Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 156 S2 CahayaLangit


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Diana yang ikut kaget juga sampai memegang dadanya sendiri karena Cahaya melempar kotak kado dari suaminya yang baru ia buka barusan.


Keduanya langsung menoleh kearah si kembar yang terlelap di atas ranjang. Bersyukurlah mereka karna Awan dan Senja tak terganggu dengan teriakan Mimihnya.


"Papih suka macem-macem!" cetus Diana kesal.


Cahaya yang tersenyum kecil bingung harus berbicara apa, akhirnya hanya bisa mengusap paha Senja agar lebih nyenyak.


"Mamih ke kamar dulu ya, Biar di pites tuh si Papih"


Diana bangun dari duduknya, ia berjalan cepat menuju kamarnya sendiri untuk menemui sang Mafia soleh karna pria itu masih menjalankan kewajibannya meski setelah itu ia harus mencincang tubuh musuhnya.


Braaak...


Nyonya Biantara itu membuka pintu dengan sangat keras sampai Adam yang sedang melakukan panggilan telepon dengan Reno harus terlonjak kaget.


"Ada apa?" tanya Adam setelah menyimpan ponselnya di atas meja.


"Ada uler dalam kardus" jawab Diana tanpa basa basi lagi.


"Uler? dimana?" tanyanya sangat terkejut, terbukti Adam langsung bangun sambil memasang wajah panik.


"Dalam kamar Cahaya" jawab Diana.


Tak lagi bertanya lebih jelas, Adam malah berlari dengan cepat menuju kamar nenantunya, istri dari putra tunggal kebanggaan Biantara.


"Eh, Papih mau kemana?" teriak Diana yang akhirnya ikut mengejar sang suami.

__ADS_1


Tak ada jawaban sama sekali dari pria halalnya, membuat Diana semakin khawatir.


Tok.. tok.. tok..


"Cha, Chaca buka pintu!" teriak Adam sambil terus menggedor pintu kamar anak dan menantunya tanpa ia sadar jika sang cucu mungkin saja terganggu dari suara ketukannya itu.


Ceklek.


"Ada apa?" tanya Cahaya bingung, apalagi saat si sulung menjerit kaget.


"Mana ularnya, Awan dan Senja mana? mereka baik-baik saja, ayo katakan!" nada panik jelas terlihat dari raut wajah pria baya yang teramat menyayangi cucu kembarnya itu.


Cahaya yang bingung, lalu melirik kearah mamih mertuanya yang sama bingungnya dengan dirinya saat ini.


"Ular apa?" tanya bungsu Rahardian.


Diana yang paham akhirnya menarik bahu sang suami agar berbalik menghadapnya kemudian meremas sang phyton dengan sedikit keras.


Nih, ulernya!


******


Kejadian kepanikan Adam tentu di ceritakan oleh Cahaya pada Langit saat suaminya baru saja pulang dari kantor, sama seperti pasangan Rahardian lainnya, Cahaya Langitpun selalu berbincang banyak hal untuk menambah ke intiman mereka. Komunikasi tetap yang paling penting untuk menjaga keharmonisan keluarga kecilnya.


"Terus si ganteng sama si cantik nangis semua dong?" tanya Langit dengan Senja ada diatas pahanya.


"Iya, Awan dulu yang rewel, denger Awan nangis ya Senja ikutan nangis dan disitulah jiwa emak emak adek keluar loh, Bang" ucap Cahaya bangga yang langsung membuat suaminya cepat menoleh.


"Terus kamu gimana?"

__ADS_1


"Adek liatin dulu sambil tarik napas dan buang perlahan" kekeh Cahaya saat menjawab.


"Wah, anak Pipih Abis ngerjain Mimih ya, kalau mau nangis gantian ya biar tanduk Mimih kalian gak keluar" bisik Langit pelan namun masih bisa di dengar oleh istrinya.


"Ngomong-ngomong hadiah aku juga tadi bawa sesuatu buat si kembar, mana ya paparbagnya" ucap Langit yang baru ingat sambil mengedarkan pandangannya.


"Itu, Bang?" tunjuk Cahaya kearah sofa kecil di pojok kamar mereka.


"Nah, iya itu, Dek"


Cahaya yang bangun dari duduk langsung mendekat ke arah yang ia tunjuk barusan, Wanita cantik yang memiliki rasa sabar saat menunggu kehamilan langsung meraih benda di dalam paperbag.


"Ini apa?" tanya Cahaya bingung.


.


.


.


Si TIMUN



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gada yang beres ðŸĪŠðŸĪŠ


Rujak yuk rujak 😋😋

__ADS_1


__ADS_2