorang calon istri yang sempurna.

__ADS_1


"Lucy jangan terlalu lama berdiam diri di sana, bantu aku membereskan ini semua." teriak nenek Grace dari kejauhan.


Suara wanita paruh baya itu tetap terdengar di telinga Lusi walaupun sedikit parau. Lucy hanya melambaikan tangannya nya, karena ia yakin jika ia menjawab pertanyaan neneknya pastilah tidak akan terdengar karena faktor usia nenek yang sudah semakin senja.


__ADS_2