Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 99


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Bapak ingin mejadi wali nikahmu, karna itu adalah impian semua Ayah untuk putrinya, Dee" pinta Bapak, Diana bukan menjawab ia justru menoleh kearah Adam.


"Apa?" tanya Adam pura-pura bodoh di hadapan sang kekasih.


"Dee, Bapak tahu kamu sudah bahagia dengannya dan itu membuat Bapak merasa tenang, karna Bapak cukup tahu diri jika selama Bapak ini selalu menyusahkan mu, mama dan ibu"


"Baguslah jika Bapak cukup sadar akan hal itu!"


"Dee..." tegas Adam,. ia tak suka dengan sikap dingin Diana pada satu satunya orang tua yang ia miliki. Bukan tak paham dengan perasaan gadisnya tapi ini bukan saatnya mempertahankan ego.


"Aku akan menikah jika waktunya, Pak. Bapak tenang saja"


"Tapi Bapak ingin, Bapak sendiri yang menikahkan mu. Ini permintaan terakhir Bapak"


Diana melirik kearah Adam lagi, tapi pria itu malah membuang pandangannya, sikap Adam yang seperti itu tentu membuat Diana curiga.


Perdebatan kecil akhirnya berakhir saat Diana berpamitan untuk pulang, kepalanya mendadak berdenyut hebat saat menghadapi dua pria dengan keinginan yang sama.

__ADS_1


"Dee, bagaimana?" tanya Adam, pria itu kini berjongkok di bawah sedangkan Diana duduk di sofa.


"Bagaiamana apanya?"


"Bapak ingin menikahkan kita, apa kamu yakin tak mau menurutinya?" tanya Adam lagi memastikan, Diana yang sedari tadi melamun membuat Adam khawatir.


"Ini pasti rencanamu iya, kan?" tuduh Diana dengan memicingkan mata.


"Hey, aku hanya menolong Bapak, bukan menghasut nya" protes Adam yang bangkit dari jongkok lalu duduk di sebelah sang kekasih.


"Maksudmu?"


"Bapak di pukuli banyak orang di pinggir jalan, ia yang terkapar begitu saja tak ada yang menolong.. Entah apa kesalahannya aku pun tak tahu tapi beberapa Orang mengatakan jika Bapak mabuk dan memalak orang-orang" jelas Adam jujur.


"Benarkah?"


"Iya, Sayang. Aku tak mungkin memberitahumu jika bukan Bapak yang memohon ingin di pertemukan denganmu, ia sudah menyesali semua kesalahannya, biarkan dia tenang di sisa hidupnya, Dee. Jangan pernah merasa angkuh atau hebat di depan orangtua meski kita memiliki kuasa. Tanpa mereka kita bisa apa, kamu harus ingat siapa yang menuntunmu sewaktu kecil saat kamu belum bisa berjalan, ingat lah siapa mengajarkanmu bicara pertama kali, ingat juga siapa yang sering bangun tengah malam saat kamu terjaga" lirih Adam yang tanpa sadar malah meneteskan air mata. Hatinya begitu perih saat mengingatkan Diana, karna itu bagai untuk dirinya sendiri. Sesakit apapun papa memukulinya ia tetap satu satu-satunya pria yang di sebut papa dalam hidupnya, se acuh acuhnya mama selama ini, ia tetap wanita yang rela menyusuinya selama dua tahun. Tak ada alasan bagi Adam untuk membalas perbuatan tak adil orangtuanya karna peran mama dan papa tak pernah terganti sampai akhir hayatnya.


"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Diana yang tak mengerti.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kita berbakti pada orang-tua karna ada saatnya kita punya akan seperti mereka, Dee" ucap Adam, ia tersenyum saat Diana menghapus air matanya.


Diana yang tak pernah tau tentang keluarga kekasihnya hanya mengangguk paham.


.


.


.


.


"Baiklah, kita menikah, Sayang"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bang DamDam ..


Halal dan Haram emang seimbang 🤣🤣.

__ADS_1


Mafia yang berbakti ini sih 🍁🍁


Bikin malaikat godek godek nyatet amalnya tiap hari 😔


__ADS_2