Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 69


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adam sampai di ibu kota tepat waktu, dengan cara mengendap-endap ia berhasil masuk kedalam apartemennya, Reno yang sedang duduk khawatir di ruang tengah pun langsung bangun saat melihat Adam datang.


"Tuan, hampir saja" ucapnya mengusap dada.


"Haha, maaf aku tertidur sebentar di pom bensin, Ren" kekeh Adam yang paham dengan kekhawatiran yang Sahabatnya itu rasakan.


"Aku mandi dulu, baru kita pergi" ucap Adam sebelum masuk kedalam kamarnya.


Ia membuka jaket dan bajunya, merogoh ponsel di saku celana dan mengeceknya sebentar. Hanya deretan pesan dari Ayunda yang ia baca tanpa satupun pesan dari Diana yang terselip. Adam menarik napas berat ia yakin jika kekasihnya itu pasti sedang merajuk padanya.


.


.


Menjelang siang akhirnya Adam dan Reno sampai di kota A. Mobil mewah miliknya itu kini sudah masuk kedalam garasi rumah mewah sang mertua, Ayunda yang menunggu suaminya datang tentu langsung berjingkrak bahagia. Tak Adam pungkiri jika Ayunda memang benar-benar mencintanya dari hati maka itu sulit bagi Adam untuk membuat gadis itu berpaling darinya.


"Lama sekali, kenapa pesanku tak dibalas satupun?" tanya Ayunda yang bergelayut manja pada Adam.

__ADS_1


"Pesanmu terlalu banyak, aku bingung" jawab Adam, ia harus bersikap baik agar istrinya selalu percaya.


"Jangan menungguku menumpuk pesan, balas langsung tanpa harus aku mengirim berulang kali" protes Ayunda.


"Aku sibuk, kadang untuk makan pun aku lupa"


Ayunda langsung menarik tangan Adam, ia menautkan alisnya dihadapan sang suami yang amat ia cintai itu.


"Benarkah kamu sibuk? kamu tak sedang membohongiku, kan?" tanya Ayunda penuh selidik.


"Bohong apalagi? aku baru datang setelah sekian lama tak bertemu dan kamu malah memancing keributan!" sentak Adam kesal, meski jauh dalam hatinya ia sangat senang dengan drama marahnya Ayunda agar ia memiliki alasan untuk menghindar dan pulang lebih cepat.


"Dengannya siapa? siapa yang kamu maksud" Adam balik bertanya dengan cara berpura-pura tak paham.


"Kekasihmu!"


"Kamu mau aku melupakannya, tapi setiap bertemu denganku selalu saja membahas tentangnya. Lalu kapan aku bisa lupa dan semakin mencintaimu?"


Ayunda langsung berhambur memeluk Adam, ia ucapkan maa berkali-kali agar suaminya itu tak marah padanya, rasa cinta yang bercampur curiga kadang membuat Ayunda selalu memarahi Adam.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, ini yang terakhir aku membahasnya. Tolong lupakan dia dan cintai aku" lirih Ayunda dengan kedua mata yang memerah.


"Berhenti mencurigaiku, anak buah papa tahu semua yang kulakukan setiap hari, aku sibuk kuliah dan sibuk di Markas lalu kapan aku punya waktu bertemu dengannnya" sahut Adam semakin meyakinkan Ayunda dalam pelukannya.


Adam yang kini kembali ke ibu kota selain meneruskan kuliahnya yang tinggal beberapa semester lagi ia juga kembali ke Markas. Pria tampan itu di tugaskan Tuan Jammy untuk kembali mengurus usaha dunia hitamnya di sana. Mulai dari memasok barang haram, senjata api dan para gadis yang akan dikirim ke tempat tempat hiburan malam. Semua itu kini dalam genggaman Adam sebagai Bos baru di Markas menggantikan sang mertua.


"Tentu, kita mulai dari awal lagi. Aku merindukanmu dan berharap malam ini kita bisa menghabiskan waktu bersama, Ku mohon sentuh aku, Sayang"


.


.


.


.


.


Mampus gue!

__ADS_1


__ADS_2